close
Puisi

Asa Cangcorang Kerdil

ciricara.com-jakarta_kumuh

Tanah merekah, kering dan gersang

Ringkih isinya, mengusik sekelebatan para cangcorang

Yang berderai di kota, menggelisah di senja

Berlumur resah, Memekik dalam hampa

baca baca
Cerpen

Watu Murup

f440cd38a60e0d50e3c3b32388f8a340

(Simo, Kedungwaru, Tulungagung)

Kabut menggantung di gunung. Mentari mengintip di timur. Para lelaki mengangkat bahu ̶  berdecak kagum pada pemandangan itu ̶ lalu menyiangi sawah dengan kegembiraan. Telunjuk mereka menunjuk hamparan anugerah yang menyala di depan mata. Padi menguning di sepanjang hamparan dan istri mereka menumbuk robusta.

Dukuh Simo berdiri kokoh di padi dan kopi. Sungai Ngrowo mengalir di tepi ̶  mengairi sawah dan ladang. Gubuk berjajar di jalan berbatu. Atap lontar membatasi hujan dan bilik. Bangunan itu berkombinasi dengan jati dan rotan.

baca baca
Puisi

Bela Saja

fire_rainbow_1
Tuhan mengabulkan secara elegan Begitu juga mengambil secara elegan Pantas, memang Tuhan tak perlu dibela Jika kita membela, kita mengkerdilkan-Nya “Tuhan tak perlu di bela”
baca baca
Agenda

Workshop Menulis

workspae-6
desain @Arif Salam Pers Mahasiswa! Maret Berliterasi... Yaa, tema yang dipilih oleh kami untuk menjawab tantangan minimnya budaya literasi mahasiswa di Media Sosial. Hapus mitos
baca baca
1 36 37 38 39
Page 38 of 39