Tulun­ga­gung (30/6/2026) – Sen­at Maha­siswa (SEMA) Uin sayyid Ali Rah­mat­ul­lah Tulun­ga­gung (UIN SATU) mengge­lar aksi Sarase­han Aspi­rasi dan Kebi­jakan Kam­pus (SAPA) yang bertem­pat dige­dung rek­torat lan­tai 3. Aksi ini dilakukan untuk menyam­paikan sejum­lah aspi­rasi dan tun­tu­tan lang­sung kepa­da pihak rek­torat kampus.

Gedung audi­to­ri­um rek­torat siang men­je­lang sore saat itu yang biasanya tak dikeru­mu­ni oleh maha­siswa kali ini penuh den­gan lan­tu­nan-lan­tu­nan aspi­rasi yang berharap tere­lasi­asi. Seti­ap per­wak­i­lan maha­siswa menyam­paikan aspi­rasinya men­ge­nakan jas hijau khas UIN SATU dihada­pan rek­tor dan jajaranya. kali ini maha­siswa datang bukan untuk uru­san admin­is­trasi, melainkan misi untuk menye­le­saikan prob­lemati­ka yang tak kun­jung usai.

Adanya SAPA ini dilatar belakan­gi oleh kere­sa­han-kere­sa­han maha­siswa yang bermuara dari pro­gram ker­ja SEMA, yakni ser­ap aspi­rasi yang dita­m­pung melalui g‑form. Ser­ap aspi­rasi dilakukan guna menge­tahui prob­lemati­ka apa yang per­lu dis­am­paikan oleh sema kepa­da rek­torat. Pelak­sanaan pro­gram ini tidak hanya diim­ple­men­tasikan oleh SEMA Uni­ver­si­tas tapi juga serentak dilak­sanakan oleh sege­nap SEMA Fakul­tas. Namun, dari ser­ap aspi­rasi yang ter­ja­di sebelum­nya masih tidak kun­jung ditin­dak lan­ju­ti, maka SAPA dilak­sanakan guna mewu­jud­kan aspi­rasi yang tak kun­jung sampai.

banyak dari teman-teman mem­berikan aspi­rasi tapi belum sepenuh­nya ditin­dak lan­ju­ti dan terny­a­ta dari aksi terse­but kita juga tau dari aspi­rasi-aspi­rasi yang belum ter­jawab,” jelas Laila selaku komisi dua SEMA U.

Adanya aksi ini meru­pakan inisi­asi dari komisi dua SEMA U yang telah diper­si­ap­kan den­gan matang sela­ma dua bulan yang lalu. Dan meng­hasilkan 9 tuntutan :

  1. Menin­dak tegas segala ben­tuk komer­sial­isasi pen­didikan yang mem­be­bani mahasiswa.
  2. Mende­sak kam­pus untuk meng­hadirkan sis­tem pen­didikan yang berpi­hak kepa­da mahasiswa.
  3. Mende­sak transparan­si pen­gelo­laan anggaran kam­pus, khusus­nya kebi­jakan keuan­gan mahasiswa.
  4. Mende­sak per­baikan sarana dan prasarana kam­pus demi menun­jang pros­es akademik yang layak, aman, dan nya­man.: audi­to­ri­um parkir
  5. Melakukan penye­larasan mekanisme admin­is­trasi di seti­ap tingkatan den­gan Stan­dart Oper­a­tional Prose­dur yang jelas.
  6. Menun­tut per­baikan sis­tem infor­masi kam­pus ter­hadap mahasiswa.
  7. menun­tut penge­cekan berkala dan tin­dak lan­jut sis­tem rekomen­dasi pen­gadaan kelengka­pan lit­er­atur di per­pus UIN SATU dari mahasiswa.
  8. Menun­tut Pro­fe­sion­al­i­tas Dosen Pen­ga­jar yang rel­e­van ter­hadap mata kuli­ah yang diampu dan keak­ti­fan dalam pros­es pembelajaran.
  9. Menin­dak tegas pelaku segala ben­tuk kek­erasan sek­su­al dan pen­dampin­gan berkala ter­hadap kor­ban. Sem­bi­lan tun­tu­tan ini juga dis­er­tai penyam­pa­ian aspi­rasi lang­sung dari sema, dema dan ukm. Diantaranya ada yang men­geluhkan bah­wa keti­dak jelasan transparan­si, dosen yang jarang masuk kelas lalu mem­berikan tugas yang tidak masuk akal, dan ruang yang kurang luas untuk berkumpul­nya anggota seti­ap ukm.

Fahrun nada selaku ket­ua SEMA dan per­wak­i­lan maha­siswa mem­berikan teng­gat sela­ma dua bulan kepa­da rek­torat untuk mere­al­isas­ikan tun­tu­tan yang tee­lah diu­jarkan. Pihak rek­torat selalu ter­bu­ka dan senang meli­hat seti­ap kata yang ter­lon­tar kare­na kini SEMA dan DEMA bisa men­ja­di jem­bat­an antara maha­siswa dan jajaran rek­torat yang mana penyam­pa­ian seper­ti itu tidak akan mere­ka ketahui tan­pa adanya aksi seba­gaimana SAPA.

Laila menyam­paikan hara­pan adanya aksi ini semoga dari kam­pus itu menin­dak lan­ju­ti terkait adanya aspi­rasi-aspi­rasi maha­siswanya juga lebih baik kede­pa­nya bukan hanya sekedar tulisan dan omon­gan belaka.

Ahmad Wahyu Mauli­di salah satu maha­siswa yang turut hadir dalam aski SAPA juga meny­atakan bah­wa aksi ini relate den­gan keadaan yang sekarang sedang diala­mi kam­pus, berharap sete­lah adanya aksi ini semua aspi­rasi tere­al­isakan dan tidak teru­lang kembali.

Penulis: Din­da Salma Zahira

Redak­tur: Haidar Noufal Alifi