By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Esai

Esai

Vaksin Covid-19 Perspektif Hukum Islam: Antibodi atau Anti Bodoh 

Berbicara ten­tang pan­de­mi Coro­n­avirus dis­ease 2019 (Covid-19) yang masuk ke Indone­sia mulai bulan Maret 2020 hing­ga sekarang, Juli 2021 tidak akan ada habis­nya. Pence­ga­han Covid-19 dap­at dilakukan den­gan men­er­ap­kan 3M (Men­ja­ga jarak, men­cu­ci tan­gan dan memakai masker). Mes­ki demikian, masyarakat Indone­sia masih banyak yang abai akan…

Esai

Menilik Kembali Masalah Gizi 

28 Feb­ru­ari diperingati seba­gai Hari Gizi Nasion­al Indone­sia. Seper­ti yang kita tahu, gizi masih men­ja­di masalah besar di negara kita, Indone­sia. Lalu, bagaimanakah sebe­narnya keadaan gizi di Indone­sia saat ini? Masalah men­ge­nai gizi ser­ing kali meny­erang anak usia di bawah lima tahun. Menu­rut UNICEF pada 2018,…

Esai

Valentine Tak Bergender, Kawan! 

Tuan, aku perem­puan. Tan­pa alasan, tan­pa per­se­tu­juan, dan per­se­tan den­gan otori­tas maskulin­i­tas. Valen­tine baru saja berlalu di ten­­gah-ten­­gah musi­bah yang melan­da dunia. Kare­na semes­ta seper­tinya sedang bera­da dalam usia renta. Iya, per­ayaan yang (katanya) memi­li­ki sub­stan­si tersendiri bagi mere­­ka-mere­­ka yang mengami­ni hari kasih sayang ini,…

Esai

Fenomena 2021: Bencana Alam atau Bencana Sistem 

Dari tahun ke tahun, jagat nusan­tara selalu digem­parkan oleh kemurkaan alam yang maha dah­sy­at. Kedah­say­atan­nya dap­at dicamkan tatkala mema­su­ki tahun baru. Fenom­e­na ini beru­lang-ulang seper­ti tan­pa akhir den­gan ben­cana yang per­sis, seper­ti gem­pa bumi, tanah long­sor, ban­jir ban­dang, dan lain sebagainya.

Esai

Surat dari Bangku Penonton 

Kepa­da yang ter­hor­mat, mere­ka yang men­gan­ton­gi kepentin­gan raky­at dan seo­lah-olah mene­gakkan kead­i­lan. Di pang­gung dra­ma perebu­tan kekuasaan, salam hangat penon­ton per­tun­jukan untuk yang mem­ba­ca. Semoga tetap sehat di ten­gah per­go­lakan kehidupan.

Esai

Negara “Buta” Bela Negara 

Kami bang­ga, kare­na kami mem­bela dan berko­r­ban untuk bangsa. Merde­ka!” Mungkin begi­t­u­lah uca­pan patri­o­tis ala jen­der­al dan pra­ju­rit­nya yang terke­san san­gat hero­ik. Namun, seandainya men­di­ang Didi Kem­pot yang men­gu­cap­kan­nya, akankah kesan­nya sama?

Esai

Aktivis Berujung Niskala 

Den­gan nov­el sejarah yang ked­ua, Laut Berceri­ta (2017), Leila mener­i­ma peng­har­gaan SEA Write Award 2020, peng­har­gaan tahu­nan untuk karya sas­tra se-Asia Teng­gara. Ini berar­ti Leila men­da­p­atkan peng­har­gaan kali ked­ua untuk anak sas­tra sejarah­nya. Sebelum­nya, Pulang (2012), nov­el yang juga berlatar sejarah, men­da­p­at peng­har­gaan Kusala Sas­tra Khat­ulis­ti­wa 2013 untuk kategori…