close

Newscamp

Kanthong

HMJ Tadris Bahasa Inggris Gelar Training IELTS

18083912_1237255993058553_360524006_o

Tulungagung – Jumat (21/4) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Inggris IAIN Tulugagung mengadakan Training International English Language Testing System (IELTS).  Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat ini mendapat apresiasi positif dari mahasiswa Tadris Bahasa Inggris.

IELTS merupakan sejenis TOEFL namun lebih sulit dan tingkatannya juga lebih tinggi. Nilai TOEFL hanya dapat digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi di beberapa negara tertentu, sedangkan nilai IELTS bisa digunakan untuk berbagai negara. Sehingga IELTS memiliki jangkauan yang lebih luas dari TOEFL. dan bentuk tes yang lebih sulit karena pada IELTS juga termuat test dalam bentuk speaking. Maka dari itu, acara tersebut bertujuan memfasilitasi dan mempermudah mahasiswa tidak hanya dari Tadris Bahasa Inggris apabila dari mereka ingin melanjutkan S2  diluar negeri.

Acara tersebut berlangsung dengan  antusiasme positif dari para peserta yang kurang lebih 200 peserta, bukan hanya dari kalangan mahasiswa melainkan juga beberapa dosen di IAIN Tulungagung. HMJ Tadris Bahsa Inggris berkontribusi dengan salah satu dosen IAIN Tulungagung juga yang pernah berpengalaman dengan IELTS, yaitu Faizatul Istiqomah M. Ed. Walau hanya dosen lokal namun beliau memilki pengalaman interlokal. Gelar yang tertulis M. Ed. menggambarkan bahwa pengalaman beliau yang pernah mengemban ilmu di luar negeri tepatnya Monas University, Australia.

Mengusung tema “One Step Closer with IELTS” atau satu langkah lebih dekat dengan IELTS  Faiz ingin mengenalkan dulu tentang IELTS itu sendiri. Jika memulai dengan pelatihan atau training itu sendiri langsung dalam praktek dirasa tidak cukup jika hanya dengan durasi waktu tiga jam. Umumnya pelatihan semacam ini butuh waktu sampai seminggu untuk bisa tuntas. Dengan singkatnya waktu yang ada, beliau mengharapkan dari acara ini untuk mengenal dahulu apa dan bagaimana bentuk IELTS itu. “Setelah memperkenalkan IELTS itu apa selebihnya itu apa kami serahkan pada Mam Faiz, mungkin di semester berikutnya Mam Faiz akan mengadakan short course atau bagaimana”, ungkap Afryl, salah satu anggota HMJ TBI.

IELTS merupakan program kerja dari Divisi Research and Development (RnD), yaitu divisi yang terjun pada penelitian yang berbau ilmiah. Training IELTS  baru dilakukan tahun ini,  sebagai pengganti Scientific Journal yang dirasa lebih penting dan berguna kedepannya. Cangkupan IELTS yang meliputi listening, reading, writing, and speaking yang menjadi bantuan bagi mereka yang ingin melanjutan studi di luar negeri. Bahkan tidak hanya spesifik pada keempat aspek tersebut tetapi juga pada langkah-langkah dan saran dalam pengerjaan IELTS itu sendiri dan juga masih membagi dari setiap aspek tersebut kedalam beberapa bagian lagi.

Acara  selesai sekitar pukul 11.00 WIB menghasilkan banyak respon baik dari para peserta. “Setelah mengetahui IELTS saya ingin mencoba dan ingin mencoba melanjutkan S2 saya di luar negeri. Syukur-syukur jika bisa walau juga hanya di Australia”, ungkap Nadhif, salah satu peserta Training IETLS.

Selain itu juga memunculkan harapan bagi panitia. “Kami berharap setelah agenda yang sesuai dengan tema kita One Step Closer with IELTS, kami dari panitia itu semoga temen-temen lebih mengenal IELTS dan memiliki motivasi untuk memiliki impian S2 di luar negeri”, ungkap Afryl []

baca baca
Belajar

Mahasiswa ES-4 Keluhkan Pewajiban Seminar Berbayar

IMG_0127

Tulungagung (20/4), Jurusan Ekonomi Syariah (ES) semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) untuk mata kuliah Komunikasi Bisnis akan mengadakan seminar. Sedianya seminar akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2017. Peserta seminar semua kelas semester 4 yang diampu oleh Siti Kalimah.

Dalam seminar ini, Kalim, sapaan akrab Siti Kalimah, mengajak HMJ untuk bekerjasama sebagai pelaksana kegiatan. Latip, selaku ketua HMJ ES membenarkan kerjasama tersebut. “Iya benar. Tapi disini kami hanya memfasilitasi masalah tempat, kursi dan meja”, ujarnya.

Kalim sendiri mewajibkan setiap mahasiswanya untuk mengikuti seminar. Nantinya seminar ini akan menjadi pengganti nilai Ujian AKhir mahasiswa. “Seminar ini akan menjadi tugas UAS untuk matkul Komunikasi Bisnis”, ujar Mawardi (bukan nama sebenarnya).

Banyak mahasiswa yang mengeluhkan pewajiban mengikuti seminar. Mereka beralasan, diawal kuliah hanya disampaikan oleh Kalim akan ada seminar untuk mata kuliah Komunikasi Bisnis, tetapi tidak diwajibkan.

Mawardi menjelaskan, “Diawal perkuliahan, bu Siti Kalimah pernah ngomongin terkait matkul Komunikasi Bisnis ada sebuah seminar. Seminar tersebut intinya tidak mewajibkan awalnya. Hanya pemberitahuan aja dikelas-kelas…bahwasanya mahasiswa itu penting mengikuti seminar-seminar. Karena beberapa pentingnya mahasiswa itu harus berdandan.”

“Diawal perkuliahan bu Kalim tidak mewajibkan, hanya yang berminat saja (ikut seminar, red). Hanya saja, semakin mendekati hari H jadi diwajibkan”, tambahnya kemudian.

Keberatan mahasiswa bagi yang mengikuti seminar ini harus menggenapi registrasi sebesar 70 ribu rupiah. “(Dengan registrasi tersebut, red) Fasilitas yang didapat oleh mahasiswa seminar antara lain, produk kecantikan untuk putri, untuk putra parfum, materi cara dandan, pemateri dari Jakarta, dan sertifikat”, ujar Mawardi.

Latip sendiri  tidak mau ikut campur perihal diwajibkannya mengikuti Seminar. Dia mengatakan, “…perihal wajib dan tidaknya itu bukan hak kami. Disini kami cuma bantu memfasilitasi saja.”

Sejauh ini total 250 mahasiswa yang sudah terdaftar mengikuti seminar dari jumlah keseluruhan 400 mahasiswa yang diampu Kalim. Bagi yang tidak mengikuti seminar akan mendapat sangsi. Lewat tiap-tiap koordinator kelas, Kalim mengirimkan pesan terkait adanya sangsi bagi mahasiswa yang tidak megikuti seminar. Namun tidak menjelaskan sangsi seperti apa yang akan dimaksud.

Menjadi problem tersendiri ketika ada seminar yang diadakan kemudian mewajibkan mahasiswanya untuk mengikutinya. Apalagi, mereka harus membayar registrasi keikutsertaannya. Layak dikaji perkuliahan saat ini yang sudah memakai sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dimana besaran biaya kuliah (BKT) dibayarkan oleh mahasiswa pada setiap semester.

Kalau mewajibkan seminar ini sebagai syarat UAS dalam perkuliahan, artinya bukankah biaya operasionalnya tercakup dalam UKT?. Seminar ini bukan satu-satunya seminar berbayar yang diwajibkan pada mahasiswa. Sudah jamak mata kuliah yang dosen pengampunya mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti seminar atau workshop berbayar. “Oleh karena diwajibkan, ini teman-teman ingin menggali ulang sistem UKT ini apakah sudah benar-benar berjalan atau bagaimana?”, ujar Mawardi

baca baca
Cangkruk

Listrik untuk PSKM Sering Padam

IMG_0146

Tulungagung (18/4), Pentas Seni dan Kreativitas Mahasiswa (PSKM) dibuka sejak hari Minggu 16 April 2017. Memasuki hari ke-3 sejak dibukanya PSKM, banyak keluhan dari peserta, terutama padamnya listrik.  Listrik sebagai penerang disetiap stand hampir saban hari padam. Alasan utama listrik padam disebabkan karena barang elektronik yang digunakan melebihi kapasitas listrik.

Aliran listrik sebagai penerang sendiri hanya berasal dari aliran listrik Kampus. Tidak ada penyewaan alat bantu seperti Diesel untuk menunjang PSKM. Itu adalah upaya menekan pengeluaran anggaran PSKM.

“Listrik sering mati itu karena kelebihan daya barang yang digunakan, seperti kulkas. Saya kan tanya kemarin kalau kulkas itu kapasitasnya 420 watt dan itu bisa memberatkan aliran listrik. Jadi itu yang menyebabkan listrik sering padam”, tutur Bayu selaku ketua panitia PSKM 2017.

Melihat kondisi listrik yang sering padam, panitia PSKM mencoba memberikan pengertian kepada peserta PSKM untuk mengkalkulasi ulang daya listrik yang diperlukan ditiap stand.

“Melihat kondisi sekarang sering padam, ya kami mencoba memberikan pengertian kembali para peserta PSKM. Untuk lebih efisien lagi menggunakan listrik”, tutur Bayu.

Panitia semakin dibingungkan dengan persiapan untuk penampilan festival band dan penampilan-penampilan dihari selanjutnya. Apalagi dua hari mendatang dijadwalkan PSKM menyelenggarakan festival Band yang tentunya bakal menambah alat elektronik tambahan. Otomatis bakal memerlukan tambahan aliran listrik.

“Karena melihat dua hari lagi ada pentas seni Band yang pastinya menggunakan banyak aliran listrik”, tambah Bayu

Agenda PSKM yang semakin hari semakin padat memerlukan aliran listrik yang lumayan. Dengan kondisi listrik yang sering padam, belum ditambah dengan beberapa alat elektronik untuk keperluan festival band hingga pagelaran wayang, dikhawatirkan kapasitas listrik kampus tidak cukup. Panitia kini yang mencoba menyiasatinya dengan sosialisasi penggunaan listrik yang efektif dan efisien. Tapi, solusi cerdas panitia apakah mampu menunjang daya listrik yang diperlukan? Kita tunggu saja. []

baca baca
Belajar

IAIN Tulungagung Menjadi BLU, Siapkah?

DSC00254

Akhir tahun 2016 (21/12) IAIN Tulungagung mendapatkan penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Blitar sebagai Satuan Kerja (Satker) terbaik. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan IAIN Tulungagung, Samsi, bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghargaan bagi satuan kerja dengan anggaran di atas 1 milyar terbaik yang dilayani oleh KPPN Blitar. Setelah mendapatkan prestasi diakhir tahun 2016, IAIN Tulungagung mendapatkan amanat untuk berproses menuju kampus badan layanan unum (BLU) pada awal 2017.

Badan Layanan Umum (BLU) merupakan salah satu paradigma tentang daya kelola keuangan. Paradigma ini dimaksudkan untuk memangkas ketidak efesienan dalam hal pengelolaan keuangan. BLU berfungsi sebagai badan yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. Segala bentuk pengadaan, pengelolaan dan hasil yang didapat akan masuk dalam kas suatu instansi itu sendiri. Secara umum, suatu instansi yang telah menggunakan sistem ini dapat mengatur keuangan secara mandiri.

baca baca
Kanthong

UKM Larantuka dan UKM Sekar Kusir Koalisi Gelar Festival Seni Budaya

IMG-20170407-WA0004

Tulungagung- Dua hari berturut-turut , Senin (03/04/17) s/d Selasa (04/04/16), Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) Larantuka (musik, red) dan Sekar Kusir (seni rupa, red) menyelenggarakan festival seni dan budaya di Aula utama IAIN Tulungagung. Selain mahasiswa, festival ini dihadiri banyak seniman dari dalam maupun luar Tulungagung. Festival ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas dan cinta mahasiswa terhadap seni dan budaya. Festival ini mengusung tema yang filosofis, yakni, “Sedang dalam Nirwana”.

“Tema festival ini adalah “Sedang dalam Nirwana”. Nirwana adalah surga, dan surga merupakan suatu keindahan” sebelum berkarya harus berimajinasi yang indah-indah untuk menghasilkan karya yang indah pula”, ujar ketua umum Larantuka Ahmad Nur Fikri.

Kegiatan seperti ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan oleh mahasiswa IAIN Tulungagung. Apalagi kegiatan ini diprakarsai dua UKM cabang seni dan mampu menarik minat seni mahasiswa. Festival ini sebenarnya ingin menggandeng seluruh UKM seni yang ada di IAIN Tulungagung. Namun masih ada beberapa kendala sehingga saat ini masih belum mampu terealisasi. “Kemarin sebenarnya pengen sama UKM Theater juga, tapi kayaknya mereka masih repot. Mungkin next event kami akan menggandeng semua”, ujar Ahmad Nur Fikri lagi di sela-sela kesibukannya ketika di wawancara Selasa malam.

UKM Larantuka maupun Sekar Kusir berusaha menyelenggarakan acara ini dengan sangat matang. Terbukti dari berbagai persiapan yang telah dilakukan. “Persiapan yang dilakukan dari Sekar Kusir sendiri membuat karya sketsa hingga bimbingan dengan para seniman. Sedangkan, dari larantuka itu latihan band, karawitan, gamelan”, kata Syamsu Dhuha panitia dari UKM Sekar kusir.

Acara ini menampilkan kesenian mulai dari tradisional hingga kontemporer. “Banyak kerjasama yang kami lakukan mulai dengan komunitas blues, musik jazz, hip-hop, seniman lukis, komunitas seni tradisional dan sebagainya”, tambah Fikri.

Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya, festival ini juga memberikan edukasi pengetahuan seni. Pada malan pertama, ada workshop tentang alat-alat musik sekaligus pertunjukan perkusi. Pada malam terakhir sebelum penutupan festival ini mengadakan seminar musik yang di isi oleh bapak M. Ridho, MA. Beliau merupakan salah satu dosen seni di IAIN Tulungagung.

Dalam acara ini banyak mahasiswa dan para seniman dari luar Tulungagung yang diundang. Seperti mahasiswa seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Malang (UM). Selain mahasiswa, mereka juga mengundang berbagai seniman yang ada di Tulungagung dan luar Tulungagung, salah satunya komunitas seni Dewi Sri.

“Selain mahasiswa IAIN banyak yang kami undang, mulai dari seniman-seniman, teman-teman ISI Yogja, UM, teman-teman UB ya yang insyaalloh malam ini akan hadir”, ujar Fikri.

Di akhir acara sebelum penutup, di putarkan video dokumentasi berdurasi 30 menit. Video ini mendokumentasi persiapan panitia mulai awal hingga terselenggaranya festival. Tentu ini merupakan bentuk apresiasi terhadap panitia yang telah menyukseskan festival tersebut.

Kedepannya festival ini diharapkan menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Tidak hanya dua UKM yang bekerjasama namun berusaha menggandeng seluruh UKM seni yang ada di IAIN Tulungagung. “Harapannya ke depan mampu mengajak seluruh UKM seni di IAIN untuk membuat event seperti ini”, ujar Fikri menutup wawancaranya dengan crew Dimensi. []

baca baca
Kanthong

HMJ PAI IAIN Tulungagung Gelar Olimpiade Tingkat SLTA

IMG-20170328-WA0014

Tulungagung, Sabtu (25/03/2017) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menggelar Olimpiade PAI tingkat SLTA Se-Karisidenan Kediri dengan tema Meningkatkan Potensi Melalui Kompetensi Sebagai Upaya Membentuk Generasi yang Cerdas Berkualitas dan Berkarakter Islami. Acara diselenggarakan selama dua hari, 25 Maret untuk pembukaan, dan 27 Maret sebagai penutupan kegiatan tersebut.

Pembukaan Olimpiade PAI (OLPAI) berlangsung di Auditorium IAIN Tulungagung pukul 08.15. Dihadiri oleh 74 peserta dari pelbagai lembaga sekolah yang ada di karisidenan Kediri baik SMA dan MA.

baca baca
Kanthong

Dekan Febi Cup 2017 Sukses Terlaksana, Geronimo B Juaranya

16789452_294875047594539_5901370508783386624_n

Tulungagung (25/3), rampung sudah perhelatan akbar Dekan Febi Cup 2017. Futsal Competition yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) IAIN Tulungagung menawarkan hadiah jutaan rupiah dan trofi juara. “Hadiah (uang pembinaan, red) dan trofi”, tegas Indra, ketua Dema Febi saat ditanya hadiah kompetisi futsal tersebut.

Dekan Febi Cup 2017 merupakan kompetisi futsal kedua yang diadakan oleh Dema Febi. Edisi sebelumnya dan yang pertama kali adalah Dekan Febi Cup 2016, yang diselenggarakan oleh Dema Febi periode 2015/2016.

Pihak Fakultas sendiri sangat mendukung event ini. “Iya, mendukung dan memberikan izin, dukungan penuh”, ujar Indra meyakinkan kami saat ditanya terkait dukungan pihak fakultas.

Animo mahasiswa terhadap penyelenggaraan Dekan Febi Cup 2017 cukup tinggi. Terbukti banyaknya jumlah peserta yang berpartisisipasi mencapai 29 tim. Tidak hanya peserta dari dalam IAIN Tulungagung saja, peserta dari kampus luar turut ambil bagian dalam perhelatan tersebut.

“Jumlah tim 29. Peserta dari Unita (Universitas Tulungagung) dua tim, STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Tulungagung dua tim, STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Hutama Abdi Husada satu tim, STIKES Karya Putera Bangsa satu tim, STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Muhammadiyah satu tim”, ujar Indra.

Kompetisi Dekan Febi Cup dilaksanakan di Sumeleh Futsal, Kauman Tulungagung. “Lokasinya yang berbeda”, Indra menunjukkan perbedaan Dekan Febi Cup tahun ini dengan tahun sebelumnya,”tahun ini di Sumeleh Futsal Kauman, tahun lalu di Karangwaru Futsal Center (KFC)”, tambahnya.

Pelaksanaan Dekan Febi Cup 2017 berjalan selama dua hari, terhitung sejak tanggal 24 sampai 25 Maret 2017. Sistem yang digunakan dalam kompetisi adalah sistem knock out, jadi siapa yang kalah tim tersebut langsung gugur.

Pihak panitia sendiri memberikan aturan ‘boleh BON’ untuk menambah semaraknya kompetisi. Seperti yang dikatakan Indra, “Kita memperbolehkan apabila kampus undangan berpartisipasi menggandeng mahasiswa luar kampus mereka, namun masih kampus yang ada di Tulungagung.”

Untuk edisi tahun 2017 ini berhasil menelurkan juara baru yakni tim Geronimo B. disusul kemudian oleh El Zabhir sebagai juara ke dua, dan Akabocu sebagai juara ke tiga. Geronimo B menjadi tim tersukses dalam kompetisi kali ini. Selain menjadi juara umum, tim Geronimo B juga berhasil menyabet gelar topskor pada diri Irfan.

Agenda Dekan Febi Cup terselenggara cukup sukses. Tidak ada kendala berarti selama berjalannya kompetisi. Harapannya semoga Dekan Febi Cup tahun mendatang bisa dilaksanakan kembali dan semakin besar. []

baca baca
Kanthong

Kopma STKIP Studi Banding ke Kopmart IAIN

studi banding

Tulungagung (25/3), Sabtu sore Koperasi Market (KOPMART) Al-Kautsar menyambut kedatangan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Amanah dari Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Tulungagung. Kopma Amanah merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang koperasi. Kunjungan ini sebagai studi banding usaha perbaikan Kopma Amanah kedepannya.

Anggota Kopma Amanah yang bisa dikatakan pasif, menjadi pemicu utama dilaksanakannya kunjungan ini. Triesna Vera Kofia selaku Ketua Umum Kopma Amanah mahasiswi semester 4 jurusan Pendidikan Ekonomi menerangkan, “Latar Belakang Kopma Amanah STKIP Tulungagung berkunjung ke Kopmart Al-Kautsar, saya sebagai ketua angkatan tahun ini melihat kondisi kopma di STKIP masih belum bisa ditata dengan benar. Keinginan saya itu tanya-tanya ke IAIN bagaimana kepengurusannya, transaksinya bagaimana, agar Kopma Amanah bisa ikut berkembang”

Sharing ilmu dan pengalaman dimulai pukul 3 sore di ruang fotocopy Kopmart Al-Kautsar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Kunjungan Kopma Amanah merupakan kali pertama dilakukan tahun ini. Kunjungan dalam kesempatan kali ini dihadiri 10 orang, diantaranya 8 pengurus dan 2 anggota. “… kami berjumlah 10 orang. masih ada teman-teman pengurus yang belum datang…”, ujar Palupi Mahasiswi semester 4 jurusan Pendidikan Ekonomi.

Fedra Arga Ludika, Ketua Umum Kopmart Al-kautsar, dalam diskusi menerangkan bagaimana memanajemen Kopmart,” Bahwasannya dalam setiap kepengurusan memegang bidangnya masing-masing. Seperti, Bidang Usaha, Bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA), Bidang Litbang, dan Bidang Audit”.
“Penjadwalan jaga kami mengambil jam kosong anggota dan pengurus untuk mendampingi anggota. Jadi, sebelumnya kami mengadakan pertemuan. Untuk pencatatan transaksi setiap harinya, kami membuat buku yang isinya nama barang, jumlah, dan harga. Setelah menjelang sore hari pukul 4 itu diadakan rekap hasil penjulan hari ini” tambah Arga.

Forum  diskusi berjalan dengan lancar dan terlihat begitu mengalir. Rekan-rekan Kopma STKIP maupun Kopmart IAIN tak sungkan saling bertukar pengalaman dan jaringan.

“Harapan atas kunjungan ini dapat menginspirasi Kopma Amanah memulai kembali memperbaiki struktur kepengurusan. Selain dari pada itu, dapat menjalin kerja sama dengan Kopma Se-Tulungagung”, ujar Vera menyampaikan harapan. []

baca baca
1 12 13 14 15
Page 14 of 15