close

Newscamp

Cangkruk

Nobar Film Usulan Sang Jendral

7d8b4c3bc50471c093a4747a0b1113c1–adults-only-signs

Dimensipers.com 28/09. Rabu 27 September 2017, Resimen Mahasiswa (MENWA) IAIN Tulungaggung mengadakan nonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September (G30S). Acara bertempat di gedung Syaifudin Zuhri lantai 6. Banyak mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam pemutaran film ini. Bahkan tidak hanya mahasiswa dari kampus IAIN Tulungagung saja tetapi juga dari pihak luar kampus turut serta.

baca baca
Cangkruk

DEMA-I Gelar Inagurasi Sebagai Ajang Pengenalan UKM

22052639_1693807670682023_1231062715_n

 

Dimensipers.com 26/08. Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) IAIN Tulungagung menggelar acara inagurasi pada tanggal 26/09, dengan tujuan mengenalkan kepada Mahasiswa Baru (maba) tentang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Acara tersebut masih berhubungan dengan acara PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan).

baca baca
BelajarSastra

Malam Sajak dan Cipta Puisi sebagai Wujud Nasionalisme

IMG-20170809-WA0011

Lumajang, (06/17). Konflik dalam setiap negara memiliki warna tersendiri bagi masyakaratnya, tidak luput juga Indonesia. Masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda memiliki pemahaman tersendiri dalam menyikapinya. Sehingga perlulah suatu wadah agar pemuda Indonesia lebih mengayomi masyarakat untuk mewujudkan suatu perdamaian.

Sakolah Syair yang berdiri pada tanggal 27 Juni 2017 menggelar acara Malam Sajak. Acara ini diselenggarakan selama dua hari 05-06 Agustus 2017. Tema yang diusung adalah “Menebar Kerinduan Dalam Perdamaian”. Acara ini dilaksanakan di Dusun Cerme Desa Jatisari Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Tepatnya di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Bermain (KB) Asalam.

“Saya mendirikan Sakolah Syair ini beberapa bulan lalu. Sekolah ini berdiri karena banyaknya konflik yang melanda Indonesia akhir-akhir ini. Saya melihat masyarakat itu bingung harus berpihak kemana? Ternyata ketika saya amati bukan aliran-aliran yang sekarang dikenal seperti aliran Radikalisme yang membuat masyarakat bingung. Tetapi, kurangnya pemuda yang mau berbaur dengan masyarakat. Sehingga perlulah sekolah ini membentuk pemuda yang memiliki rasa mengayomi dan berbaur dengan masyarakat.” tutur Sari mahasiswi semester 7 jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jember (UNEJ) selaku pendiri Sakolah Syair.

Budaya Jawa asli yang masih kental sebagai alasan Lumajang dipilih dalam malam sajak.  “Keunikan dari Lumajang menurut saya sendiri dimana para orang tuanya  masih mempertahankan  budaya Jawa.” tutur Lek Dah (Dahri) selaku pemateri dan penggagas tema malam sajak.

Acara malam sajak Sakola Syair ini merupakan agenda pertama yang digelar. Acara ini juga sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan kegiatan dan karya yang dihasilkan para pecinta sastra Se-Jawa Timur.

Sesi pertama dimulai pukul 22.30 WIB digunakan untuk membahas teknik penulisan sastra salah satunya adalah puisi. Pembukaan disampaikan Vita selaku pengurus PAUD “KB” Asalam. Sesi Kedua dimulai esok hari pukul 08.00 WIB. Sesi kedua merupakan praktik dari teknik yang telah diperoleh pada sesi pertama yaitu pembuatan karya tulis sastra.

Peserta yang hadir pun cukup antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. “Saya senang mendapatkan suatu ilmu dan mendapatkan teman baru dengan karakter yang berbeda. Harapan setelah ini Sakola syairnya dapat merekrut anggota-anggota lain yang berkomitmen dan berkompeten.” tutur Diki mahasiswa semester 7 jurusan Pendidikan Luar Sekolah UNEJ.

Acara inipun juga tidak luput hambatan baik dari segi perencanaan maupun peserta. “Kendala yang kita hadapi sekarang dari segi Planing dan peserta. kita sudah lama membuat konsep seperti ini namun baru saja bisa terlaksana. Selain itu, karena juga baru  saja berdiri Sakola Syair orang belum banyak mengenal. Peserta banyak yang daftar namun beberapa ada yang izin karena juga memiliki agenda yang bertepatan dengan acara ini.” ujar Sari

dok. Ania

“Harapan saya setelah acara ini dapat menghasilkan produk sebuah karya buku. Di mana kita sebagai pembaca orang lain tetapi orang lain juga membaca karya kita.” tambahnya.

Pemuda Indonesia merupakan aset bangsa demi kemajuan negara. Sehingga diperlukan wadah bagi pemuda Indonesia untuk mengeluarkan aspirasinya. Ketika mulut dibungkam tulisan merupakan senjata ampuh untuk menegakkan aspirasi. Solusi tepat adalah mendukung setiap gerakan pemuda positif demi membentuk rasa solidaritas terhadap sesama. []

baca baca
CangkrukNewscamp

IAIN Tulungagung Gelar Wisuda ke-5 Tahun Akademik 2017/2018

IAIN_Tulungagung_Mewisuda_875_Mahasiswa_1_-_Copy

Dimensipers.com. 9/17. Sabtu pagi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menggelar acara wisuda ke-5 tahun akademik 2017/2018. Acara ini masih satu rangkaian dengan wisuda ke-4 yang digelar pada bulan April lalu. Ada perbedaan antara wisuda gelombang pertama dengan yang kedua jika dilihat dari tahun akademik. Bila wisuda ke-4 tepat berada dalam tahun akademik 2016/2017. Sedangkan wisuda ke-5 berada dalam tahun akademik 2017/2018.

baca baca
Cangkruk

Sengkarut Distribusi Buku Sumbangan Maba PBAK 2017

IMG_20170815_063051

Dimensipers.com, 15/08. Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua diisi dengan pengumpulan buku sebagai salah satu agenda. Aswar, Mahasiswa Baru (Maba)  jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) mengungkapkan buku yang diminta sesuai fakultas dan jurusan masing-masing.

baca baca
Cangkruk

Di Balik Kericuhan PBAK 2017

db1e0c8c-62fb-41ad-9df5-4e67c622d18a

Dimensipers.com, 15/08. Pada hari kedua PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, pagi buta satu-persatu Mahasiswa Baru (maba) mulai berdatangan. Kedatangan maba disambut dengan orasi oleh panitia PBAK di atas podium. Serta tak luput dari teriakan Koordinator Lapangan (Korlap) gerbang. Mereka berkumpul membentuk barisan berdasarkan kelompok di lapangan. Lengkap beserta atribut PBAK.

baca baca
Belajar

Menguak Makna Atribut PBAK 2017

20799870_1392478534120605_834300949829518842_n

Dimensipers.com, 14/08. Istilah OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik Kemahasiswaan) kini telah berganti nama menjadi PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan). Sekilas perubahan nama OPAK menjadi PBAK membawa angin segar untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Anggapan tersebut digunakan untuk menghapus pandangan masyarakat tentang pengenalan kampus yang identik dengan pembullian. Namun, pada kenyataannya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung prosedur maupun atribut yang digunakan oleh mahasiswa sama dengan yang digunakan ketika OPAK tahun lalu.

baca baca
CangkrukDimut

PBAK IAIN Tulungagung Kena Buli Netizen

WhatsApp Image 2017-08-03 at 13.00.13

Setiap awal penerimaan mahasiswa baru kampus-kampus tentu akan mengadakan pengenalan akademik atau yang dahulu disebut orientasi pengenalan akademik (Opak). Begitu juga dengan IAIN Tulungagung, juga melakukan Penerimaan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Hajat besar ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 sampai 17 Agustus 2017. Rincian 14-15 Agustus untuk PBAK Institut dan 16-17 Agustus untuk PBAK Fakultas.

baca baca
Cangkruk

KBM Pertanyakan Legalitas Tandatangan Dema-I Periode 2017/18

10991550_1375607546094738_6012971928325174374_o

Dimensipers.com (26/7). Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dikejutkan dengan sebuah surat delegasi yang ditandatangani oleh Presiden Dema-I terpilih periode 2017/18. Pasalnya, dalam rentang waktu yang cukup lama setelah terpilihnya Presiden Dema-I yang baru, sampai sekarang belum resmi di lantik. Oleh karena itu, menurut aturan yang sudah ada belum sah dikatakan sebagai Presiden Dema. Sehingga belum legal menandatangani surat-surat resmi kelembagaan.

baca baca
Cangkruk

Menanti Persiapan PBAK 2017

10991550_1375607546094738_6012971928325174374_o

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang dulu dikenal dengan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) akan dilaksanakan pada tanggal 14-18 Agustus 2017. Melihat waktu yang semakin mendekati kegiatan, ternyata belum ada persiapan yang matang terkait penyelenggaraan. Sebaliknya, sebagian Mahasiswa Baru (MABA)  sudah mulai bertanya sana-sini perlengkapan apa saja yang digunakan untuk PBAK.

“Kalau tanggalnya sudah tahu, yang belum tahu itu apa saja yang harus dibawa”, ujar Nila salah satu Maba jurusan Perbankan Syariah (PS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Informasi PBAK yang belum pasti ternyata dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Penyebaran informasi yang tidak benar seperti adanya penarikan biaya dan perlengkapan PBAK yang harus dibawa mulai beredar. Salah satunya melalui grup WhatsApp mahasiswa baru yang semakin menjamur. Grup yang sebenarnya dibuat sebagai media mahasiswa baru memperoleh informasi.

“Banyak beredar kabar bahwa properti PBAK sudah ditetapkan. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa PBAK akan ada penarikan biaya. Info ini saya peroleh dari grup-grup mahasiswa baru. Ternyata setelah saya teliti grup-grup mahasiswa baru banyak menyebarkan berita Hoax”, ujar Rahma Mahasiswi semester 4 jurusan Akidah Filsafat Islam (AFI) Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah (FUAD).

Beredarnya informasi yang tidak benar tentang PBAK, Nur Efendi selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama angkat bicara. Lewat WhatsApp Nur Effendi berpesan, “Nunut gih….Kepada MABA 2017, tdk ada tarikan sepeserpun dlm pelaksanaan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) yg dulu dikenal dg nama OSPEK. Jk ada oknum yg menyuruh membayar, mentransfer, dll… mhn TDK DILAYANI. Pelaksanaan PBAK 14 sd 17 Agustus 2017. Waspada dg PENIPUAN…. (Tidak ada tarikan sepeserpun dalam pelaksanaan PBAK yang dulu kita kenal dengan nama OSPEK. Jika ada oknum yang menyuruh membayar, mentransfer, dan lain-lain mohon tidak dilayani. Waspada dengan Penipuan).

Belum adanya persiapan PBAK tingkat institut juga ditengarai karena pengurus baru Dema-I periode 2017/18 belum dilantik. Padahal Dema-I sebagai lembaga tertinggi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) memegang peranan penting dalam penyelenggaraan dan koordinasi dengan lembaga KBM di bawahnya untuk mensukseskan PBAK.

Belum adanya koordinasi, dibuktikan nihilnya penyebaran surat permohonan delegasi atau pemberitahuan dari Dema kepada lembaga di bawahnya. Apabila mengaca OPAK tahun 2016, satu bulan sebelum pelaksanaan sudah ada perekrutan kepanitiaan OPAK.

Menurut Ismail, Presiden Dema Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Tulungagung periode 2017/18 menyatakan bahwa persiapan untuk PBAK Institut masih dalam tahap pemrosesan. Konsep tema yang akan diusung pun masih dalam taraf pembentukan.

Bila dibandingkan dengan PBAK Fakultas, PBAK Institut bisa dibilang kalah jauh. Sebagian penyelenggara PBAK tataran fakultas, sudah memiliki persiapan yang matang baik dari segi materi yang akan disampaikan maupun konsep kegiatan. Salah satu contohnya adalah Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah (FUAD).

“Terkait materi dan tema sudah dirancang. PBAK Fakultas sudah dibentuk lama. Awal rapat PBAK kita lakukan bulan Ramadhan kemarin. Untuk rapat kedua selesai tanggal 8 Juli 2017.  Rapat ketiga ini tinggal menuntaskan semua yang sudah dirancang ”, tutur Rahma.

Mengingat PBAK Institut adalah agenda besar KBM, seharusnya persiapan sudah dimulai dari jauh-jauh hari. Apalagi jumlah peserta PBAK tahun ini mencapai 4.500-an mahasiswa. Semoga persiapan PBAK Institut segera dilaksakan demi kesusksesan bersama. []

baca baca
1 12 13 14 15 16 17
Page 14 of 17