close
Puisi

Tertampar Angin Rindu

Aura gelap begitu mencekam

Udara dingin semakin menusuk tulang

Sunyi sepi tanpa haluan

Hanya deru nafas yang mengiang

Daku kini tertampar angin rindu

Awak menjauh dari pandangan

Tak ingat Daku sendirian

Hanya seuntai kiasan

Terpeluk dalam dingin malam

Menemani benih kerinduan

Rindu ini mencuat menyebar

Tak berwujud memang

Namun menjerat dalam

Menyesat tanpa arah

Awaklah laksana kompas

Menuntun kerinduan tuk berlabuh

Tak butuh serpihan mesiu

Rinduku telah membeludak

Pulang dan temui daku

Daku yang tertampar angin rindu

Berjuta syair yang awak kirim

Hanya mampu menyeka pilu

Tak mampu menghapus rindu

Pertemuan yang dinanti

Laksana obat mutlak bagi daku

Daku………..

Yang tertampar angin rindu

Maju dengan elegan. Percaya akan kepantasan. Saya hanya pemula yang memantaskan.

Tags : puisi
Miftakul Ulum Amaliyah

The author Miftakul Ulum Amaliyah

Maju dengan elegan. Percaya akan kepantasan. Saya hanya pemula yang memantaskan.

Leave a Response