Rangka­ian kejang­galan yang mem­ber­samai Pemil­i­han Umum Raya (Pemi­ra) 2025 bukan­lah peri­s­ti­wa yang baru. Hal ini meny­im­pulkan adanya pen­gelo­laan pemilu maha­siswa yang sela­ma bertahun-tahun dib­iarkan ber­jalan tan­pa eval­u­asi. Pemi­ra bukan­lah ruti­ni­tas admin­is­tratif yang dijalankan tan­pa arah, melainkan men­ja­di ruang pen­didikan demokrasi.

Seti­ap tahun, selu­ruh kam­pus di Indone­sia pasti ter­ja­di per­golekan para pemimpin badan ekse­tu­tif dan leg­is­latif. Di taraf nasion­al, per­gant­ian para pemimp­inan dilak­sanakan melalui Pemil­i­han Umum (Pemilu). Ham­pir sama den­gan yang ter­ja­di di lingkup kam­pus, beber­a­pa kam­pus menye­but­nya seba­gai Pemil­i­han Umum Maha­siswa (Pemil­wa), di UIN Sayyid Ali Rah­mat­ul­lah Tulun­ga­gung (UIN SATU) dise­but den­gan Pemi­ra. Hal ini begi­tu pent­ing, mengin­gat momen­tum ini men­ja­di penen­tu sia­pa Pres­i­den Maha­siswa, yang bakal meng­ger­akkan pro­gre­siv­i­tas mahasiswa.

Dalam Pemi­ra UIN SATU 2025, dijumpai banyak kenye­lene­han pada pros­es­nya. Dim­u­lai dari peru­mu­san Per­at­u­ran Maha­siswa (Per­ma) Pemi­ra, hing­ga pada tahap penye­leng­garaan. Semua ini tam­pak sepi, tak ada maha­siswa yang meny­orotinya. Tak seper­ti tahun lalu yang diwar­nai den­gan banyaknya per­soalan yang dis­orot oleh akun-akun seper­ti @uinnyelatu1 dan @satu_soviet.

Per­at­u­ran Komisi Pemil­i­han Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025, men­erangkan bah­wa Daf­tar Pemil­ih Tetap (DPT) tahun ini adalah selu­ruh maha­siswa semes­ter 1 sam­pai 7. Berbe­da den­gan tahun 2024, DPT diam­bil dari 50% maha­siswa seti­ap Pro­gram Stu­di (Pro­di) den­gan cara mendaf­tarkan diri melalui Google Form.

Uniknya, meskipun DPT tahun ini adalah selu­ruh maha­siswa, KPU‑M tetap mengge­lar pendaf­taran DPT lewat Google Form yang dibatasi hing­ga tang­gal 27 Novem­ber. Sudah jelas semua maha­siswa memi­li­ki hak pil­ih. Den­gan adanya pendaf­taran DPT, menyi­ratkan bah­wa nilai demokrasi yang digaungkan sela­ma ini seakan-akan dibatasi oleh bar­code pendaf­taran. Maha­siswa yang tidak mendaf­tar artinya tidak dap­at memil­ih Pasan­gan Calon (Paslon) pemimpin mahasiswa.

Lebih lan­jut, dite­mukan banyak kelas yang belum ter­sosial­isas­ikan terkait Pemi­ra 2025. Hal ini menun­jukkan bah­wa KPU‑M tak serius dalam men­jalankan nilai demokrasi. Total maha­siswa yang mendaf­tar seba­gai DPT san­gat sedik­it apa­bi­la diband­ingkan den­gan selu­ruh maha­siswa aktif di UIN SATU. Pendaf­tar DPT saat ini berjum­lah 4.358, sedan­gkan jum­lah maha­siswa aktif yang bersum­ber dari web­site uinsatu.ac.id sebanyak 20 ribu mahasiswa.

Keti­dak­seriu­san dalam men­jalankan sosial­isasi tam­pak jelas pada kin­er­ja KPU‑M FUAD. Tak seper­ti fakul­tas lain yang men­gadakan sosial­isasi lewat zoom atau google meet, KPU‑M FUAD malah mem­bu­at grup What­sApp yang tak jelas dalam pros­es­nya. Bahkan, pem­ba­hasan per­ta­ma dalam grup terse­but ialah jual beli knalpot. Tak ada kete­gasan oleh KPU‑M FUAD, sosial­isasi pun hanya diang­gap for­mal­i­tas belaka.

Tak hanya mem­per­mainkan demokrasi, buruknya per­si­a­pan berdampak pada buriknya esen­si Pemi­ra tahun ini. Semua per­masala­han seharus­nya dis­e­le­saikan sebelum Pemi­ra dim­u­lai. Jika dite­mui kendala, semestinya ada infor­masi yang dap­at dike­tahui oleh pub­lik. Namun hing­ga saat ini, banyak infor­masi pent­ing yang belum diu­mumkan, con­tohnya adalah hilangnya akun Badan Pen­gawas Pemilu Maha­siswa (Bawaslu‑M).

Saat sosial­isasi Pemi­ra (21/07/2025), Najwa Han­i­fah selaku ket­ua Bawaslu‑M men­gatakan bah­wa akun Insta­gram Bawaslu tahun lalu bergan­ti ke akun baru berna­ma @bawasluuinsatuofficial. Per­gant­ian akun ter­ja­di dise­babkan kare­na keterlu­paan san­di Insta­gram dan email Bawaslu‑M tahun 2024.

Pada saat itu, LPM Dimen­si men­ja­di fol­low­er per­ta­ma pada akun Bawaslu‑M yang baru. Tapi di hari selan­jut­nya, akun terse­but hilang. Dalam keteran­gan­nya, Najwa men­je­laskan bah­wa Bawaslu‑M sudah mem­bu­at akun Insta­gram hing­ga tiga kali, namun selalu ditang­guhkan atau men­gala­mi sus­pend. Infor­masi adanya sus­pend akun Insta­gram Bawaslu‑M tidak per­nah diu­mumkan ke pub­lik. Najwa mengk­laim bah­wa infor­masi ini sudah dit­erangkan saat sosial­isasi tang­gal 21. Namun, reka­man suara Kru LPM Dimen­si tidak men­e­mukan pem­bicaraan men­ge­nai sus­pen­sasi akun Bawaslu‑M.

Tak hanya soal transparan­si yang per­lu dia­jarkan pada pani­tia Pemi­ra 2025, mere­ka juga per­lu bela­jar terkait inde­pen­den­si. Dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2025, BAWASLU‑M adalah badan yang bertu­gas men­gawasi penye­leng­garaan Pemilu Maha­siswa. Namun hal itu tak sesuai den­gan beber­a­pa pasal di dalam PKPU yang menun­jukkan adanya poten­si yang beten­tan­gan dan men­gan­cam inden­den­si. Secara fungsi, KPU‑M bertu­gas seba­gai pelak­sana dan BAWASLU‑M seba­gai pengawas.

Berikut adalah pasal-pasal dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2025 yang men­gan­cam independensi.

PasalInti Bun­yi PasalMasalah ter­hadap Independensi
Pasal 4 ayat (4) huruf bPemil­ih memil­ih den­gan keten­tu­an yang diten­tukan KPUM dan BAWASLU‑M.BAWASLU‑M seharus­nya hanya men­gawasi, bukan men­gatur dan mene­tap­kan atu­ran teknis.
Pasal 13 ayat (3)Tim­ses berko­or­di­nasi den­gan KPUM dan BAWASLU‑M.Koor­di­nasi tek­nis den­gan BAWASLU‑M tidak­lah tepat, BAWASLU‑M hanyalah seba­gai pengawas.
Pasal 13 ayat (6)LADK dila­porkan ke KPUM dan BAWASLU‑M.Lapo­ran tek­nis ke BAWASLU‑M bakal men­cam­puri fungsi pelaksana–pengawas.
Pasal 14 ayat (3)Tata tert­ib kam­pa­nye diten­tukan oleh KPUM dan BAWASLU‑M.BAWASLU‑M lagi-lagi mem­bu­at atu­ran tek­nis, tidak ada inde­pen­dent yang memisahkan.
Pasal 22 ayat (7)Sanksi dite­tap­kan oleh KPUM dan BAWASLU‑M.Pene­ta­pan sanksi harus­nya 100% oleh BAWASLU‑M seba­gai pen­gawas bukan KPUM.
Pasal 28 ayat (5)Sen­gke­ta dipu­tuskan oleh BAWASLU‑M sete­lah diba­has den­gan Badan Khusus & Warek/Wadek.BAWASLU‑M tidak inde­pen­den kare­na kepu­tu­san harus diba­has den­gan pihak luar lem­ba­ga dan berpoten­si adanya cam­pur tan­gan den­gan birokrasi kampus.
Pasal 29 ayat (2)Keber­atan dipros­es oleh KPUM lalu ke BAWASLU‑M bersama Badan Khusus, dan Warek/Wadek.Penye­le­sa­ian sen­gke­ta ter­lalu banyak inter­ven­si ekster­nal yang bakal meng­gang­gu inde­pen­den­si BAWASLU‑M.

Affan Affi­fur Rohman, maha­siswa semes­ter 5 yang men­ja­bat seba­gai ket­ua KPU‑M, sebaiknya bela­jar mema­ha­mi bah­wa demokrasi itu bukan hanya sekadar men­jalankan taha­pan Pemi­ra. Peru­mu­san per­at­u­ran harus didasari den­gan kepekaan diri untuk men­ja­ga adanya inter­ven­si, entah itu dari birokrasi kam­pus maupu006E dari par­tai poli­tik kampus.

Sudah men­ja­di raha­sia umum bah­wa Pemi­ra FASIH 2024 adalah per­tarun­gan par­tai poli­tik kam­pus, yaitu Perg­er­akan Maha­siswa Islam Indone­sia (PMII) melawan Him­punan Maha­siswa Islam (HMI) dan Ger­akan Maha­siswa Nasion­al Indone­sia (GMNI). Lewat kon­tes­tasi terse­but, sejatinya kita dap­at meli­hat bah­wa adanya inter­ven­si pihak luar bisa memu­nculkan tin­dakan kotor yang dilakukan hanya untuk kepentin­gan kelom­pok tertentu.

Penulis: Tim Redaksi