close
PuisiSastra

Menggugat Suara Pesuruh

Saat keresahan bergema nyaring di sudut-sudut jalan menggelegar bak nyanyian serentak

Di balik kursi berbalut kulit hitam tiada yang mendengar

Frekuensi ketidakpercaayan melintas batas melodi yang diserahkan

Seakan hilang tak sanggup menembus gendang telinga para pesuruh yang terhormat

*

Beberapa telah terabaikan

Sementara ada yang masih dipertimbangkan, dan menaruh dalih kesulitan

*

Suara bukan sekadar angin hampa

Ada harapan dan keresahan di luar batas ketidakmampuan,

yang seharusnya diputuskan dengan keterbukaan

Bukan tiba-tiba palu suci mengetuk meja sidang

*

Jalan hidup masih panjang, namun termacetkan oleh keserakahan

Kredo Ketunggalan masih dilanggengkan atas nama pertemanan

Teman yang mana?

Yang terus menyuplai kebahagiaan kelompokkah?

Sedangkan di sepanjang jalan aspal masih ada yang kesulitan mencari upah

Terlunta-lunta dengan harapan besar yang dikucilkan oleh tetangga

*

Di tanah kami, cangkul cukup untuk menyemai benih,

sabit bisa untuk memangkas padi,

tenggala sederhana mampu untuk menggemburkan tanah untuk di tanam kembali

Bukanlah mesin keruk yang dapat mengoyak,

traktor yang menginjak,

dan ban truk besar yang menggilas.

Sementara yang lemah terus dibungkam atas dalih kepentingan bersama

*

Setelah berkhotbah sampai mulut berbusa

Suara itu hanya sekadar bualan belaka

Sepanjang hari tiada kabar, lenyap lalu tertimbun kabar candaan

Seperti bernyanyi di laut lepas, tak dapat menjangkau pulau di ujung mata

*

Mimbar kuasa memang tak mudah

Tapi jangan abaikan tugas anda pada siapa

Suara yang dititipkan tulus bukan malah menjerumus

Hingga kesejahteraan terlupakan dan hangus

  • Lorong resah, 03 Juli 2020
Tags : #panjangumurperlawanan#reformasidikorupsi#tolakomnibuslaw
Irsyadart

The author Irsyadart

Leave a Response