close
Cerpen

Watu Murup

f440cd38a60e0d50e3c3b32388f8a340

(Simo, Kedungwaru, Tulungagung)

Kabut menggantung di gunung. Mentari mengintip di timur. Para lelaki mengangkat bahu ̶  berdecak kagum pada pemandangan itu ̶ lalu menyiangi sawah dengan kegembiraan. Telunjuk mereka menunjuk hamparan anugerah yang menyala di depan mata. Padi menguning di sepanjang hamparan dan istri mereka menumbuk robusta.

Dukuh Simo berdiri kokoh di padi dan kopi. Sungai Ngrowo mengalir di tepi ̶  mengairi sawah dan ladang. Gubuk berjajar di jalan berbatu. Atap lontar membatasi hujan dan bilik. Bangunan itu berkombinasi dengan jati dan rotan.

baca baca
Puisi

Bela Saja

fire_rainbow_1
Tuhan mengabulkan secara elegan Begitu juga mengambil secara elegan Pantas, memang Tuhan tak perlu dibela Jika kita membela, kita mengkerdilkan-Nya “Tuhan tak perlu di bela”
baca baca
Agenda

Workshop Menulis

workspae-6
desain @Arif Salam Pers Mahasiswa! Maret Berliterasi... Yaa, tema yang dipilih oleh kami untuk menjawab tantangan minimnya budaya literasi mahasiswa di Media Sosial. Hapus mitos
baca baca
Essai

Pupuk dan Pilkada

download

Pupuk sudah beranak pinak. Pupuk muncul di headline Kompas hari ini (Kamis, 16 Februari 2017) dalam tajuk Pupuk Kembali Persaudaraan. Tidak dalam semarak BIMAS mengkampanyekan Revolusi Hijau di tahun 80-an. Pupuk kali ini dikampanyekan oleh media-media untuk pilkada yang aman dan toleran. Walah, pupuk masuk dalam gelanggang pilkada sebagai pesan perdamaian. Dalam pilkada yang menyatukan sebangsa-setanah air, untuk libur.

baca baca
Puisi

Aih perempuan

getimage.aspx
Kau p(P)erempuan Jejak sejarah apa yang kau tinggalkan dalam hidupmu ? Jenis kelaminmu malah menjadi penghalang Kodratmu sebagai yang kerdil dan terbelakang Tidak pantas memimpikan
baca baca
1 31 32 33 34
Page 33 of 34