close

Newscamp

CangkrukDimut

PBAK IAIN Tulungagung Kena Buli Netizen

WhatsApp Image 2017-08-03 at 13.00.13

Setiap awal penerimaan mahasiswa baru kampus-kampus tentu akan mengadakan pengenalan akademik atau yang dahulu disebut orientasi pengenalan akademik (Opak). Begitu juga dengan IAIN Tulungagung, juga melakukan Penerimaan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Hajat besar ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 sampai 17 Agustus 2017. Rincian 14-15 Agustus untuk PBAK Institut dan 16-17 Agustus untuk PBAK Fakultas.

read more
Cangkruk

KBM Pertanyakan Legalitas Tandatangan Dema-I Periode 2017/18

10991550_1375607546094738_6012971928325174374_o

Dimensipers.com (26/7). Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dikejutkan dengan sebuah surat delegasi yang ditandatangani oleh Presiden Dema-I terpilih periode 2017/18. Pasalnya, dalam rentang waktu yang cukup lama setelah terpilihnya Presiden Dema-I yang baru, sampai sekarang belum resmi di lantik. Oleh karena itu, menurut aturan yang sudah ada belum sah dikatakan sebagai Presiden Dema. Sehingga belum legal menandatangani surat-surat resmi kelembagaan.

read more
Cangkruk

Menanti Persiapan PBAK 2017

10991550_1375607546094738_6012971928325174374_o

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang dulu dikenal dengan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) akan dilaksanakan pada tanggal 14-18 Agustus 2017. Melihat waktu yang semakin mendekati kegiatan, ternyata belum ada persiapan yang matang terkait penyelenggaraan. Sebaliknya, sebagian Mahasiswa Baru (MABA)  sudah mulai bertanya sana-sini perlengkapan apa saja yang digunakan untuk PBAK.

“Kalau tanggalnya sudah tahu, yang belum tahu itu apa saja yang harus dibawa”, ujar Nila salah satu Maba jurusan Perbankan Syariah (PS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Informasi PBAK yang belum pasti ternyata dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Penyebaran informasi yang tidak benar seperti adanya penarikan biaya dan perlengkapan PBAK yang harus dibawa mulai beredar. Salah satunya melalui grup WhatsApp mahasiswa baru yang semakin menjamur. Grup yang sebenarnya dibuat sebagai media mahasiswa baru memperoleh informasi.

“Banyak beredar kabar bahwa properti PBAK sudah ditetapkan. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa PBAK akan ada penarikan biaya. Info ini saya peroleh dari grup-grup mahasiswa baru. Ternyata setelah saya teliti grup-grup mahasiswa baru banyak menyebarkan berita Hoax”, ujar Rahma Mahasiswi semester 4 jurusan Akidah Filsafat Islam (AFI) Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah (FUAD).

Beredarnya informasi yang tidak benar tentang PBAK, Nur Efendi selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama angkat bicara. Lewat WhatsApp Nur Effendi berpesan, “Nunut gih….Kepada MABA 2017, tdk ada tarikan sepeserpun dlm pelaksanaan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) yg dulu dikenal dg nama OSPEK. Jk ada oknum yg menyuruh membayar, mentransfer, dll… mhn TDK DILAYANI. Pelaksanaan PBAK 14 sd 17 Agustus 2017. Waspada dg PENIPUAN…. (Tidak ada tarikan sepeserpun dalam pelaksanaan PBAK yang dulu kita kenal dengan nama OSPEK. Jika ada oknum yang menyuruh membayar, mentransfer, dan lain-lain mohon tidak dilayani. Waspada dengan Penipuan).

Belum adanya persiapan PBAK tingkat institut juga ditengarai karena pengurus baru Dema-I periode 2017/18 belum dilantik. Padahal Dema-I sebagai lembaga tertinggi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) memegang peranan penting dalam penyelenggaraan dan koordinasi dengan lembaga KBM di bawahnya untuk mensukseskan PBAK.

Belum adanya koordinasi, dibuktikan nihilnya penyebaran surat permohonan delegasi atau pemberitahuan dari Dema kepada lembaga di bawahnya. Apabila mengaca OPAK tahun 2016, satu bulan sebelum pelaksanaan sudah ada perekrutan kepanitiaan OPAK.

Menurut Ismail, Presiden Dema Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Tulungagung periode 2017/18 menyatakan bahwa persiapan untuk PBAK Institut masih dalam tahap pemrosesan. Konsep tema yang akan diusung pun masih dalam taraf pembentukan.

Bila dibandingkan dengan PBAK Fakultas, PBAK Institut bisa dibilang kalah jauh. Sebagian penyelenggara PBAK tataran fakultas, sudah memiliki persiapan yang matang baik dari segi materi yang akan disampaikan maupun konsep kegiatan. Salah satu contohnya adalah Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah (FUAD).

“Terkait materi dan tema sudah dirancang. PBAK Fakultas sudah dibentuk lama. Awal rapat PBAK kita lakukan bulan Ramadhan kemarin. Untuk rapat kedua selesai tanggal 8 Juli 2017.  Rapat ketiga ini tinggal menuntaskan semua yang sudah dirancang ”, tutur Rahma.

Mengingat PBAK Institut adalah agenda besar KBM, seharusnya persiapan sudah dimulai dari jauh-jauh hari. Apalagi jumlah peserta PBAK tahun ini mencapai 4.500-an mahasiswa. Semoga persiapan PBAK Institut segera dilaksakan demi kesusksesan bersama. []

read more
Cangkruk

Kinerja SEMA-DEMA (Dianggap) Stagnan, Banyak Lembaga Menuntut Perubahan

no thumb

Dimensipers.com 09/06- Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) dan Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) masa jabatan 2016/2017 telah menuai ketidakprofesionalan dalam kinerja.

Ketidakprofesionalan ini membuat empat belas ketua lembaga Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) IAIN Tulungagung melakukan pernyataan sikap atas hal itu. “pernyataan sikap ini adalah bentuk kekecewaan yang dirasakan beberapa lembaga tentang keberlangsungan konstitusi di dalam tubuh KBM IAIN Tulungagung” terang Anggun ketua MAPALA saat ditemui oleh Dimensi.

DEMA-I dan SEMA-I yang menjadi konstitusi tertinggi di kampus peradaban dan dakwah. Di rasa kurang bertanggungjawab dengan roda kegiatan yang telah diamanahi. selama satu tahun program kerja hanya menjalankan Roda organisasi ala kadarnya saja. Selain itu, kabinet yang sudah diterakan pada pengurusan DEMA juga di rasa kurang menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Begitu juga pada jajaran legislatif SEMA.

Fenomena ini sangat berpengaruh di dalam keadaan tubuh KBM IAIN Tulungagung. Yang mana, harapan dan cita-cita tinggi menjadikan kampus peradaban dan dakwah tidak akan seimbang. Dikarenakan proses tagungjawab di rasa kurang pada institusi paling tertinggi di kampus.

Kekecewaan atas kinerja DEMA-I dan SEMI-I membuat empat belas lembaga dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Dewan Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) melakukan pernyataan sikap. Inilah pernyataan sikap yang dibuat:

KAMI YANG BERTANDATANGAN DIBAWAH INI KETUA LEMBAGA KELUARGA BESAR MAHASISWA IAIN TULUNGAGUNG MENYATAKAN SIKAP TENTANG FENOMENA YANG TERJADI DI DALAM TUBUH ORGANISASI KELUARGA BESAR MAHASISWA IAIN TULUNGAGUNG YANG KAMI RASA BANYAK SEKALI PENYIMPANGAN SERTA KETIDAKJELASAN DALAM MENJALANI RODA ORGANISASI.

TERJADINYA BANYAKNYA BENTUK-BENTUK KEPUTUSAN SERTA KECURANGAN-KECURANGAN YANG TERJADI DI TUBUH ORGANISASI KELUARGA BESAR MAHASISWA IAIN TULUNGAGUNG, BAIK DI DEMA-I DAN SEMA-I IAIN TULUNGAGUNG, YAITU :

Terjadinya sistem kongres yang tidak berasaskan demokrasi untuk mahasiswa, yang terbukti adanya golongan Organisasi Ekstra Kampus yang menaungi untuk memenangkan hal tertentu yang tidak mengikuti kebutuhan Lembaga Intera Keluarga Besar Mahasiswa IAIN Tulungagung.

Tata kerja Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) IAIN Tulungagung yang tidak jelas fungsionlanya bagi kegiatan lembaga Intra Kampus terbukti kegiatannya hanya untuk menghabiskan anggaran DPP dan tidak ada muatan pembelajaran bagi Mahasiswa IAIN Tulungagung.

Kabinet yang menjadi susunan Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) IAIN Tulungagung hanyalah sebagai struktur kertas yang ada dalam organisasi Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) IAIN Tulungagung dikarenakan yang berjalan tidak lain hanya seperti Lembaga Intern Kampus yang lain. Kabinet hanya sebagai pelengkap dan tidak bekerja sesuai dengan tupoksinya.

Laporan pertanggungjawaban Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) IAIN Tulungagung yang disampaikan pada Kongres IV yang sangat tidak elok dilaksanakan dikarenakan dilaksanakan pada waktu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB yang dirasa tidak layak untuk disampaiakan dikarenakan posisi lembaga yang ingin mengetahui kenerja dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) IAIN Tulungagung tidak dapat ikut mengevaluasi serta menyaksikan laporan pertanggungjawaban tersebut.

Tata kerja Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung yang sangat tidak jelas yang tidak menjalankan fungsionalnya Legislasi Mahasiswa yang terbukti tidak adanya produk hukum yang dikeluarkan serta tidak adanya evaluasi kepada lembaga yang bermasalah serta ketidakmampuan mengadvokasi kebutuhan Lembaga Intern Kampus terhadap Birokasi Kampus IAIN Tulungagunng.

Anggota Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung yang sangat banyak yang seharusnya memepelancar kinerja Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung namun tidak digunakan adanya dikarenakan dianggap bukan anggota yang diinginkan oleh golongan petinggi Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung yang tidak jelas progam kerjanya selama satu periode kepengurusan.

Ketidakberanian Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung untuk membuka dialog langsung dengan seluruh ketua Lembaga Organisasi Intra Kampus untuk mengevaluasi ataupun untuk mengetahui apa saja progam kerja Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung.

Ketikdakberanian mendatangkan ketua Lembaga Organisasi Intra Kampus dalam SIDANG PARIPURNA Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung yang terindikasi adanya sistem REZIM.

Payung hukum Keluarga Besar Mahasiswa IAIN Tulungagung yaitu AD/ART yang tidak pernah dibagikan kepada seluruh Ketua Lembaga Keluarga Besar IAIN Tulungagung yang mana hal tersebut merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi dan terindikasi originalitas AD/ART hasil Kongres Mahasiswa diragukan adanya.

Komisi Pemiihan Umum yang masih dipegang anggota Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Tulungagung yang belum memiliki SK dan selaku Lembaga Legislatif Mahasiswa tidak boleh menjadi Komisi Pemilihan Umum yang akan mempengaruhi Independenitas Komisi Pemilihan Umum tersebut.

Dari fakta-fakta yang kami temukan di atas, kami atas nama ketua lembaga Keluarga Besar MAHASIswa IAIN TULUNGAGUNG menuntut,

Diadakannya audiensi besar tentang kinerja Lembaga Eksekutif dan Lembaga Legislatif Mahasiswa dengan dihadiri REKTOR IAIN TULUNGAGUNG, WAKIL REKTOR URUSAN MAHASIWA DAN KEDiadakannya audiensi besar tentang kinerja Lembaga Eksekutif dan Lembaga Legislatif Mahasiswa dengan dihadiri REKTOR IAIN TULUNGAGUNG, WAKIL REKTOR URUSAN MAHASIWA DAN KERJASAMA, Seluruh DEKAN dan WAKIL DEKAN URUSAN MAHASISWA DAN KERJA SAMA, Seluruh ANGGOTA KABINET DEMA-I periode 2016/2017, seluruh ANGGOTA SEMA-I, seluruh Ketua DEMA-F, Seluruh Ketua HMJ dan seluruh Ketua UKM.
MENUNTUT yang mengisi KABINET DEMA-I diadakan open recreutmen yang ditangani langsung oleh PANSUS yang terdiri dari perwakilan Lembaga Intern Kampus
MENUNTUT SIDANG PARIPURNA DIHADIRI oleh SELURUH KETUA LEMBAGA untuk mengawal kepengurusan serta laporan pertanggungjawaban.
MEMBENTUK DEWAN ISTIMEWA KELUARGA BESAR MAHASISWA yang terdiri atas SELURUH KETUA LEMBAGA KELUARGA BESAR MAHASISWA yang berfungsi untuk mengawasi kinerja SEMA-I dan DEMA-I.
MENOLAK PEMILU RAYA MAHASISWA sampai AD/ART Keluarga Besar Mahasiswa dibagiakan keseluruh Ketua Lembaga Intra Kampus dan sebelum diadakannya Audiensi Besar.
MENOLAK PEMILU RAYA MAHASISWA diadakan pada waktu yang dirasa sudah tidak aktif waktu perkuliahan.
MENOLAK KOMISI PEMILIHAN UMUM untuk melaksanakan PEMILU RAYA dan membentuk KOMISI PEMILIHAN UMUM BARU pada waktu Audiensi Besar.

 

read more
Cangkruk

SEMA-I Perlu Membuat UU Tata Cara Persidangan

IMG-20170526-WA0006

Dimensipers.com (26/5) – Kamis (25/5) menjadi hari pertama pelaksanaan Kongres Mahasiswa ke IV, setelah sebelumnya terjadi penundaan dua kali. Kongres yang diikuti oleh seluruh lembaga dibawah naungan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM).

Persidangan kongres dimulai pukul 14.10 WIB, mundur satu jam dari waktu yang disepakati hari Selasa, ketika persidangan akan diundur. Agenda persidangan membahas Ketetapan Susunan Agenda Kongres, Tata Tertib (Tatib) Kongres, Tatib Pimpinan Kongres, dan Pemilihan Pimpinan Sidang Kongres Mahasiswa ke IV.

read more
Cangkruk

Peringati Hari Jadi, HMJ Tadris Biologi Gelar Festival Budaya

IMG-20170526-WA0002

Dimensipers.com (25/05).  Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Biologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menggelar Peringatan Hari Jadi yang ke-2. Tema yang diusung “Our Cultur Diversity”. Acara ini dilaksanakan di gedung KH. Saifuddin Zuhri IAIN Tulungagung.

Jurusan Tadris Biologi merupakan jurusan baru. Ini merupakan tahun kedua sebagai perayaan lahirnya. Peringatan hari jadi ini merupakan agenda pertama kali digelar. Pukul 13.00 WIB acara dimulai. Sesi pertama ini menampilkan Fashion Show yang diikuti oleh 9 peserta. Pukul 17.00 WIB acara diberhentikan kemudian pukul 19.00 WIB acara dimulai kembali. Sesi kedua menampilkan Festival Budaya yang dibawakan oleh paguyuban “NUSAWARASA” asal kecamatan Panggul, Trenggalek. Sekaligus pemaparan  foto dari peserta lomba Fotografi. Acara ini diikuti oleh mahasiswa IAIN Tulungagung sendiri dan umum.

Tujuan diadakannya acara ini selain daripada sebagai peringatan hari jadi. Juga, sebagai ajang memadukan budaya kampus dengan budaya Biologi. Seperti yang kita tahu Biologi diidentikkan dengan lingkungan. Sehingga untuk melaraskan budaya kampus yang identik dengan Keagamaan Tadris Biologi mencoba menghubungkan.

“Sesuai dengan temanya yaitu “Our Cultur Diversity”, kami kuliah di IAIN dan mahasiswa Tadris Biologi, kami ingin memadukan budaya IAIN  dengan budaya Biologi. Disini ada 2  Kategori lomba yaitu Fashion Show, dan Fotografi. Didalamnya itukan ada Hadrah kita padukan menjadi satu kesatuan antara alam.  Sebagaimana Biologi itu selalu diidentikan dengan alam seperti Fashion Show tadi yang berasal dari daur ulang limbah.  Kita mengkolaborasikan  karakteristik mahasiswi IAIN yang berhijab.” Tutur Revik Febriansyah selaku Ketua Pelaksana mahasiswa semester 4 jurusan Tadris Biologi.

Perpaduan antara budaya IAIN Tulungagung dengan budaya Biologi digambarkan lebih spesifik kembali dengan produk yang dihasilkan. Produk hasil daur ulang limbah dikaitkan kembali pada ayat atau hadist yang menjelaskan. Dalam acara ini menyajikan lomba Fotografi dimana bidikannya adalah lingkungan yang tercermar. Pemaparan hasil Fotografi tersebut dikaitkan pada hadist yang menerangkan bahwa “Kebersihan sebagian dari iman.” Sebagaimana yang diterangkan bahwasannya sebagai manusia harus saling mengingatkan dan menyampaikan.

Dalam 3 kategori lomba salah satunya lomba artikel yang sudah diadakan sebelumnya. Namun, baru diumumkan pada malam peringatan hari jadi. Dari ketiga kategori lomba menghasilkan beberapa juara. Juara 1 kategori lomba Fotografi diraih oleh M. Toyib Sulaiman mahasiswa semester 6 merupakan anggota Lembaga Pers Mahasiswa Dimensi. Juara 1 kategori lomba Fashion Show diraih oleh Nisfu Lailiah merupakan mahasiswi semester 6 jurusan Tasawuf Psikoterapi. Juara 1 kategori lomba Artikel lomba diraih oleh Arini Ulfata.

Acara ini juga menuai hambatan baik dari segi pendanaan  maupun perizinan tempat. Selain itu, sebelum diadakan acara ini awalnya Tadris Biologi ingin menggelar Majelis Shalawat. Namun, karena melihat jadwal  pada bulan Mei penuh sehingga dibatalkan. Alternatif selanjutnya Tadris Biologi menggelar acara Jalan Sehat dan Festival Budaya. Setelah dirasa dana yang diperlukan banyak dan dari pihak rektorat keterbatasan dana dan belum lagi mencari sponsor sehingga salah satu harus dilepas.

Dari segi Perizinan tempat Tadris Biologi sudah meminjam Aula Utama sebagai tempat acara. Sebab berbenturan dengan kegiatan Kongres Mahasiswa yang diadakan Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) Tadris Biologi dipaksa pindah ke Aula gedung KH. Saifuddin Zuhri. Pada saat itu persiapan Tadris Biologi kurang H-2.

“Jadi kami berusaha bagaimana agar acara ini tetap berjalan, karena melihat acara ini diikuti oleh mahasiswa IAIN juga diikuti oleh umum. Jadi kami berusaha bagaimana agar kegiatan ini tetap berjalan lancar. Kemarin gedung KH. Saifudin Zuhri rencana dipakai SEMA-I untuk Kongres Mahasiswa namun dari pihak Birokrat disuruh pindah di Aula Utama dan kami disuruh pindah digedung ini. Sehingga, kami merubah konsep dan tatanan panggung yang telah disusun sejak awal. Sebenarnya kan kalau di Aula Utama itu sudah ada panggung kalau disini kan tidak, jadi kita harus pesan panggung dan lain-lainnya.” Tegas Revik menjelaskan hambatan yang dihadapi sebelum acara digelar.

Peserta begitu antusias mengikuti setiap acara. Namun, tidak dukung oleh respon pihak birokrat terhadap acara yang digelar Tadris Biologi. Sehingga dari segi fasilitas masih kurang.

“Acara ini sangat bagus. Dimana kalau saya melihat itu dari penampilan Fashion Show nya itu kan dari bahan-bahan yang gak dipakai terus di daur ulang. Itu keren banget kita lebih belajar lagi bahwa barang-barang yang kita anggap gak bisa dimanfaatkan lagi. Ternyata, dengan tangan-tangan yang kreatif itu menjadi produk yang bernilai ekonomis.” Tutur Hasna menyampaikan tanggapan.

“Harapan kedepan semoga fasilitas-fasilitas yang disediakan  kampus bisa lebih mendukung acara-acara yang kita adakan. Juga masalah pendanaan semoga jangan dipersulit.” Tutur Revik menyampaikan harapan

Bagaimanakah tindakan pihak Birokrat selanjutnya untuk memfasilitasi jurusan yang baru berdiri ? Kita tunggu kabar selanjutnya. []

read more
Cangkruk

Gandeng Perkasa, Genius Selenggarakan Talkshow Perdana

IMG-20170522-WA0013

Talkshow bersama Warung kopi Plus Plus yang diadakan Genius FM (22/5) merupakan event kolaborasi anatara Genius dan Perkasa FM . Talkshow bertema “Berkarya atau Tergerus Zaman” ini digelar dalam rangka menumbuhkan motivasi mahasiswa untuk berkarya.Acara tersebut mendatangkan tokoh-tokoh inspiratif asal Tulungagung yang bisa memotivasi mahasiswa untuk turut berkarya, seperti Ardian Syaf mantan komikus Marvel asal Tulungagung, Andy Bram desainer asal Tulungagung yang telah melalangbuana di Swiss.

Alasan utama Genius mengadakan acara talks show bersama warung kopi plus plus saat ditemui crew Dimensi pasca acara ialah demi meningkatkan eksistensi radio kampus dikalangan luar.

“Saya ingin membuka peluang kerja sama yang bagusuntuk masa datang atau masa depan genius.” Ungkap Edi Suryadi, Manajer Genius Radio

Selain itu Arif Baedowi selaku ketua pelaksana Talkshow menegaskan bahwa acara ini dilakukan sebagai ajang unjuk gigi Genius FM yang selama ini belum pernah membuat even-even besar. “coba-coba sepak terjang radio selama ini belum ada even yang besar” Ungkapnya

Awalnya crew Genius melakoni studi banding ke Perkasa FM. Sepulang dari studi banding mereka berinisiatif untuk menarik kegiatan di Perkasa FM kekampus IAIN Tulungagung. Kemudia mereka mengadakan kerjasama dan bisa akhirnya warung kopi plus plus dapat dilaksanakan di IAIN Tulungagung.

Tema dan rangkaian acara yang diusung dikonsep dari teman-teman Genius, sementara pihak Perkasa hanya berperan mengisi acara inti dan melobi sebagian pembicara yang akan mengisi Talkshow. Dari pihak Genius sendiri mengundang Dede Nurohman, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang juga akademisi di bidang Ekonomi Kreatif, serta Ahmad Zaini, manager Tulungagung Times.

Salah satu crew Genius mengungkapkan perlunya acara ini agar kampus lebih memerhatikan UKK seperti radio kampus. “yaa memang yang kami rasakan sejauh ini selama kita minta seseuatu dari kampus kurang tanggapan dari kampus “ Tambah Edi.

Dengan adanya talkshow tersebut diharapkan mahasiswa IAIN Tulugagung bisa termotivasi untuk terus berkarya, lebih percaya diri walaupun dari kota kecil, karena ada beribu-ribu kemungkinan lahir tokoh-tokoh hebat dari kampus IAIN Tulungagung. Selain itu terselip pengharapan adanya perhatian lebih dari kampus untuk UKK yang sampai saat ini kurang mendapat respon dalam segala kegiatannya.[]

read more
BeritaKanthong

Menyambut Bulan Suci, HMJ TP Prakarsai Ruqyah Masal

IMG_0526

Dimensipers.com. 21/05/2017- Himpunan Mahasiswa Jurusan Tasawuf Psikoterapi (HMJ TP), baru saja usai menyelesaikan ruqyah massal dan pelatihan ruqyah dengan tema, “Menyucikan hati menyambut bulan yang suci” di aula utama IAIN Tulungagung. Sejak pagi panitia sudah bersiap-siap untuk menerima peserta. Peserta yang ikut dalam acara tersebut sebanyak 170 orang dan 20 praktisi ruqyah guna menemani peserta.

Nur Huda, sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk berdakwah serta menguatkan aqidah para peserta. Selain itu ruqyah bisa menjadikan obat dalam kehidupan manusia. Menurut Huda, setiap penyakit yang datangnya dari Tuhan pasti ada obatnya melalui bacaan Al-Qur’an yang tertera pada ruqyah.

“Kami di sini juga ingin mengahpus bawasannya ruqyah itu selalu identik dengan kesurupan, padahal itu tidak. Ruqyah juga bisa digunakan sebagai pengobatan medis.” Ucapnya ketika diwawancarai oleh Dimensi.

Selain menjadi pengobatan, ruqyah bisa dijadikan sebagai harapan untuk ikhlas dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab mendekatkan diri bisa melalui berbagai cara salah satunya seperti ruqyah kali ini.

Saat ditanya esensi dari tema yang di usung, ia menjelaskan bulan ini sangat berdekatan dengan bulan Ramadhan. Untuk itu HMJ TP mempunyai inisiatif menggelar ruqyah masal berguna untuk membersihkan diri manusia dari segala penyakit dan diharapkan bisa khusuk menjalankan puasa ramadhan nantinya.

Ruqyah ini juga salah satu dakwah, ketika sudah selesai acara peserta diberikan cara untuk membentengi diri mereka malalui dzikir dan membaca Al-Qur’an. Ketika acara ruqyah ini tidak sengaja dilaksanakan berdekatan dengan bulan suci ramadhan. Menurut Huda, berguna sekali sebab mereka akan merasa lebih suci dan merasa kehilangan rasa penyakit yang pernah dideritanya serta bisa berlaku khusuk di bulan yang suci.

Acara ini juga salah satu program kerja dari HMJ TP yang di gelar di akhir semester. Menurut Lina L. Azizah, selaku wakil ketua umum menjelaskan kepada Dimensi. Bawasanya acara kali ini sebenarnya tidak disengaja berdekatan dengan bulan ramdhan. Namun, acara ini sudah dirancang sejak bulan November. Ketepatan saja acara kali ini berdekatan dengan bulan suci ramadhan. Maka dari itu, dari pihak HMJ TP merasa lebih tergugah mengadakan acara ruqyah. [Tsalits]

read more
Belajar

Seminar Nasional HMJ Tadris IPS IAIN Tulungagung Hadirkan Ketua Dekranasda Trenggalek

WhatsApp Image 2017-05-21 at 09.13.08

Dimensipers.com.10/5- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menggelar Seminar Nasional. Tema yang diusung adalah ”Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal”. Acara ini dilaksanakan di Gedung KH. Saifuddin Zuhri IAIN Tulungagung.

Pada pukul 10.20 WIB acara ini dimulai. Sebelum pembukaan, ditampilkan pagelaran seni karawitan untuk memperkenalkan budaya Tulungagung kepada peserta seminar. Seminar yang bertujuan menumbuh kembangkan ekonomi kreatif tidak bisa lepas dari budaya setempat. Budaya yang didalamnya terdapat kearifan lokal yang memiliki nilai dan karakteristik daerahnya. Nilai dan karaktersitik ini diterjemahkan kedalam bentuk produk kreatif.  Sehingga perlu adanya wawasan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal ialah ekonomi yang dimulai dari masyarakat, oleh,  dan untuk masyarakat itu sendiri. Ekonomi yang ada dari mulai bahan baku, pekerja, sampai manfaatnya  dirasakan sendiri oleh masyarakatnya.” tutur Arumi Bachsin Ketua Dewan Kerajinan Nasional daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek.

Arumi menyampaikan bahwa penting untuk menekankan tumbuhnya jiwa wirausaha dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM ) sebagai peningkatan ekonomi. Arumi juga menambahkan, “Untuk membantu ekonomi desa, ekonomi kabupaten atau secara luas lagi ekonomi Indonesia, memang harus dari UMKM, memang harus dari seluruh pihak harus bergandengan tangan membangun diri mereka sendiri karena kita tidak harus terus menerus dijejali dengan budaya konsumtif.”

Kreativitas produk masyarakat UMKM ditampung dalam Dekranasda. Produk tersebut dipasarkan secara online dibawah naungan Dekranasda. Sebelumnya, mereka mendapatkan pelatihan sampai mampu membangun UMKM sendiri. Dekranasda hadir karena keputusan pada tanggal 3 Maret 1980. Pada dasarnya dekranasda  dibentuk karena kekhawatiran berkurangnya pengrajin atau pengusaha yang memproduksi budaya lokal.

“Potensi industri kreatif dalam sektor ekonomi kreatif ke depannya akan tetap menjadi sebuah alternatif  penting  dalam  meningkatkan kontribusi dibidang ekonomi dan bisnis, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, media  komunikasi, menumbuhkan inovasi dan kreativitas, dan menguatkan identitas suatu daerah (city branding). Selain itu Budaya harus menjadi basis pengembangannya.Dalam kebudayaan lokal ada yang disebut dengan kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai bermakna,antara lain, diterjemahkan ke dalam bentuk fisik berupa produk kreatif daerah setempat. Ekonomi kreatif tidak bisa dilihat dalam konteks ekonomi saja, tetapi juga dimensi budaya. Ide-ide  kreatif yang muncul adalah produk budaya. Karenanya,strategi kebudayaan sangat menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif.” tutur Sutopo Selaku Ketua Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial.

Berdasarkan pendapat tersebut sehingga jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial mendatangkan Ketua Dekranasda Trenggalek. Kegiatan ini juga sebagai salah satu penguatan matakuliah kewirausahaan bagi mahasiswa IPS.

read more
Kanthong

HMJ KPI Selengarakan Talkshow Asma Nadia

IMG-20170429-WA001

Tulunagung, Selasa (25/4) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Tulungagung mengadakan Talkshow dan Bedah Film dengan tema “Kontribusi Film Islami dalam Memperkaya Budaya Islam”. Acara ini dimulai pukul 08.00 WIB di Gedung Syaifuddin Zuhri Lantai 6 dan dibuka dengan perfom dari panitia yaitu melantunkan lagu. Seminar ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta terdiri dari mahasiswa, siswa SMA dan masyarakat umum.

Acara ini dilatar belakangi dari pandangan teman-teman KPI sendiri bahwasanya industri perfilm-an yang bertemakan dakwah di Indonesia sudah mulai terkikis oleh film Barat. “Maka dari itu, teman-teman berinisiatif mengundang Asma Nadia untuk kembali menghidupkan serta menambah minat masyarakat terutama daerah Tulungagung untuk lebih mensuport film-film Islami”. Ujar Iguh selaku ketua pelaksana dari acara tersebut.

Asma Nadia merupakan sosok penulis yang karyanya bergenre Islami. Salah satu karyanya adalah novel berjudul “Jilbab Traveller” yang sekarang menjadi Best Seller. Dalam novel ini penulis mencoba untuk memotivasi para kaum perempuan agar selalu percaya diri dalam mengenakan jilbab khususnya bagi para Traveller perempuan. Banyak sekali  traveller yang merasa takut untuk mengenakan jilbab ketika berkunjung ke negara – negara yang mayoritas penduduknya non-muslim. “Jadi untuk para perempuan yang senang travelling, jangan merasa tidak percaya diri untuk mengenakan jilbab saat mengunjungi negara yang mayoritas non-muslim”Ujar Asma Nadia pada saat talkshow. Asma Nadia juga mengungkapkan bahwa lewat film – film yang bergenre islami seperti ini  diharapkan dapat memberi motivasi tersendiri untuk membentuk karakter remaja kearah yang lebih baik.

Harapan para panitia setelah terlaksanakanya acara ini adalah besarnya kontribusi film bergenre islami, khususnya di Indonesia dalam membentuk karakter bangsa. Di karnakan banyak nya orang yang merefleksikan film ke dalam kehidupan sehari-hari. []

 

read more
1 7 8 9 10 11
Page 9 of 11