Maha­siswa Uni­ver­si­tas Negeri Sayyid Ali Rah­mat­ul­lah Tulun­ga­gung (UIN SATU) dan Cipayung Plus yang ter­gabung dalam Alian­si Maha­siswa se Tulun­ga­gung  Meng­gu­gat telah mengge­lar audi­en­si di hala­man GOR Lem­bu­pe­teng pada Selasa, 2 Sep­tem­ber 2025. Audi­en­si diiku­ti sek­i­tar 90 Maha­siswa dari pukul 11.40 WIB. hing­ga 12.55 WIB.

Kegiatan ini mene­gaskan bah­wa mere­ka tidak melakukan demon­strasi, melainkan menyam­paikan aspi­rasi secara lang­sung kepa­da pemer­in­tah daer­ah beru­pa isu nasion­al maupun lokal. Bupati Tulun­ga­gung, Kapol­res Tulun­ga­gung, dan Ket­ua DPRD Kabu­pat­en Tulun­ga­gung hadir untuk mener­i­ma aspi­rasi tersebut.

Dalam perte­muan terse­but, maha­siswa mema­parkan tujuh poin tun­tu­tan terkait isu nasion­al, yakni:

  1. Meno­lak kenaikan tun­jan­gan DPR, khusus­nya tun­jan­gan perumahan.
  2. Mende­sak penge­sa­han RUU Per­am­pasan Aset.
  3. Menin­dak tegas dan meme­cat wak­il raky­at yang dini­lai tox­ic bagi masyarakat.
  4. Melakukan eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap insti­tusi Polri.
  5. Meno­lak revisi RUU Polri.
  6. Meno­lak revisi KUHAP.
  7. Men­dorong pemuli­han (recov­ery) agraria.

Tujuh poin terse­but dis­am­paikan secara tegas seba­gai ben­tuk peno­lakan ter­hadap kebi­jakan yang diang­gap tidak berpi­hak pada kepentin­gan raky­at dan berpoten­si merugikan negara. Maha­siswa mene­gaskan bah­wa selu­ruh poin terse­but meru­pakan hasil bersama dan mencer­minkan aspi­rasi pub­lik yang harus segera dire­spons oleh pemerintah.

Aksi ini kita tetap bersorot pada isu-isu nasion­al… Kita sep­a­kat satu forum di luar kan­tor pemer­in­ta­han, dan Bupati, Kapol­res, ser­ta Ket­ua DPRD datang lebih awal untuk menden­gar lang­sung tun­tu­tan kita.” Ujar Fikri Mif­tahul Faizin seba­gai per­wak­i­lan mahasiswa.

Selain mem­bawa isu nasion­al, alian­si maha­siswa juga meny­oroti sejum­lah per­soalan yang dini­lai mende­sak untuk ditan­gani di tingkat daer­ah. Mere­ka meni­lai bah­wa beber­a­pa per­masala­han lokal ser­ing kali tidak men­da­p­atkan per­ha­t­ian serius dan harus dikaw­al agar pelak­sanaan pem­ban­gu­nan ber­jalan transparan ser­ta pro-rakyat.

Berikut adalah isu lokal yang dibawa oleh mahasiswa:

  1. Per­tang­gung­jawa­ban dan transparan­si efisien­si anggaran RPJMD.
  2. Peno­lakan komer­sial­isasi pen­didikan, khusus­nya di sek­tor buku.
  3. Pen­gawalan pemer­ataan pen­didikan di wilayah Tulun­ga­gung, ter­ma­suk daer­ah terpencil.
  4. Per­lin­dun­gan ter­hadap sum­ber mata air di wilayah Tulungagung.

Tak sama den­gan kebanyakan aksi di kota lain yang bertem­pat di depan gedung DPR, audi­en­si ini dilakukan di hala­man GOR Lem­bu­pe­teng. Hal ini diran­cang guna menghin­dari poten­si tin­dakan ker­icuhan dan pro­vokasi. Maha­siswa sep­a­kat tidak mengge­lar kegiatan di kan­tor pemer­in­ta­han demi men­gan­tisi­pasi kemu­ngk­i­nan aksi ditung­gan­gi pihak luar.

Kita tidak mau aksi ini kemu­di­an ditung­gan­gi atau kemu­di­an dijadikan seba­gai kamb­ing hitam atas adanya kerusakan-kerusakan terse­but yang akhirnya dikamb­ing hita­mkan itu meru­pakan maha­siswa.” Imbuh Fikri.

Sete­lah selu­ruh tun­tu­tan dis­am­paikan kepa­da pemer­in­tah daer­ah. Bupati Tulun­ga­gung yaitu Gatut Sunu menyam­paikan apre­si­asi atas sikap tert­ib maha­siswa dan ber­jan­ji akan menin­dak­lan­ju­ti aspi­rasi yang disampaikan.

Semua apa yang dis­am­paikan tadi, insyaal­lah kami akan mem­perke­nalkan, dan kami akan melakukan den­gan hati yang tulus, dan insyaal­lah ke depan kami akan siap mere­sap­kan semua ara­han masukan dari adik-adik maha­siswa.” Ungkapnya.

Beber­a­pa tun­tu­tan yang dis­am­paikan maha­siswa, seper­ti per­cepatan penge­sa­han RUU Per­am­pasan Aset, men­ja­di per­ha­t­ian khusus di forum audi­en­si. Pemer­in­tah daer­ah mene­gaskan bah­wa isu terse­but bera­da di ranah kewe­nan­gan pemer­in­tah pusat dan DPR RI. Mes­ki demikian, Pemkab Tulun­ga­gung berkomit­men untuk meneruskan aspi­rasi terse­but melalui jalur res­mi agar tetap sam­pai ke tingkat nasional.

RUU Per­am­pasan Aset nasion­al ini kan kewe­nan­gan pusat dan yang disoal adalah uru­san DPR RI. Ranah­nya ten­tu di sana. Kita seba­gai ben­tuk kemi­traan dan perte­m­anan sama maha­siswa dan tun­tu­tan sejarah nasion­al, kami hanya sebatas menyam­paikan aspi­rasi ini melalui kori­dor reg­u­lasi yang ada. Ten­tun­ya kita melakukan komu­nikasi atau kun­jun­gan ke DPR RI, itu kendalanya.” Terang Sam­sul Huda selaku ket­ua DPRD Tulungagung.

Penan­datan­ganan nota kesep­a­haman (MoU) meru­pakan ben­tuk komit­men dari pemer­in­tah daer­ah untuk menin­dak­lan­ju­ti poin-poin yang telah dis­am­paikan. Kegiatan ditut­up den­gan doa bersama dan bernyanyi yang dip­impin oleh per­wak­i­lan maha­siswa. Hal terse­but menandai sele­sainya rangka­ian acara den­gan tert­ib dan aman.

Penulis: Sept­ian Eka Putra
Reporter: Cindy Kusuma & Sept­ian Eka
Edi­tor: Musto­fa Ismail