close
Puisi

Dimana Negeri Agraris?

Malamku berpacu dongeng kancil mencuri mentimun

Kakekku yang bungkuk bernarasi dengan air liur yang sering muncrat ke langit-langit

Katanya sawah-ladangnya luas, musim ketiga mentimunnya besar-besar musim penghujan padinya pun demikian

Tak hayal jika kancil-kancil turun gunung

Tiba-tiba kakek menghilang sebelum cerita the end

Angin mendadak datang keroyokan menyampaikan pesan: banggakan negeri agrarismu!

Berkali aku berpikir sampai berkumis

Bagaima bisa membanggakan negeri jika agraris hanyalah dongeng?

Kakek pembohong besar! Tak ada sawah yang luas, apalagi mentimun yang besar-besar, padipun banyak yang tumbang disapu traktor insinyur

Adalah hoax narasimu itu!

Tiba-tiba angin berpusar lagi, kali ini bersama kakek, berpetuah jua:

Mahasiswa kancil sepertimu hendaklah secerdik gelarmu

Putuskan kuliahmu! Atau habislah agrarismu pun habis negerimu

Percuma berselempang camlaude tapi menyampingkan agrarisnya

Sekali lagi aku berpikir sampai berjenggot

Kakek pembual! Tak ada kancil turun gunung

Ke mana lagi aku mencari agraris?

Nyatanya sawah tinggallah ladang tikus-tikus yang membuat lubang

 

 

 

 

 

 

 

Nk fahmi

The author Nk fahmi

Leave a Response