close
BelajarNewscamp

Talkshow FPF: Menekan Pengesahan RUU PKS

Dimensipers.com – Senin, 10 Desember 2018 tepatnya pukul 10.00 WIB, Forum Perempuan Filsafat (FPF) IAIN Tulungagung mengadakan Talkshow dengan topik “Generasi Milenial dan Memutus Mata Rantai Kekerasan terhadap Perempuan”. Acara ini dilaksanakan di Gedung KH Arief Mustaqiem lantai 1.

Talkshow FPF ini menghadirkan Abad Badruzzaman selaku Wakil Rektor III Bid. Kemahasiswaan, Khabib Rohman perwakilan dari Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Dian Kurnia Sari selaku Direktur FPF, Isrofil Amaryk sebagai perwakilan dari LPM Dimensi, dan Seli Muna Ardiani sebagai moderator. Selain itu, acara ini juga dihadiri peserta dari berbagai jurusan dan lembaga.

Acara ini diselenggarakan untuk memperingati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, sebagai upaya menekan pengesahan Rencana Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Dalam hal ini FPF berinisiatif menggandeng beberapa lembaga di antaranya, Institut for Javanes Islam Reserch (IJIR), Kopri, Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (Dema-I), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Dema-F), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dimensi, dan Gusdurian untuk menyelenggarakan rangkaian agenda ini.

Ini ada lanjutan agendanya, yaitu tanggal 12 Desember Softcors alumni Feminis Camp untuk materi Post Feminisme di Warung Kopi Kopiah Ireng yaitu diskusi Feminisme Multiperspektif” ujar Dian.

Harapan diadakanya Talkshow ini adalah agar bisa menggerakkan teman-teman mahasiswa untuk melaporkan hal-hal kecil terkait kekerasan terhadap perempuan yang dilihat atau yang dialami tanpa rasa malu dan takut. “Berani itu lebih baik, karena satu keberanian bisa memutus satu rantai kejahatan” tegas Dian.

Abad juga menambahkan “Harapanya supaya RUU PKS segera disahkan, supaya hasil survey PSGA bisa segera ditindak lanjuti.”

Di sisi lain, Abad yang berkesempatan menjawab pertanyaan dari salah satu peserta memunculkan closing statement, “Dewasa ini zaman sudah berubah, yang bisa kita lakukan bukan melawan konvensi itu, akan tetapi bagaimana kita membawa diri agar lebih hati-hati melawan dinamika yang sedang berkembang.” //

 

Reporter: Samsol, Hamim.

Tags : FPF
Hamim Mustofa

The author Hamim Mustofa

Leave a Response