close
- Advertisement -

ACCESSORIES

Sorry, Not enough posts for this block, please add more posts...

LIFE & LOVE

Sorry, Not enough posts for this block, please add more posts...

MOST POPULAR

Sorry, Posts you requested could not be found...

- Advertisement -

latest review

Agenda

Mengurai Paham Positivisme

IMG-20190315-WA0022

Kamis, 14 Maret 2019 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dimensi IAIN Tulungagung menggelar Diskusi Kamis Sore (Diskasor) yang diselenggarakan di teras Radio Genius FM. Diskasor merupakan agenda rutin yang dicanangkan oleh LPM dimensi setiap Kamis sore. Tema yang diulas dalam diskusi kali ini adalah “Paham Positivisme” yang dipantik oleh Isnatul Kholifah, selaku kru tetap dan staf inventaris LPM Dimensi.

Isnatul menjelaskan bahwa, postivisme merupakan suatu paham yang menganggap ilmu alam adalah ilmu yang satu-satunya benar, serta menolak metafisika. Paham positivisme dicetuskan pada abad ke-19 oleh August Comte, seorang filsuf Perancis. Menurutnya, positivisme lahir karena dampak dari adanya Revolusi Perancis yang bergejolak bersumber dari gereja serta adanya pemberontakan kaum proletar yang tertindas daripada kaum borjuis.

Comte mencoba mensaintifikasikan ilmu, yaitu membuktikan ilmu secara empiris. Sebuah pengetahuan dapat dikatakan benar apabila sudah teruji saintifikasi ilmu. Syarat dalam saintifikasi ilmu adalah objek dan metode. Isnatul memaparkan dalam contoh ilmu Biologi, bahwa objek yang dikaji adalah makhluk hidup, sedangkan metode yang digunakan adalah observasi.

Pemantik menambahkan bahwa pengetahuan terbentuk melalui tahap teologi (menganut animisme), tahap metafisik (mendewakan sesuatu), dan tahap positivisme (pembuktian ilmu sudah bermetode). Comte membagi hirarki ilmu mulai dari yang universal sampai spesifik, yakni mulai dari Matematika, Astronomi, Fisika, Kimia, Biologi, sampai dengan Sosiologi.

Menyikapi perdiskusian ini, Ulum sebagai peserta diskasor mengungkapkan, “Positivisme merupakan suatu paham yang mendewakan ilmu, karena ilmu merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang valid.” Selain itu, ia juga menggambarkan kondisi perdiskusian yang berbeda halnya dengan tempat diskusi sebelumnya. Menurutnya Diskasor kali ini kurang kondusif, karena berada di tepi jalan (teras Radio Genius FM).

baca baca

Sorry, Posts you requested could not be found...

latest posts

Agenda

Mengurai Paham Positivisme

IMG-20190315-WA0022

Kamis, 14 Maret 2019 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dimensi IAIN Tulungagung menggelar Diskusi Kamis Sore (Diskasor) yang diselenggarakan di teras Radio Genius FM. Diskasor merupakan agenda rutin yang dicanangkan oleh LPM dimensi setiap Kamis sore. Tema yang diulas dalam diskusi kali ini adalah “Paham Positivisme” yang dipantik oleh Isnatul Kholifah, selaku kru tetap dan staf inventaris LPM Dimensi.

Isnatul menjelaskan bahwa, postivisme merupakan suatu paham yang menganggap ilmu alam adalah ilmu yang satu-satunya benar, serta menolak metafisika. Paham positivisme dicetuskan pada abad ke-19 oleh August Comte, seorang filsuf Perancis. Menurutnya, positivisme lahir karena dampak dari adanya Revolusi Perancis yang bergejolak bersumber dari gereja serta adanya pemberontakan kaum proletar yang tertindas daripada kaum borjuis.

Comte mencoba mensaintifikasikan ilmu, yaitu membuktikan ilmu secara empiris. Sebuah pengetahuan dapat dikatakan benar apabila sudah teruji saintifikasi ilmu. Syarat dalam saintifikasi ilmu adalah objek dan metode. Isnatul memaparkan dalam contoh ilmu Biologi, bahwa objek yang dikaji adalah makhluk hidup, sedangkan metode yang digunakan adalah observasi.

Pemantik menambahkan bahwa pengetahuan terbentuk melalui tahap teologi (menganut animisme), tahap metafisik (mendewakan sesuatu), dan tahap positivisme (pembuktian ilmu sudah bermetode). Comte membagi hirarki ilmu mulai dari yang universal sampai spesifik, yakni mulai dari Matematika, Astronomi, Fisika, Kimia, Biologi, sampai dengan Sosiologi.

Menyikapi perdiskusian ini, Ulum sebagai peserta diskasor mengungkapkan, “Positivisme merupakan suatu paham yang mendewakan ilmu, karena ilmu merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang valid.” Selain itu, ia juga menggambarkan kondisi perdiskusian yang berbeda halnya dengan tempat diskusi sebelumnya. Menurutnya Diskasor kali ini kurang kondusif, karena berada di tepi jalan (teras Radio Genius FM).

baca baca
IMG-20190312-WA0027
Agenda

Menyelisik Wacana Foucault

Senin, 11 Maret 2019 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dimensi IAIN Tulungagung mengadakan Diskusi Senin Sore (Disensor). Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap Senin di Kantor LPM Dimensi. Diskusi kali ini mengangkat tema Wacana
baca baca
IMG_20190308_211844
Berita

Bedah Buku “Dialektika Langit dan Bumi”

Rabu, 06 Februari 2019 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT) menyelenggarakan bedah buku dengan judul Dialektika Langit dan Bumi, yang di tulis oleh Abad Badruzzaman selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan
baca baca
IMG-20190308-WA0007
Agenda

Mengenal Paham Kritisisme

Kamis, 7 Maret 2019 LPM Dimensi IAIN Tulungagung melaksanakan diskusi kamis sore (Diskasor). Kali ini mengangkat tema ‘’Kritisisme’’ yang dirujuk dari buku F. Budi Hardiman berjudul Filsafat Modern. Diskusi tersebut difasilitatori oleh Zumrotul Afifah, sebagai
baca baca
weapon-3043023_1920
Puisi

Puisi Ummi

Memanas Hari mengudara dengan sangat panas Udara yang beredar terhirup begitu penuh kegeraman Di sana sini panas meranggaskan kesejukan pepohon yang tumbuh saja Manakah kesejukan akan ada? Nada-nada dan irama yang diiramakan saja juga melonglong
baca baca