Dilu­ar tidak hujan namun men­ga­pa di sini basah. Cua­canya pun sedang terang, namun kena­pa di sini bergemuruh? 

Wajah­nya siang itu masih sem­ringah,
Namun malam ini, dia mem­bu­ru tangis
Bukanya kutak peduli
Aku sudah menya­pa dan menanya bagaimana kabarnya
Namun nihil, dia beran­jak dan berlari
Sudah ser­ing kubi­lang aku diu­tus Tuhan untuk menden­gar keluh­nya
Sudah per­nah kupeluk, berbisik lir­ih jan­gan meny­er­ah
Bukankah semua manu­sia pasti per­nah jatuh sebelum melangkah?
Bukankah manu­sia per­nah di bawah sebelum naik ke atas?
Kuper­nah den­gar per­jalanan itu pros­es untuk menu­ju tujuan
Ya! walaupun aku tahu tujuanku hanya satu
Men­gukir senyum bang­ga di seti­ap umur yang telah dilaluinya. 

Penulis galau

Facebook