Per­pan­jan­gan pem­ber­lakukan pem­bat­asan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh Pres­i­den Repub­lik Indone­sia, Joko Wido­do, tuai banyak respon dari berba­gai kalan­gan. Salah sat­un­ya dari Maha­siswa Uni­ver­si­tas Islam Negeri Sayyid Ali Rah­mat­ul­lah (UIN SATU) Tulun­ga­gung yang melakukan aksi sosial dan apre­si­asi seni seba­gai respon per­pan­jan­gan PPKM.

Berkumpul — Maha­siswa yang ter­gabung dalam Kelu­ar­ga Besar Maha­siswa (KBM) UIN SATU berkumpul di lokasi yang telah di sep­a­kati, yakni Injoy Caffe.
Diskusi — Sete­lah semua ele­men berkumpul, mere­ka men­gadakan diskusi terkait pemetaan lokasi dan pem­ba­gian anggota. Hal ini dilakukan untuk efek­tiv­i­tas wak­tu dan kemu­da­han para maha­siswa agar tak ter­ja­di kerumunan.
Apre­si­asi Seni — Selain melakukan aksi sosial, maha­siswa ini juga melakukan apre­si­asi seni guna melu­ap­kan aspi­rasi mere­ka, baik melalui lagu, puisi, dra­ma, maupun seni lukis.
Aksi Sosial — Aksi dilakukan di beber­a­pa titik jalan di Tulun­ga­gung, salah sat­un­ya di perem­patan rumah sak­it lama. Masiswa di bagi secara mer­a­ta dan jum­lah yang diper­bolehkan oleh pihak kepolisian. Selain mem­bawa kotak donasi, mere­ka juga mem­ben­tangkan poster berisi protes, ajakan, dan hal yang berkai­tan den­gan dampak PPKM.
Perem­patan polisi resor (Pol­res) — Aksi sosial juga dilakukan di perem­patan Pol­res. Sama hal­nya den­gan masiswa yang bera­da di titik per­ta­ma, di titik ini mere­ka juga mem­ben­tangkan poster mem­bawa kotak donasi. Mere­ka meng­gu­nakan dress­cod berwar­na hitam seba­gai tan­da duka.
Perem­patan Tamanan — Titik selan­jut­nya bera­da di perem­patan Tamanan. Maha­siswa melakukan hal yang sama, namun mere­ka meng­gu­nakan dress­cod jas alma­mater seba­gai tan­da maha­siswa UIN SATU Tulun­ga­gung. Mere­ka tetap berse­man­gat di bawah terik mata­hari yang menyen­gat, hanya den­gan berbekal topi untuk menu­tupi kepala mere­ka saja.
Perem­patan Gra­galan — Tem­pat ini men­ja­di titik ter­akhir pen­em­patan donasi. Den­gan jum­lah anggota seadanya, mere­ka tetap berusa­ha untuk memak­si­malkan aksi agar dap­at mak­si­mal dan men­da­p­atkan ban­tu­an sebanyak mungkin
Penyalu­ran — Seta­lah aksi dilakukan, mere­ka melakukan diskusi terkai­tan penyalu­ran ban­tu­an. Tar­get­nya adalah pelaku usa­ha mikro kecil menen­gah (UMKM) yang ter­dampak dan para tukang becak di sek­i­tar tem­pat terse­but. Penyalu­ran ban­tu­an dilakukan dibeber­a­pa titik, seper­ti Ter­mi­nal Tamanan, belakang gedung dewan, hing­ga Alun-Alun Tulungagung
Ter­mi­nal — Ter­li­hat para maha­siswa mem­bagikan donasi dalam wujud sem­bako dan makanan kepa­da tukang becak, juru parkir, dan beber­a­pa peda­gang di sek­i­tar terminal.
Alun-Alun Tulun­ga­gung — Selain ter­mi­nal, mere­ka juga mem­bagikan donasi di sek­i­tar Alun-Alun Tulun­ga­gung. Tak hanya tukang becak, teapi pemu­lung dan peda­gang kecil lan­sia juga ditemui.

Penulis: Nurul
Fotografer: Zakky, Nurul
Edi­tor: Ulum