close
Agenda

Nonton Bareng 22 Menit: Kami Tidak Takut Lawan Teroris!

Dimensipers.com (01/08). Nonton Bareng (Nobar) film 22 menit dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 19 Juli 2018.  Kali ini film tersebut ditayangkan di Golden Theater Tulungagung  Rabu 2 Agustus 2018, dan akan dilanjutkan kembali Jumat 3 Agustus. Acara ini merupakan kolaborasi antara Polres Tulungagung dan Trenggalek.

“Jadi untuk pemutaran film ini sifatnya serentak secara nasional dimulai tanggal 19 kemarin di seluruh Indonesia yang diikuti seluruh kabupaten. Kalau kabupaten itu tidak punya gedung bioskop otomatis nontonnya di tetangga yang punya gedung bioskop. Jadi berhubung Trenggalek tidak punya gedung bioskop, nontonnya di Tulungagung,” ujar Supadi selaku Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Trenggalek.

dok. pribadi

Ujaran kebencian dan terorisme dapat menyerang siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, bahkan tokoh agama yang seharusnya menjadi penengah, dapat saja menjadi pelaku. Kesalahpahaman bisa saja menjadi cikal bakal paham radikalisme dan berujung pada tindak teror.  Maka dari itu para pelajar, mahasiswa, santri, tokoh agama, dan komunitas  menjadi sasaran acara ini.

“Untuk film ini sangat dianjurkan dari berbagai kalangan masyarakat karena penyebaran terorisme ini sangat rawan dan penyebarannya sangat aktif bisa melalui media mana saja. Di Trenggalek saja ada orang yang mempunyai paham yang keras dan radikal, karena teroris itu tidak tiba-tiba datang begitu saja, berawal dari intoleran, radikal dan berubah menjadi teroris,” ujar Supadi.

Koordinator setiap lembaga diberikan beberapa lembar karcis sesuai jumlah delegasi, sehingga peserta bisa menonton film tersebut tanpa dipungut biaya sepeserpun. Peserta yang hadir berasal dari Tulungagung dan Trenggalek. Masing-masing peserta ditempatkan di ruangan yang berbeda sesuai dengan kota asal mereka.

Adapun, agenda nonton bareng film ini diadakan karena makin maraknya aksi terorisme yang ada di Indonesia. Film dengan durasi satu jam sebelas menit ini mengambil latar kejadian serangan teror di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Film tersebut menunjukkan rangkaian tragedi yang ada selama penyerangan hingga penangkapan para tersangka.

Setelah penayangan film ini diharapkan para peserta mendapat banyak manfaat, salah satunya bisa mengetahui bahaya terorisme. Supadi menegaskan, “ … mengajak masyarakat untuk menonton agar mengetahui secara persis kejadian yang ada di Jakarta. Bom itu sangat berbahaya dan teroris itu tidak mempunyai perikemanusiaan, bahkan orang yang tidak berdosa terkena imbasnya.”

Salah seorang peserta dari IAIN Tulungagung, memberikan pendapatnya setelah menonton film ini. “Filmnya bagus banget, ya mungkin ada beberapa masyarakat ada sisi negatifnya dari polisi, mungkin kalau ada beberapa dari masyarakat yang tahu film ini mungkin menggugah dari sisi negatif  itu sendiri dan mereka tahu. Oh seperti ini ternyata perjuangan polisi.” tutur Badriah. []

 

Reporter

Helin/Silfiana/Nazliya/Prilly

Tags : film 22 menitnobarterorisme
Helin Kusuma

The author Helin Kusuma

Leave a Response