close
Puisi

Pangeran dari Desa Tetangga

Surya merangkak perlahan menuju singgasana

Awan membentangkan jalannya

Langit melapangkan tempatnya

Burung mengalunkan deringnya

Dunia merekah hari ini

Menggiring kaki ‘tuk terus menapak

Berjalan perlahan melukis jejak

Hingga terhenti pada puncak

Ku nyalangkan mata ini

Memaksa objek ‘tuk terjerembab

Mencernanya dalam angan

Hingga fokus ini tertancap

Tampak satu objek memikat

Dialah, Sang Pangeran dari desa tetangga

Duniaku seakan porak poranda

Dada ini bergemuruh riuh

Peluh tercecer pada tubuh

Wajah telah memucat pasi

Kaulah sang nikotin

Efekmu meluluh lantakkan hati

Tak peduli lagi pada reaksi

Hati ini telah terpatri

Pada objek memikat hati

Inginku bersorak nama awak

Pangeran dari Desa Tetangga

Masa bodoh dengan kesuksesan. Aku sedang ingin tahu diri dulu.

Tags : pangeranpuisi
Miftakul Ulum Amaliyah

The author Miftakul Ulum Amaliyah

Masa bodoh dengan kesuksesan. Aku sedang ingin tahu diri dulu.

Leave a Response