Peredaran infor­masi Pen­ge­nalan Budaya Akademik dan Kema­ha­siswaan (PBAK) tahun ini telah men­gala­mi perkem­ban­gan. Era pen­ge­nalan yang sebelum­nya  berba­gai pengu­mu­man dis­alurkan melalui kanal What­sApp, Insta­gram, dan Telegram kini meningkat ke jen­jang yang lebih res­mi, web­site.

Pelun­cu­ran web­site pbak.uinsatu.ac.id tidak jauh dari alasan tema ori­en­tasi maha­siswa yang men­gusung per­ad­a­ban dig­i­tal. Inisi­atif pani­tia mem­bu­at laman ini untuk maha­siswa baru juga bertu­juan memu­dahkan dis­tribusi infor­masi di media sosial (What­sApp dan Insta­gram) yang cen­derung tidak ter­struk­tur dan nonformal.

Maha­siswa baru cukup meng­gu­nakan Nomor Induk Maha­siswa (NIM) dan kata san­di untuk mema­su­ki laman. Fitur yang ada  men­cakup infor­masi pem­ba­gian kelom­pok, petun­juk tek­nis, dan pen­ge­nalan organ­isasi yang terse­dia di UIN SATU. Selain akses infor­masi, por­tal ini menye­di­akan men­tion con­fess (men­fess) yang bisa diak­ses secara umum (tan­pa login) untuk men­gir­im pesan apapun secara publik.

Adanya web­site ini seba­gai per­syaratan mere­ka masuk ospek dan nan­ti­nya mere­ka bisa meli­hat hal apa saja di UIN SATU ini, seper­ti Unit Kegiatan Maha­siswa dan Organ­isasi Kema­ha­siswaan seba­gai macam organ­isasi kam­pus. Jadi, mere­ka itu pen­ge­nalanya bisa secara dig­i­tal, tidak hanya meli­hat dari pam­flet ataupun harus mem­bu­ka Insta­gram,” jelas Bilqis selaku ket­ua pelak­sana PBAK 2026.

Pada prak­tiknya, web­site PBAK  men­gala­mi kesala­han sis­tem pada pengu­mu­man kelom­pok PBAK. Keke­liru­an yang ter­ja­di beru­pa kelom­pok PBAK yang belum muncul, kelom­pok yang ter­tukar, dan nama yang ter­can­tum dalam kelom­pok ter­tulis dua kali.

Bilqis men­gakui memang ter­da­p­at ketele­do­ran saat mema­sukkan data. Ia men­je­laskan men­ge­nai kesala­han yang ter­ja­di pada web­site terse­but kare­na banyaknya jum­lah maha­siswa yang per­lu diin­put pada sis­tem mem­bu­at pani­tia kewala­han dan ter­ja­di human error.

Kalau kemarin terkait kelom­pok sendiri itu memang ada sedik­it keke­liru­an. beber­a­pa kelom­pok memang ada kesala­han mema­sukkan rumus dan ada ketele­do­ran yang men­gak­i­batkan kesala­han pada web­site,” ujarnya.

Selain itu, juga ter­da­p­at maha­siswa jalur mandiri yang tidak  bisa masuk pada laman dan tidak keba­gian kelom­pok. Maha­siswa yang men­gala­mi peri­s­ti­wa ini adalah pendaf­tar jalur mandiri gelom­bang ketiga.

Keja­di­an ini dise­babkan oleh data yang diter­i­ma pani­tia PBAK sepu­luh hari men­je­lang PBAK hanya men­cakup maha­siswa dari jalur SPAN hing­ga mandiri gelom­bang ked­ua. Pani­tia men­da­p­atkan data maha­siswa untuk dima­sukkan ke por­tal melalui alur komu­nikasi den­gan rek­torat seba­gai pusat infor­masi jum­lah maha­siswa baru tahun 2026. Bilqis meny­atakan bah­wa pem­baru­an data maha­siswa mandiri gelom­bang keti­ga dari rek­torat baru diter­i­ma pada 24 Agus­tus (dua hari men­je­lang PBAK).

Hing­ga tang­gal 24 Agus­tus pun itu masih belum muncul kare­na kita juga menung­gu update-nya dari rek­torat. Dan itu muncul­nya di sek­i­tar sore kalau eng­gak siang,” Terang Bilqis.

Imbas dari keja­di­an ini mem­bu­at pani­tia merekap data sebisanya. Bilqis men­je­laskan bah­wa solusi bagi maha­siswa mandiri gelom­bang keti­ga yang masih gagal akti­vasi nan­ti akan dip­isahkan pada saat pelak­sanaan PBAK 26 Agus­tus dan akan diga­bungkan kepa­da kelom­pok yang kuotanya belum maksimal.

kita juga sudah menyi­ap­kan beber­a­pa opsi keti­ka nan­ti ada teman-teman yang tetap masih gagal akti­vasi. Kita sudah siap­kan solusi buat teman-teman yang eng­gak dap­at kelom­pok nan­ti dis­endirikan dan nan­ti akan kita gabungkan ke teman-teman yang seki­ranya masih kosong,” ucap Bilqis.

Sebelum web­site res­mi digu­nakan, pani­tia PBAK 2026 turut melakukan uji coba seba­gai ben­tuk anti­si­pasi ter­hadap min­im­nya kendala tek­nis di lapan­gan. Bilqis mem­be­narkan bah­wa pros­es uji coba terse­but telah dilakukan, mes­ki pada prak­tiknya sejum­lah kendala seper­ti kesala­han rumus pen­gelom­pokan dan keter­lam­bat­an data dari rek­torat tetap tidak dap­at dihin­dari sepenuhnya.

Penulis: M. Achsin
Redak­tur: Haidar Noufal Ali­fi
Reporter: Din­da, Zahra, Sania
Ilus­trasi: M. Kholil