close
Puisi

Ada Untuknya

Diluar tidak hujan namun mengapa di sini basah. Cuacanya pun sedang terang, namun kenapa di sini bergemuruh?

Wajahnya siang itu masih semringah,
Namun malam ini, dia memburu tangis
Bukanya kutak peduli
Aku sudah menyapa dan menanya bagaimana kabarnya
Namun nihil, dia beranjak dan berlari
Sudah sering kubilang aku diutus Tuhan untuk mendengar keluhnya
Sudah pernah kupeluk, berbisik lirih jangan menyerah
Bukankah semua manusia pasti pernah jatuh sebelum melangkah?
Bukankah manusia pernah di bawah sebelum naik ke atas?
Kupernah dengar perjalanan itu proses untuk menuju tujuan
Ya! walaupun aku tahu tujuanku hanya satu
Mengukir senyum bangga di setiap umur yang telah dilaluinya.

Penulis galau

Facebook
Lailatul Hikmah

The author Lailatul Hikmah

Penulis galau

Leave a Response