close
PuisiSastra

Di Ujung Senja Tanah Papua

Nampak, kaki-kaki kecil melukis jejak pada butiran-butiran kristal putih pasir.

Meluap panas pada suhu sejengkal tangan di atas tudung

Menampik sengatnya, merekah merah pada wajah ibu pertiwi

Mengayunkan rona senja, di setiap helai daun-daun yang gugur

Menulis bahwa “Aku Bangga Menjadi Indonesia”,

Pada guratan-guratan kuning urat tangkai yang enggan untuk rapuh, apalagi patah

Selagi elok senja tiba menerangi bumi Tuhan di tapal batas

Membentuk bayang cekungan tawa-tawa polos di ujung negeri

Bertelanjang kaki, menampik dinginnya malam dengan goresan gelak tawa bibit-bibit negeri

Menyapa tangan-tangan penuh harap akan ada cahaya di ujung negeri

Menerangi malam, menghapus lentera buram pandangan

Merajut indah elok negeri oleh gurata-guratan bintang

Meraup ilmu dalam merangkai mimpi

Mengubah kelamnya perbatasan dengan pancaran sinar harapan

Merangkul mimpi si kriting di ujung negeri

Ania

penyuka sastra, traveling, berkhayal, penggemar puisi Aan Mansur (Tidak Ada New York Hari Ini).

Tags : puisi
Nur Fitriyani

The author Nur Fitriyani

penyuka sastra, traveling, berkhayal, penggemar puisi Aan Mansur (Tidak Ada New York Hari Ini).

Leave a Response