close

Newscamp

CangkrukNewscamp

Boneka Peraga; Upaya Pencegahan Intoleransi

WhatsApp Image 2018-08-18 at 17.12.23

Dimensipers.com (18/8)– Hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) menghadirkan boneka peraga sebagai pengantar yang menggiring mahasiswa pada materi ke-Bhineka-an. Tema ‘Bhineka Tunggal Ika dalam Bingkai Keberagaman Kita’ yang diusung, menekankan pada situasi masyarakat Indonesia yang sedang darurat toleransi.

Mengenai boneka peraga, seperti yang diungkapkan Muhammad Hamam selaku steering comite, “Sebenarnya boneka peraga sudah ada sejak hari pertama, tapi kalau hari pertama dan kedua mereka memakai tulisan-tulisan yang provokatif.” Adapun hari ke tiga, boneka peraga yang diperankan panitia tersebut menggunakan pakaian khas beberapa agama yang ada di Indonesia. Lima boneka peraga yang mengilustrasikan pemeluk agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Kejawen berbaris di depan gedung Arif Mustakim menyambut kedatangan Mahasiswa Baru (maba).

Hendri Adi Nugroho, maba jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) mengungkapkan, “Kesan yang saya lihat tadi termasuk kekayaan Indonesia, walaupun kita berbeda agama dan budaya, tetapi kita harus tetap satu membangun Indonesia.”

Adapun maksud adanya boneka peraga pada saat check-in seperti yang disampaikan Hamam, “Kita ingin membangkitkan kesadaran mengenai konflik-konflik di Indonesia yang sering kali membuat kita bingung, seakan-akan agama ini paling benar sedangkan agama itu salah.” Dalam keterangan selanjutnya Hamam mengungkapkan bahwa tujuan lain adanya boneka peraga adalah untuk memunculkan istilah ‘Kita Indonesia, Kita Beragama, Kita Plural’ yang telah terkikis dari pandangan masyarakat Indonesia.

Banyaknya kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang mengatasnamakan agama menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia secara tidak sadar adalah pelaku intoleransi. Akhol, selaku pemateri ke-Bhineka-an mengungkapkan bahwa Indonesia sedang dalam situasi darurat toleransi. Perlunya maba mengetahui situasi ini seperti yang diungkapkan Akhol, “Di kampus kita ada potensi seperti itu, diukur dari sikap para civitas akademika dalam isu-isu krusial, misalnya setuju tidak kalo pure didirikan, survei en engko lek akeh sing nggak setuju, (kalian survei, nanti pasti banyak yang tidak setuju: Red).

Hal yang ingin dicapai dari pemberian materi ke-Bhineka-an adalah membuka pandangan maba untuk sadar toleransi. “Kalau kesadarannya sudah oke, dia tau batas mana tindakan intoleran mana toleran, sehingga mereka bisa didorong menjadi bagian dari pejuang gerakan toleransi.” Tegas Akhol.

Menanggapi pernyataan pemateri bahwasannya Indonesia sedang krisis toleransi, Sholikha, maba jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengatakan, “Kalau menurut saya sih fifty-fifty, ada yang intoleransi dan ada yang toleransi.

Dalam konsep yang dikemukakan Akhol, adanya judgement bahwa agama yang ini benar dan yang itu salah serta kekerasan terhadap pemeluk agama lain menunjukkan ketidaksadaran masyarakat bahwa mereka sedang berperilaku intoleran. “Kita tidak boleh berkompromi terhadap kekerasan dalam hal apapun”, pesan Akhol kepada seluruh maba FUAD dalam sesi akhir tanya jawab.

Reporter : (Nurin, Malik)

read more
Newscamp

Menutup Agenda PBAK 2018, Mahasiswa Baru IAIN Tulungagung Kontribusikan Ribuan Bibit Pohon

WhatsApp Image 2018-08-18 at 19.05.29

Dimensipers.com (18/08). Pada puncak acara PBAK 2018, diselenggarakan pengumpulan bibit pohon untuk dialokasikan ke area Argo Pathok, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Adapun wacana tersebut adalah salah satu ide dari Wakil Rektor 3, Abad Badruzzaman. “ Kegiatan ini merupakan murni ide dari warek 3, untuk pelaksanaanya kami bekerjasama dengan pegiat lingkungan di selatan Tulungagung. Penanamannya menunggu musim tanam, untuk sementara pohon akan disimpan di tempat khusus yang disediakan pegiat lingkungan. Kami berinisiatif mengasakan benih-benih pohon sebagai bentuk kepedulian lingkungan.”

Kegiatan pengumpulan bibit pohon dikoordinasi oleh masing-masing fakultas, kemudian sebagian bibit dialokasikan ke warga sekitar kampus, salah satunya ke RT.02/RW.01 Dusun Manggisan, Plosokandang, Kedungwaru. Bibit-bibit tersebut juga akan dialokasikan ke Dusun Kedung Jalin Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol yang dikoordinasi oleh pegiat lingkungan.  “Untuk pohon, sebenarnya instruksi dari pak Abad kemudian dilaksanakan oleh fakultas. Jadi itu pohonya hanya untuk dikumpulkan dan penanamanya diserahkan ke komunitas lingkungan dari luar kampus.” Tutur Galang Abu Nizam, selaku koordinator dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. 

Menurut salah satu mahasiswa baru, Dewi Munadhiroh mengatakan, “Iya bagus, manfaat dari menanam pohon itu kan kembali kepada kita dan saya berharap untuk menyisakan sebagian pohon untuk kampus sebelum dialokasikan keluar kampus, supaya kampus menjadi rindang dan tidak gersang.”

Qowim Sabilillah selaku koordinator dari fakultas FUAD juga mengungkapkan, “Dari kami menjalankan intruksi dari DEMA I untuk mengumpulkan bibit pohon dari mahasiswa baru, untuk kemudian dialokasikan ke pegiat lingkungan.”

Diharapkan dengan menyumbangkan satu bibit pohon, pada diri setiap mahasiswa akan muncul rasa cinta kepada alam dan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Reporter: Tamyis, Sofi, Silfi, Tita.

read more
Newscamp

4 Konsep Terbentuknya Tema PBAK FASIH

WhatsApp Image 2018-08-18 at 16.50.25

Dimensipers.com (18/08). Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) IAIN Tulungagung kembali diselenggarakan. Sebagaimana fakultas lain, PBAK FASIH ini diselenggarakan pada 16 sampai 18 Agustus 2018. Mengambil tema ‘Menjaga Keutuhan Bangsa dengan Menegakkan nilai-nilai Hukum dan Keislaman’, panitia menyajikan sebuah agenda pengenalan, sesuai dengan jurusan yang diambil oleh Mahasiswa baru (Maba) FASIH.

Galang Abu Nizam, selaku ketua pelaksana PBAK FASIH mengungkapkan latar belakang terbentuknya tema yang diambil kali ini, “Tentang tema Menjaga Keutuhan Bangsa dengan Menegakkan Nilai-Nilai Hukum dan Keislaman, dalam konteks ini kita mengambil dari konsep Cicero, filsuf hukum dari Roma itu ‘Ubi societas ibi ius’ ada masyarakat ada hukum, untuk Cicero sebuah aturan atau hukum itu adalah suatu hukum yang erat hubungannya antar manusia. Jadi, di dalam masyarakat harus ada hukum yang mengatur.”

Mengenai 4 konsep terbentuknya tema ‘Menjaga Keutuhan Bangsa dengan Menegakkan Nilai-Nilai Hukum dan Keislaman’, Galang menuturkan konsep awal dicetuskannya tema tersebut, yang terdiri dari 4 poin, yaitu kemanusiaan, manusia hukum, islam dan nasionalis. “Saya kerucutkan kembali hanya 3, menjadi 3 sub tema manusia hukum, islam rahmatan lil alamin dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan saya kerucutkan kembali menjadi manusia hukum yang menjaga keutuhan NKRI dengan nilai keislaman.”

Menurut Galang, penjabaran dari tema tersebut sangat panjang, namun poin pentingnya adalah nilai hukum dan keislaman yang keseluruhannya untuk menjaga keutuhan NKRI. “Nilai hukum di sini ada 3 yaitu tentang keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum, kita mempraktekkan itu semua dalam PBAK kali ini dan ada juga nilai keislaman, nilai keislaman ini sangat banyak sebenarnya tapi kami mengambil islam rahmatan lil alamin sebagai nilai yang kita terapkan dalam PBAK, nilai-nilai hukum saya terapkan dalam sebuah aturan tata tertib, ada tata tertib yang bernilai ringan yang hukumannya juga ringan, ada yang bernilai sedang hukumannya juga sedang  ada juga yang bernilai berat,” Lanjut Galang.

Menanamkan jiwa-jiwa hukum mulai sejak dini, yakni dari proses pengenalan merupakan salah satu tujuan terselenggaranya PBAK FASIH kali ini. Proses pengenalan tersebut diperkuat dengan adanya kegiatan maba yang membentuk sebuah kelompok kecil, kemudian melakukan observasi langsung ke masyarakat guna menanyakan tentang isu yang sedang ramai diperbincangkan.

read more
Newscamp

Dituntut Berbeda; Lahir Mahabi Sang Maskot FEBI

WhatsApp Image 2018-08-17 at 22.36.55

Dimensipers.com (16/08). Setelah mengikuti serangkaian PBAK Institut, maba masih harus mengikuti serangkaian acara PBAK Fakultas. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) memiliki keunikan tersendiri pada tahun 2018 ini, yaitu lahirnya maskot FEBI bernama Mahabi berupa burung elang berwarna ungu. Mahabi sendiri memiliki arti Mahasiswa FEBI. Selain itu, maskot Mahabi ini merupakan yang pertama kalinya hadir di tengah-tengah PBAK FEBI dikarenakan para panitia PBAK FEBI dituntut untuk berbeda dari tahun sebelumnya dan berbeda dengan fakultas lainnya.

read more
Cangkruk

FTIK Gelar Malam Tirakatan Untuk Sambut Kemerdekaan

WhatsApp Image 2018-08-18 at 07.42.38

Dimensipers.com (16/08). Setelah pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaaan (PBAK) Institut selama dua hari, kini masing-masing Mahasiswa Baru (Maba) mengikuti PBAK secara terpisah sesuai dengan fakultasnya. Mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) memulai agendanya di lapangan utama, dengan mengusung tema “Peran Nalar Kritis Pemuda dalam Merekonstruksi Pendidikan Indonesia yang Beretika”. Mahasiswa diharapkan dapat mengasah pemikiran kritisnya.

read more
Cangkruk

PBAK FUAD; Upaya Membentuk Karakter Dalam Plural(is)me

WhatsApp Image 2018-08-16 at 13.48.55

Dimensipers.com (16/08). Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Tulungagung diselenggarakan mulai tanggal 16 sampai 18 Agustus 2018. Pelaksanaan PBAK Fakultas tahun ini, FUAD mengusung tema Plural(is)me, serta menyajikan materi-materi yang merujuk pada pembentukan karakter mahasiswa baru (Maba).

read more
Cangkruk

Materi PBAK 2018; Ingatkan Ancaman Terorisme Dan Korupsi

WhatsApp Image 2018-08-14 at 04.49.42

Dimensipers.com (14/08). Pada pembukaan PBAK Institut di hari pertama, mahasiswa baru (maba) menerima materi berupa Budaya anti Korupsi dan Anti Terorisme. Untuk pemateri Budaya anti Korupsi Airlangga dan Fatimah sedangkan untuk Budaya Anti Terorisme yaitu Wahyu Kuncoro. Materi dilaksanakan di dua tempat berbeda yaitu di lapangan utama dan lapangan Timur dengan sistem bergilir.

read more
Cangkruk

Geger Bendera Ormek Ilegal di PBAK 2018

IMG-20180814-WA0018

Dimensipers.com (14/8). Senin malam (13/8) sehari sebelum Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK) ada bendera Organisasi Ekstra (Ormek) terpasang di gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Bendera Ormek itu bertuliskan “Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. “Rayon Pendobrak” Muhammad Yunus Al-Muys” dan yang berlogo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Kru Dimensi menanyakan terkait perizinan pemasangan bendera kepada Abad Badruzzaman Selaku Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan. Dalam jawabannya, Abad sudah memberikan instruksi kepada satpam untuk mengingatkan oknum yang memasang bendera agar menurunkan bendera. Abad menegaskan, bahwa sebelumnya juga ada kasus serupa dan sempat memberikan teguran, namun sekarang masih diulangi. “Ndan, tolong ingatkan yang memasang bendera organisasi ekstra kampus supaya menurunkan benderanya. Dulu sudah diingatkan tapi kok tetep saja dipasang. Nanti ormawa ekstra lainnya protes,” begitu instruksi Abad kepada komandan satpam IAIN Tulungagung.

Lebih lanjut, Abad sudah berupaya menjalin komunikasi dengan Ketua Komisariat PMII tapi masih belum ada respon. Turunnya instruksi ini belum juga mendapat respon dari panitia PBAK. Sejak berita ini diterbitkan, bendera masih juga terpasang di gedung FTIK. Pemasangan ini sempat menimbulkan kontra di antara ormek lainnya, sehingga dirasa perlu adanya tindakan tegas dari pihak kampus agar ormek tidak semena-mena pada agenda kampus. []

dok. istimewa
read more
Newscamp

Seminar Nasional Bersama Nadirsyah Hosen

WhatsApp Image 2018-08-04 at 18.11.46

Dimensipers.com (04/08). Masih dalam semarak diesnatalis ke-50, IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Tulungagung kembali gelar seminar nasional. Kali ini menghadirkan pemateri Nadirsyah Hosen (Senior Lecturer at Faculty of Law-Monash University Australia sekaligus Rois Syuriah PCI NU Australia dan New Zealand) dan Abad Badruzzaman (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama).

read more
1 2 3 10
Page 1 of 10