Pagi hari itu jalur pegunungan desa samar yang biasanya hanya dilalui warga setempat dalam keseharianya bekerja, kini diramaikan mahasiswa yang berbondong-bondong membawa benih pohon dan alat penanamnya. Mereka menghiraukan rasa lelah mendaki sekitar 40 menit karena tujuan mulia.
mereka adalah Lembaga Semi Otonom (LSO) Relawan Psikologi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang menggelar aksi penghijauan pertamanya yang bertajuk “Treevolution Psychology Earth” di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung pada Sabtu (18/7/2026). Kasus penebangan liar yang berdampak pada perubahan iklim, berkurangya ruang hijau, dan polusi udara yang membawa program kerja ini terealisasi.
“Kami berupaya melaksanakan penghijauan kembali supaya kita di masa depan bisa mendapatkan manfaat dari tumbuh-tumbuhan itu lagi,” jelas Nurul selaku ketua umum.
Pemilihan Desa Samar sebagai lokasi penanaman didasarkan pada rekomendasi langsung dari Dinas Kehutanan setempat saat proses survei. Desa Samar dipilih karena memiliki rekam jejak digital yang baik, yakni pernah menjuarai kompetisi penanaman pohon di tingkat nasional sehingga relawan mendapat arahan serta pengetahuan teknis penghijauan.
Penghijauan ini dilakukan dengan penanaman 100 benih pohon yang diambil dari Warkop Edukasi Taman Puring. Atas rekomendasi juga dari Dinas Kehutanan, jenis bibit yang ditanam adalah pohon beringin, sengon, randu, dan lainya guna memanfaatkan akarnya yang kuat dalam menjaga kualitas dan serapan air tanah serta dapat menopang struktur tanah dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, pihak relawan bersinergi dengan perangkat desa setempat. Selain dipandu saat perjalanan menuju lokasi penanaman, Relawan juga mendapatkan edukasi mengenai tata cara penanaman pohon yang harus berjarak 2 meter dengan pohon lainya. Ketika mendampingi para relawan, sungkono selaku ketua tani hutan Desa Samar bersyukur karena aksi ini adalah pertama kalinya mahasiswa melakukan penghijauan di desanya.
“ini adalah sejarah bagi desa samar yang pertama kalinya ada mahasiswa yang mengadakan acara seperti ini,” terangnya. Ia berharap aksi ini tidak hanya dilakukan sekali dan sebatas seremonial belaka.
Menanggapi hal tersebut Nurul berencana aksi ini tidak berhenti pada proses penanaman saja. Relawan Psikologi UIN SATU berkomitmen untuk melakukan monitoring berkala setiap empat bulan sekali guna memastikan pertumbuhan bibit yang telah ditanam.
Keterlibatan para relawan ini bukan tanpa alasan, sebab aksi pelestarian lingkungan tersebut sejatinya berakar kuat pada bidang keilmuan yang mereka tekuni. Nurul menjelaskan hubungan erat antara aksi menanam pohon dengan studi psikologi. Menurutnya, kelestarian alam berdampak langsung pada kesejahteraan jiwa manusia. Kurang lebih kaitanya sebagai korelasi alam dan kesehatan mental.
“Manfaat dari pohon itu akan kembali pada manusia sendiri. Secara otomatis, lingkungan yang asri akan membawa ketenangan, dan apabila kita tenang, maka jiwa kita juga akan tenang. Hal ini sangat berkaitan dengan apa yang kami pelajari di psikologi,” paparnya.
penulis: Dinda
reporter: Alya
UIN