close
Puisi

Mangkir

Satu kesaksian menunggu dilayangkan
56 kursi lipat tanpa meja
Berdiri di tengah seperti pesakitan
Siap diadili di muka para opziener

Wajah kusut seperti sajak-sajak bumiputera
Mengantar ia duduk tertunduk
Sebagaimana rasa bersalah yang jatuh lalu hilang
Ruangan itu melayang-layang menghakimi
Dua wajah memata-matai

justitie jadi menakutkan
Simpan gurauan di akhir pembebasan
Tapi tidak! Kebebasan bukan untuk sepasang pembual
Bukan dipakai menghapus meredam timpang

Tak ada orang bisa lolos dari cengkeram
25 kali kita memagut rasa di tengah tepuk sorai
Kau diam, tertunduk lagi… salah siapa kau mangkir ribuan kali
Pilih kabur menikung di gang pecinan

Ini batas ruang yang olehmu kau lupakan
Sebab mengalir di sela api dan asap
Menggantung di pembatas antara benar salah
Tapi kau pilih pulang, mangkir

Rizka Umami

Seorang Pengasong 'Surreal'

Facebook
Tags : #kritik#mangkirpanggilan#pengadilan#politikruang
Rizka Hidayatul Umami

The author Rizka Hidayatul Umami

Seorang Pengasong 'Surreal'

Leave a Response