close
PuisiSastra

Jerat Pahlawan Gelap

Satu peristiwa terukir
Aliran sungai-sungai tak lagi kikir
Bau anyir desir mengalir
Darah-darah mencurah pasrah terserap tanah
Kelemping daging compang-camping tak bergeming
Rubuh
Runtuh
Mengguruh
Lusuh
Semua rata
Rata
Rata
Bersama dunia

Malam, menjelang 1 Oktober 1965
Usaha kudeta telah tertata
Jendral-jendral dijegal
Sebab aral yang dianggap final
Pengkhianatan
Kekejaman
dan sadisme lubang buaya

Fajar muncul sempurna, sisih paksakan gelap gulita
Jua tujuh perwira pahlawan negara

Pemunahan jalan hidup nyaris sempurna
Penangkapan tanpa pendakwaan
Intimidasi diiringi penyiksaan
Penahanan tanpa ada pengadilan
Penumpasan dihalalkan
Penistaan dilegalkan
Olehmu, politik senjata tanpa sekutu

Tidur malammu terpaksa dihentikan
Senyum keluargamu mendesak dihilangkan
Air matanya, mensyaratkan kedukaan
Sebab, hanya tatap muka bersama kolega yang ada
di lubang yang sama
Gugur bunga, pahlawan bangsa

Tuhan mulai bosan dengan kekejaman zaman
Sangkakala ditiupkan tanpa ada permintaan
Apakah benar ini karenamu, PKI?
Sederet kisah mulai dikebiri
Berkelok-kelok, tajam, bahaya sekali
Hingga lahirlah buah-buah opini pribadi

Natasya Pazha

The author Natasya Pazha

First you dream, then you do.

Leave a Response