close
Puisi

Dosa dan Air Mata

Seseorang menuju ke arah selatan taman

Kakinya terseok-seok sampai berdarah-darah

Dadanya penuh sesak dan mulutnya terus menggerutu sepanjang jalan

Ia merasa kegelapan mengelamkan dirinya

Terhuyung ia di bawah pohon cemara

Entah kapan ia berdamai dengan Tuhan

Selalu saja air matanya tumpah

Bengkak dan penuh iba

Di matanya terbesit bayang-bayang hampa

Sepertinya malaikat maut mendatanginya

Dari ubun-ubun hingga tenggorokan

Kaku tercekik dan bungkam

Terkapar ia ke jahanam

Setelah maut tiba untuknya

Sebab dosanya pada semesta

Yang tak ada habisnya ia tumpahkan air mata

Dan berakhir tutup usia dengan hidup yang sia-sia

"Orang bodoh tak kunjung pandai."

Niam asna

The author Niam asna

"Orang bodoh tak kunjung pandai."

Leave a Response