close
Puisi

Secangkir Kopi Filosofi

Kubangan hitam pahit pekat dalam cangkir
Mengisyaratkan timbunan filosofi
Entah dari mana datangnya filosofi itu
Dia datang begitu saja dalam kehampaan
Membersit makna memikat dalam tiap hisap


Kupikir kopi tetaplah kopi pahit melilit
Seiring berkembangnya remaja-remaja kritis
Kopi mulai berevolusi
Mereka terlampau antusias membangun filosofi
Filosofi dari sekubang cairan pahit
Aku berpikir keras mengenai ini
Apa beda kopi berembel-embel filosofi dan tidak
Harga dan rasa katanya
Berengsek bukan?
Ini benar-benar menggelikan, Bodoh
Dan sialnya semua orang menjadi pecandu karena ini
Filosofi yang dikarang para pemikir
Tak apa..
Secangkir kopi sekarang penuh
Penuh filosofi kritis penambah candu

Maju dengan elegan. Percaya akan kepantasan. Saya hanya pemula yang memantaskan.

Miftakul Ulum Amaliyah

The author Miftakul Ulum Amaliyah

Maju dengan elegan. Percaya akan kepantasan. Saya hanya pemula yang memantaskan.

Leave a Response