Dimensipers.com — Musyawarah Per­wak­i­lan Maha­siswa (MPM) Uni­ver­si­tas Islam Negeri Sayyid Ali Rah­mat­ul­lah Tulun­ga­gung kem­bali dige­lar. MPM meru­pakan Musyawarah tert­ing­gi di tingkat Organ­isasi Maha­siswa (Ormawa) yang dihadiri oleh 2 per­wak­i­lan dari selu­ruh lem­ba­ga yang ada di UIN SATU. MPM ditar­getkan berlang­sung sela­ma 4 hari sesuai den­gan sosial­isasi pani­tia kepa­da Ormawa, yakni mulai 31 Okto­ber hing­ga 3 Nove­mer 2022 den­gan lokasi yang terus berpindah-pindah.

Musyawarah per­wak­i­lan Maha­siswa (MPM) adalah agen­da yang dilak­sanakan seti­ap tahun. Agen­da musyawarah ini mem­ba­has ten­tang Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tang­ga (AD/ART) yang hasil­nya nan­ti digu­nakan seba­gai dasar per­at­u­ran untuk selu­ruh Ormawa pada satu tahun ke depan. Tak hanya AD/ART, MPM juga mem­ba­has ten­tang lapo­ran pemkem­ban­gan (progress report) dari Sema‑U dan Dema‑U.

Peser­ta dari MPM ini meliputi Sen­at Maha­siswa Uni­ver­si­tas (Sema‑U), Dewan Ekseku­tif Maha­siswa Uni­ver­si­tas (Dema‑U), Him­punan Maha­siswa Pro­gram Stu­di (HMPS), Unit Kegiatan Maha­siswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK) dan Komu­ni­tas Maha­siswa (KM). Lokasi dari MPM ini bertem­pat di Gedung Pemer­in­tah Kabu­pat­en Tulun­ga­gung, berpin­dah ke Jepun View Resto, dan Aula Gedung Per­pus­taaan Kampus.

Senin di hari per­ta­ma MPM dige­lar, sudah mulai tim­bul masalah den­gan hilangnya draf man­u­al acara yang sudah dis­ahkan tahun lalu. Menu­rut pen­je­lasan Munif Ardiyan­syah, selaku Ket­ua Sema‑I, draf terse­but hilang saat kepen­gu­ru­san sebelum­nya.  Sete­lah mele­wati perde­batan yang cukup pan­jang, akhirnya para peser­ta forum sep­a­kat unutuk mem­bu­at ulang draf man­u­al acara.

Saya kon­fir­masi lagi yang kemaren pas hari per­ta­ma itu juga beli­au bilang kalau tidak ada di sekre­taris gitu. Untuk man­u­al acara yang sekarang inshaal­lah nan­ti kita ser­ahkan juga ke pen­gu­ru­san sema yang selan­jut­nya,” jelas Munif.

Sidang dilan­jutkan pada hari Selasa den­gan agen­da pem­ba­hasan Anggaran Dasar (AD). Perde­batan Kem­bali ter­ja­di keti­ka pem­ba­hasan BAB IX pemil­i­han umum dan berakhir den­gan memec­ah pasal men­ja­di 3 pasal berbe­da. Sebelum­nya pasal terse­but ter­gabung ke dalam pasal 12 yang kemu­di­an ter­pec­ah men­ja­di pasal 12, 13 dan 14. Hal terse­but bertu­juan untuk spe­si­fikasi per­at­u­ran ten­tang Pemil­i­han Wak­il Maha­siswa (PEMILWA).

Pen­guba­han pasal juga ter­ja­di pada pasal 14 yang sekarang bergan­ti men­ja­di pasal 16 yang men­erangkan bah­wa lam­bang dan ben­dera selain Ormawa (inter­nal) atau yang tidak sesuai den­gan per­at­u­ran dila­rang keber­adaan­nya di dalam kam­pus den­gan izin tertulis.

Bun­yi pasal 16 ten­tang atribut organ­isasi yang baru

Pem­ba­hasan terse­but berlan­jut pada hari berikut­nya. Pen­guba­han dik­si pada ayat 2 oleh salah satu peser­ta men­u­ai pro dan kon­tra kare­na dirasa dap­at merugikan pihak inter­nal kam­pus. Fatqur­rohman, selaku ket­ua dari Unit Kegiatan Maha­siswa (UKM) Per­sat­u­an Setia Hati Ter­ate (PSHT) tetap mem­per­ta­hankan ayat tan­pa diubah dan mene­gaskan kalau pem­bat­asan pihak ekster­nal masuk kam­pus itu diper­lukan seba­gai anti­si­pasi adanya per­masala­han antara ekstra den­gan intra kam­pus juga sekali­gus men­ja­di payung hukum.

Pasal terse­but itu tujuan­nya bukan melarang tapi hanya mem­bat­asi mak­sud pem­bat­asi … cuman yang saya takutkan adalah keti­ka nan­ti ada Ormek yang mere­ka secara isti­lah­nya eng­gak dila­rang Eng­gak apa-apa tuh kan namun di dalam­nya mungkin ada unsur-unsur poli­tiknya itu yang saya takutkan makanya saya kemarin itu tetap untuk pasal terse­but di per­ta­hankan,” tegas Fatqur­rohman.

Sidang dilan­jutkan di hari Kamis dari yang sebelum­nya bertem­pat di Aula gedung kan­tor Bupati Tulun­ga­gung berpin­dah ke Jepun View Resto. Hal ini dikare­nakan batas wak­tu pem­in­ja­man Aula kan­tor Bupati hanya untuk 3 hari saja. Sidang di hari ke empat kali ini mem­ba­has Anggaran Rumah Tang­ga (ART) dan ber­jalan den­gan lancar.

Sidang yang ber­jalan den­gan lancer di hari sebelum­nya masih berlan­jut di hari ke lima kare­na pem­bah­san yang belum sele­sai. Sidang berlang­sung di Gedung Per­pus­takaan kam­pus. Kali ini ter­ja­di perde­batan yang pan­jang ker­e­na peng­ha­pu­san poin c dan d pada pasal 15 bab V ten­tang perekru­tan anggota dan ayat 3 pada pasal 36 bab atribut bab XII yang lagi-lagi diang­gap akan merugikan pihak inter­nal oleh beber­a­pa peser­ta sidang.

c. Lem­ba­ga ekster­nal dila­rang mem­bu­ka perekru­tan di dalam kam­pus tan­pa seizin Warek bidang kema­ha­siswaan dan kerjasama.

d. Jika lem­ba­ga ekster­nal mem­bu­ka perekru­tan di dalam kam­pus harus dilakukan sete­lah perekru­tan ormawa sele­sai.” (ART pasal 15 ayat (2))

Lam­bang, Ben­dera, Atribut, dan simbol/identitas yang men­cirikan Organ­isasi Maha­siswa selain yang dije­laskan pada ayat (2) dalam ben­tuk gam­bar, kata, dan nyanyian dila­rang dipamerkan, dik­ibarkan, dipa­jang, dan dise­barkan di dalam kam­pus kecuali izin dari Warek Bidang Kema­ha­siswaan dan Ker­jasama.” (ART pasal 36 ayat (3))

Arya yoga, ket­ua Dema Fakul­tas Syari’ah dan Ilmu Hukum (FASIH), menyetu­jui adanya peruba­han pada pasal terse­but. Menu­rut­nya tidak ada per­at­u­ran yang den­gan jelas mem­per­bolehkan ataupun melarang pihak ekster­nal masuk kam­pus dan dalam MPM ini pun hanya men­gatur organ­isasi internal.

… men­gatur hal terse­but, sudah tidak sesuai den­gan prin­sip perun­dang-undan­gan, yang di mana dalam SK rek­tor maupun SK dirgen itu sudah jelas hanya men­gatur organ­isasi inter­nal … Untuk wewe­nang itu, dikem­ba­likan kepa­da rek­torat untuk bagaimana nan­ti­nya,” tuturnya.

Di sisi lain, beber­a­pa peser­ta meno­lak adanya peng­ha­pu­san pasal terse­but dikare­nakan tidak ada yang men­jamin jika ada masalah yang ditim­bulkan oleh pihak ekster­nal. “Di dalam kam­pus sendiri tidak ada yang menaun­gi organ­isasi ekter­nal. Den­gan adanya pasal atau per­at­u­ran terse­but, dari pihak kam­pus kan bisa men­gawasi mere­ka-mere­ka yang berkegiatan di dalam kam­pus. Kalau katakan­lah kita meng­ha­pus pasal itu, terus sia­pa yang akan men­gawasi mere­ka?” jelas bang All selaku ket­ua dari UKM Mapala Himalaya.

Tidak berhen­ti sam­pai dis­i­tu, keti­dakhadi­ran Dema‑U dalam agen­da pent­ing tahu­nan ini juga menim­bulkan perde­batan. Dalam Sidang Pleno 6, Munif men­je­laskan terkait keti­dakhadi­ran ket­ua Dema‑I dikare­nakan sedang mem­per­si­ap­kan acara Satu Fest dan untuk per­wak­i­lan­nya sulit untuk dikon­disikan. Dalam eval­u­asi ini salah satu peser­ta men­ga­jukan pun­ish­ment ter­hadap Dema‑I. Pun­ish­ment harus setim­pal dan yang ked­ua jika acara satu fest goal maka selu­ruh lem­ba­ga yang terkait acara MPM harus di beri gold­en tiket.

Menang­gapi pun­ish­ment terse­but, Riqqi, Ket­ua HMPS Tadris fisi­ka tidak setu­ju. Menu­rut­nya, hal terse­but tidak sepa­dan kare­na Dema‑I meru­pakan badan ekseku­tif pal­ing ting­gi di kam­pus dan dap­at berpen­garuh pada lem­ba­ga-lem­ba­ga lain di bawahnya.

Hal terse­but ten­tu san­gat mem­pen­garuhi kesakralan sidang MPM … kalau untuk lem­ba­ga tert­ing­ginya itu tidak hadir ten­tu san­gat mem­pen­garuhi dari pemiki­ran ormawa-ormawa di bawah­nya,” ujar Riqqi. 

Meskipun demikian, banyak peser­ta meng­hara­p­kan agar MPM tahun depan semakin ter­struk­tur dan lebih baik dari tahun ini. Salah satu per­wak­i­lan KM Radio Genius Ina meng­hara­p­kan bah­wa MPM selan­jut­nya semakin ter­ta­ta dan juga lebih baik kual­i­tas­nya, pan­d­u­an acara, ser­ta nilai-nilainya. Selain itu keta­p­atan wak­tu pelak­sanaan juga per­lu diper­hatikan pula.

Penulis: Riza
Reporter: Riza

Edi­tor : Nurul