close

Dimar

Opini

Islam dan Longkangan

IMG-20170418-WA0002

Islam mewarnai berbagai ritual dan tradisi masyarakat di Indonesia. Adanya akulturasi antara Islam dan tradisi masyarakat merupakan bukti terbentuknya budaya baru tersebut. Akulturasi ialah bercampurnya dua kebudayaan. Proses bercampurnya dua kebudayaan ini kemudian membentuk kebudayaan baru. Kebudayaan yang merubah pola masyarakat dalam usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan demi tujuan bersama. Seperti halnya membaurkan Islam dalam kearifan lokal sehingga membentuk Islam Jawa.

baca baca
Buku

Yang Sempat Terlupa, Bahasa-Bahasa Di Luar Tutur

FB_IMG_14915586706452049

“Bagaimana kamu mau mengenal bangsamu jika kamu saja tidak paham bahasa apa yang terucap dari sekitarmu?”

Seorang penulis, kiranya sudah sangat biasa bercumbu dengan bahasa. Bahasa menjadi penting sebagai media menyampaikan informasi maupun pesan. Pesan akan mudah disampaikan jika bahasa yang digunakan sesuai dengan tempat dimana bahasa itu bertumbuh. Demikian pula tulisan mempunyai ikatan kuat dengan bahasa untuk saling melilit dan membentuk sejarah bahkan identitas.

Bahasa menjadi identitas suatu kelompok, ras, suku, negara, bahkan perserikatan negara-negara. Bahasa juga mempunyai kekuatan satu sama lain untuk membentuk nasionalisme. Nasionalisme negara juga dapat diwujudkan dengan meciptakan dan menuturkan bahasa yang sama. Sebenarnya tidak hanya bahasa yang mampu menumbuhkan semangat nasionalisme. Namun bahasa masih berada pada urutan atas untuk membentuk nasionalisme, khususnya Indonesia.

baca baca
Buku

Senjakala Kisah Perempuan Korban 65

ilustrasi-pembunuhan

Banyak truk lalu lalang pada hari itu, membawa banyak tapol di atasnya menuju tahanan. Tidak banyak dari mereka yang mengetahui kesalahan apa yang telah diperbuatnya. Mereka hanya bisa menduga mungkin telah terjadi sesuatu di Jakarta.

Di sebuah rumah sakit bersalin di kota Solo, seorang perempuan sedang menyusui anaknya, baru dua hari yang lalu dia dilahirkan. Tiba-tiba lima tentara bersenjata masuk dan menyeret perempuan itu  dari atas ranjangnya. Para tentara lalu melemparkan sang ibu ke atas truk. Ia berteriak-teriak dan menjerit-jerit meminta agar anaknya dapat ia bawa bersamanya. Sialnya, salah satu dari tentara itu menjambak rambutnya dan memutar-mutar kepalanya dengan kasar sebagai jawaban  teriakannya.

baca baca
Opini

Regulasi Payungi Diskriminasi

kaum penghayat

Indonesia memerdekakan diri dan menjadi negara yang diakui secara de facto dan de jure. Setelah tujuh puluh satu tahun merdeka, negara ini lagi-lagi mendapat kebingungan menyoal agama. Iya, saya pikir agama memang akan tetap menjadi perdebatan sepanjang sejarah. Telah terjadi banyak kasus diskriminasi yang berbalik arah menjadi penistaan agama. Tentunya kita tahu sekarang sedang terjadi kasus memanas yang mengatasnamakan agama, tapi saya tidak akan membahas soal itu. Saya akan membuka hukum yang memarjinalkan kaum minoritas khususnya kaum penghayat.

baca baca
Buku

MUI dan Terhalanginya Kebebasan Beragama

52mas-pram-ilustrasi-ahmadiyah
Buku Kala Beragama Tak Lagi Merdeka karya Fawaizul Umam

Komunis dimusuhi karena dikira atheis. Orang atheis dimusuhi karena konsep ketuhanannya berbeda. Orang sudah bertuhan pun tetap dimusuhi karena tuhannya dan tempat ibadahnya tidak sama. Yang tuhannya sudah sama juga dimusuhi karena aliran dan nabinya beda. Tuhan, aliran, dan nabi sudah sama, masih dimusuhi karena tidak puasa. Tuhan, aliran, nabi dan sama-sama puasa tetap dimusuhi karena bersimpati pada pemilik warung yang dagangannya disita karena buka saat puasa. Mari kita sederhanakan saja. Intinya di dunia ini hanya boleh ada Anda, kan?

_Dandhy Laksono_

baca baca
Opini

‘Nasi’ dan Ancaman Kehancuran Papua

unnamed (2)

Manusia adalah mahluk pemakan segalanya. Karena makan, manusia jadi saling memakan dengan sangat rakusnya.

Kembali menghadirkan Mahuze dalam ruang diskusi ada yang beranggapan sudah lewat dan klise untuk dibahas. Tapi, menurut saya celaka jika kita melewatkan diskusi itu begitu saja. Sesungguhnya apa yang terjadi pada suku Mahuze adalah buntut ketakutan umat manusia pada apa yang diramalkan Malthus soal krisis pangan.

Sampai sekarang solusi mengatasi krisis pangan belum juga berhasil. Revolusi hijau jilid I oleh Norman Borlang menuai hasil spektakuler di awal namun gagal mengatasi krisis pangan untuk selanjutnya, begitu juga Revolusi hijau jilid II yang diinisiasi oleh Robert Fradey. Proyek yang justru membawa masalah baru berupa turunnya jumlah air secara signifikan, kerusakan tanah akibat pupuk dan pestisida, gejala keracunan dan kanker menyebar, dan biaya pertanian yang semakin tinggi. [1]

baca baca
Riset

Media Sosial dan Kehidupan Masyarakat

riset

Revolusi industri di Inggris menjadi peluit dimulainya persaingan kecanggihan teknologi. Berbagai macam teknologi diciptakan secanggih mungkin untuk membantu kehidupan manusia. Namun, niatan awal diciptakan teknologi untuk kehidupan manusia, malah membawa efek terhadap ketergantungan manusia terhadap teknologi. Penyakit Nomophobia atau sindrom ketakutan saat tidak ada handphone merupakan salah satu contoh yang terjadi akibat ketergantungan terhadap teknologi.

Jalan kehidupan terus berlanjut, begitu pula dengan teknologi. Perkembangan dunia teknologi seakan tidak pernah bisa di kontrol oleh siapapun. Hal ini membuat manusia seolah harus melayani teknologi itu sendiri. Beragam kecanggihan yang ditawarkan teknologi, telah membuat beragam inovasi untuk mengembangkannya. Perkembangan ini telah menghantarkan pada kecanggihan alat komunikasi.

baca baca
Tokoh

Membaca, Menulis, Merenung, dan Seorang Pemulung

IMG_2001

“Menurut saya orang yang suka membaca iku juga suka menulis, karena menulis itu adalah suatu keniscayaan. Sebodoh-bodohnya orang, kalau dia sudah menulis, itu tidak bisa lagi dikatakan bodoh. Dia itu mempunyai intelektual yang tersembunyi, saya yakin.”

(Edi. S. Pithingan)

 

Masjid itu tampak tidak begitu ramai ketika waktu sudah menunjukan pukul 13.00 WIB, rutinitas sholat berjama’ah di masjid sudah terlewatkan. Meski begitu, masih terlihat belasan orang di serambi masjid untuk sekedar beristirahat atau sekedar berbincang-bincang santai.

baca baca
1 5 6 7
Page 7 of 7