Gejo­lak (Ger­akan Jour­nalis Anti Kek­erasan) yang ter­diri dari Alian­si Jur­nalis Inde­pen­den (AJI), Per­sat­u­an Wartawan Indone­sia (PWI), dan Per­him­punan Pers Maha­siswa Indone­sia (PPMI) lakukan seru­an aksi seba­gai ben­tuk dukun­gan dan sol­i­dar­i­tas atas kek­erasan Nurha­di, Jur­nalis Tem­po di Surabaya saat meliput kasus Korup­si. Aksi ini berlang­sung pada Rabu (31/3), titik kumpul di parki­ran gedung Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Daer­ah (DPRD) Tulun­ga­gung. Kemu­di­an, mas­sa aksi lakukan long march menu­ju kan­tor Polisi Resort (Pol­res) Tulungagung.

Atribut – Mas­sa aksi sal­ing mem­ban­tu  memasang  pita hitam seba­gai atribut.
Long March – Panas terik mata­hari tak menyu­rutkan seman­gat  mas­sa aksi menu­ju kan­tor Pol­res Tulungagung.
Darah Juang – Mas­sa aksi berhen­ti seje­nak dan nyanyikan lagu Darah Juang untuk menam­bah semangat.
Pen­gawalan –  Sejum­lah polisi kaw­al jalan­nya aksi agar tetap kon­dusif dan ber­jalan lancar.
Orasi – Seman­gat yang mem­bara dilakukan saat melakukan orasi di hada­pan mas­sa aksi dan sejum­lah polisi.
Tabur Bun­ga – Tabur bun­ga di atas alat ker­ja jur­nalis seba­gai ben­tuk kri­tik untuk aparat kepolisian atas repre­si ter­hadap jur­nalis yang ter­ja­di beru­lang kali.
Kri­tik – mas­sa aksi berbaris den­gan mem­bawa span­duk dan poster berisi kri­tik dan tuntutan
Tun­tu­tan – Pem­ba­caan kode etik jur­nal­is­tik dan tun­tu­tan ter­hadap kek­erasan yang diala­mi Jur­nalis Tem­po ser­ta menun­tut hak-hak jurnalis.
Respon – Pol­res Tulun­ga­gung mere­spon tun­tu­tan dari kawan-kawan jur­nalis ser­ta ber­jan­ji akan memenuhi hak-hak jur­nalis agar tidak teru­lang kem­bali keja­di­an di Surabaya.
Tan­da Tan­gan – Sejum­lah per­wak­i­lan menan­datan­gani span­duk secara sim­bo­lis seba­gai ben­tuk kesep­a­katan bersama.

Fotografer: Zakky
Narasi: Zakky
Edi­tor: Ulum