close
PuisiSastra

Puisi, Juli, dan Sapardi

/1/ Pada puisi, ia mengabdi

Diserahkannya segenap ruh diri kepada larik kata itu

Pada puisi, ia mengabadi

Diikhlaskan yang fana diserap rima puisi-puisi itu.

/2/ Kepada Juli, ia kembali

Dibiarkannya rintik hujan menghapus luka dukanya

Kepada Juli, ia lebih tabah

Menengadah sukma pada jejak-jejak yang lelah.

/3/ Organ-organ itu telah luruh

Tempias oleh sajak-sajak yang berkoloni di tubuhnya

Ia sesak, hingga hembus akhir napasnya tinggal sajak

Ia gugur, tapi puisi-puisinya juga yang mengubur.

Pemimpin Redaksi

Tags : RIP SapardiSapardi Djoko Darmono
Nk fahmi

The author Nk fahmi

Pemimpin Redaksi

1 Komentar

  1. Istirahatlah dengan tenang eyang Sapardi. Tulisanmu akan selalu abadi. 20-3-1940 – 19-7-2020

Leave a Response