close

Puisi

4
PuisiSastra

Sapardi Lupa Pernah Lahir

Kehidupanku bak ragu yang menggerutu Di antara sekat rintihan hujan di bulan Juni Kau mengenggam angan yang telah lama usai Kematian Sapardi sungguh berat bagi mereka yang terwakilkan kata-katamu Tak ada kisah menyeramkan kecuali kata-kata
baca baca
PuisiSastra

Gagasan Hamka

buya_hamka
Di kala menginjak usia senja Bak rimpuh tak berdaya Cacian dan cemoohan bertatap muka Tertuduh sebagai penghianat bangsa Yang menjualnya
PuisiSastra

Tuan Buru

25572c45-dd32-4244-b3d4-328573edd639_169
Udara sedang demam Langit terbatuk-batuk Dan jalanan yang kurang terang Menyambut perayaan kelahiran bintang Yang terpendam tanah banyaknya yaum Selayaknya
rendra[1]
PuisiSastra

Untuk Burung Merak

1935, Tuhan ciptakan romansa jenama Rendra. Yang tumbuh elok rupanya, segar bugar tanpa memar. Saat remaja, rupa-rupa terma ia terka dengan sengaja. Hingga pada saatnya, puak bahasa muntah dari laharnya. Pegari, puisi-puisi untuk Sunarti. Salah
baca baca
PuisiSastra

Jerat Pahlawan Gelap

kresek
Satu peristiwa terukirAliran sungai-sungai tak lagi kikirBau anyir desir mengalirDarah-darah mencurah pasrah terserap tanahKelemping daging compang-camping tak bergemingRubuhRuntuhMengguruhLusuhSemua rataRataRataBersama dunia
PuisiSastra

Penjara Kata

PENJARA
Di bilik bambu, kuramalkan mantra kalbu Menjelang menuju di perasingan panjang Selalu ada sepi yang menyelimuti setiap hati Lemah sekali!
PuisiSastra

Untuk Munir

munir
Aku tersesat di tengah-tengah ibu kota Membuka mata menatap bayangan cahaya yang hampir sirna Satu kedip mata, hilang begitu saja
1 2 3 5
Page 1 of 5