close

Foto

AgendaFotoKlik

Sarasehan Lintas Iman, Upaya untuk Mangarusutamakan Kebhinekaan

IMG-20181124-WA0027

Dimensipers.com – Sabtu, 24 November 2018, Gusdurian Bonorowo mengadakan “Nonton Bareng & Jagongan Toleransi”. Bertempat di Srigading’s Movement (Gusdurian Camp), Dusun Srigading, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merayakan hari toleransi internasional dan merupakan sebuah “upaya untuk mengarusutamakan kebhinekaan.” Ujar Gedhong Maulana Kabir selaku moderator malam itu.

read more
FotoKlik

Merawat ataukah justru memperkosa?

cinta alam (2)

     

Mencuci merupakan satu dari puluhan aktivitas yang dilakukan oleh setiap orang. Saban hari selalu ada yang mengucurkan air ke pakaian kotor mereka, menambahkan dertergen, lalu membilasnya kembali dengan air bersih.

Saat eyang kakungku masih berusia belia, tak jarang ibunya mengajaknya ke sungai membantu membawakan tumpukan baju kotor yang siap dicuci. Sembari bermain air bersama kawan lelaki sebaya. Tidak hanya ibunda dari eyang kakungku disana, ada lebih dari 3 ibu-ibu yang ikut mencuci. Hal ini dilakukan lantaran belum ada akses air masuk ke rumah-rumah warga. Meskipun pada kenyataannya banyak yang memiliki sumur untuk aktifitas yang sama (mencuci, mandi, memasak, dan lai-lain), lebih menarik melakukan hal itu disungai karena dilakukan bersama-sama.

Debit air yang cukup besar namun dangkal, airnya jernih, ditambah lagi hijau dedaunan di area sungai menambah kesejukan bagi penikmatnya.

itu dulu. Saat eyang kakungku masih usia belia, kira-kira 10 tahun usianya waktu itu. Tempo hari beliau telah berpulang, genap diusia 1 abad.

Satu abad kemudian, terhitung dari usia eyang 10 tahun. Aku menemukan hal serupa. Mencuci di sungai, seperti yang dilakukan ibunda eyang kakungku. Senang bukan kepalang, sebab di tempat tinggalku tidak ada sungai yang masih jernih seperti yang aku lihat saat ini. Bedanya, debit airnya tidak terlalu besar, airnya juga tidak jernih seperti yang ada dalam cerita eyang kakung.

Aku tanya salah satu diantara mereka, mengapa memilih mencuci disungai. Jawabnya, jumlah air di rumah tidak cukup digunakan mencuci karena salurannya kecil. Harus pakai selang. Kemudian ku tanya yang lain, jawabannya sama. Ku tanya lagi satunya, sama. Jawabannya sama.

Aku meyusuri bantaran sungai. Tidak jauh dari lokasi mencuci, 120 meter setelahnya ada bilik kecil bertuliskan WC. Di sebelah kanan ku, persis di bibir sungai ada sampah yang menggunung.

Ada apa gerangan dengan alamku? Kenapa berbeda dengan alam eyang buyutku?

Lantas, aku tertunduk. Eyang, yang aku lihat ini merawat tradisi ataukah justru memperkosa hijau jernih semesta?

read more
Foto

Senja di Popoh

Tiga Kosong Purna

Pantai merupakan salah satu tempat rekomendasi untuk melepas beban rutinitas, dan salah satu tempat perburuan para traveler untuk menikmati keindahan alam. Pantai indah Popoh sebagai ikon wisata Tulungagung, bertempat di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Dengan berbagai keindahannya pantai Popoh kerap kali di jadikan sebagai tempat pengadaan event.

Popoh dibangun tahun 1989 lengkap dengan pelabuhannya. Pengelolaan langsung didapuk oleh pemerintah Provinsi.

Namun, yang sangat disayangkan di pantai Popoh ada kerancuan soal kepemilikan. Sejak dibangun, Popoh sudah mengalami empat pergantian kepemilikan. Mulai dari Retjo Pentung, Pemerintah Kabupaten, Dinas Pariwisata, hingga PDAU. “Karena ketidakjelasan kepemilikan pantai Popoh sampai saat ini”, seperti yang diungkapkan Edi, Penanggungjawab pantai Popoh, “maka pengelolaan pantai ini juga belum optimal.”

Bahkan untuk saat ini pantai Popoh dibagi menjadi tiga bagian kepemilikan. Pelabuhan tempat nelayan melelang ikan dimiliki oleh Pemerintah Provinsi, bagian Popoh timur merupakan otoritas Retjo Pentung, dan bagian popoh sendiri yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung. []

read more