Tulungagung, 16 Februari- Pasar Gratis hadir Sebagai bentuk protes akibat negara yang tidak bisa mengayomi masyarakat. “Simpel aslinya, karena pemerintah tidak bisa mengakomodasi masyarakat yang kekurangan.”tutur Machin, partisipan Pasar Gratis. Pemuda dan pemudi di Tulungagung mengadakan Pasar Gratis yang digelar di Alun-alun Tulungagung pada Minggu (16/2) pagi. Kegiatan ini adalah adalah berbagi secara cuma-cuma entah berupa barang maupun edukasi pengetahuan.
Adanya pasar gratis dilatar belakangi karena pemerintah dianggap tidak bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang sedang mengalami kekurangan. Machin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan dari komunitas tetapi adalah wujud usaha pemuda yang ingin membantu masyarakat tanpa pamrih dan tanpa memandang identitas.
“Inisiatornya aslinya beberapa orang, banyak, dari orang-orang kami memiliki inisiator. Nggak dari komunitas, dari mahasiswa kupu-kupu sing berusaha untuk terjun ke masyarakat tanpa imbal balik dan tanpa peduli dengan yang namanya identitas.” jelas Machin.
Machin menyebutkan Pasar Gratis ini telah dilaksanakan ketiga kalinya dan akan berlanjut setiap satu bulan sekali. Namun adanya kegiatan ini tak jarang dikecam oleh oknum aktivis yang tidak mengetahui bagaimana keadaan masyarakat pada kelompok yang termarjinalkan.
“Tantangannya mungkin biasanya dikecam para oknum yang sok sok aktivis karena mereka tidak mengetahui bagaimana masyarakat ndek kalangan-kalangan yang termarjinalkan” tutur Machin.

Beberapa barang yang dilapakkan di pasar gratis volume tiga ini berupa pakaian, kerudung dan tas. Pakaian tersebut merupakan hasil donasi yang dikumpulkan oleh para partisipan Pasar Gratis agar dapat dimanfaatkan kembali dan membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Suprapti, selaku pengunjung Pasar Gratis berpendapat bahwa adanya Pasar Gratis sangat membantu orang-orang sekitar yang membutuhkan. Ia juga tertarik dan senang apabila kegiatan Pasar Gratis ini dilakukan kembali
“Bagus mbak, membantu, sangat membantu orang-orang sini yang membutuhkan ya mbak. Dari pada dibuang-buang kan sayang ya, mbak, ya” jelas Suprapti.
“Tertarik, saya seneng mbak. Gapapa. Kan nanti juga saya membagikan (dengan kekeluarga di rumah, red.). Kan dapat hikmah juga, dapat pahala juga, ya to mbak? Yang dikasih juga seneng, yang penting itu kan ikhlas ya, mbak” lanjutnya.
Salah satu pengunjung yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa Pasar Gratis ini bagus untuk membuat Alun-alun menjadi ramai.
“ya bagus gitu untuk jadi ramai alun-alun biar tambah pengunjung dan senang dapat baju”
Macin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memberika kesadaran terhadap pemerintah pada masyarakat. ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat korban bencana, masyarakat yang termarjinalkan, maupun warga Tulungagung yang membutuhkan.
“Ini kan upaya untuk memberikan kesadaran terhadap pemerintah, Jadi mungkin pemerintah lebih aware lagi terhadap entah itu korban bencana ataupun ornag-orang yang termarjinalkan ataupun masyarakat-masyarakat Tulungagung ini masih banyak yang membutuhkan.”
Di sisi lain Suprapti berharap kegiatan ini tetap terlaksana karena dapat membantu warga setempat. Ia juga berharap agar ukuran pakaian dapat lebih bervariasi, tidak hanya ukuran untuk anak-anak saja tetapi juga orang dewasa agar semua kalangan dapat menerima manfaat dari diadakannya Pasar Gratis ini. “Yang tadi ini, maaf ya, agak besar-besar kemarin ya. Ini kecil kecil gitu ya bajunya” ujar Suprapti.
Penulis: Chairin Najwa
Repoter: Alfi Karima dan Lulu Parasifa
Editor: Rokhim Mustofa