(27/8/2026) Pelak­sanaan Pen­ge­nalan Budaya Akademik dan Kema­ha­siswaan (PBAK) 2026 hari ked­ua diwar­nai peruba­han run­down men­dadak. Kehadi­ran Direk­tur Jen­der­al Pen­didikan Islam meng­haruskan pani­tia memangkas Focus Group Dis­cus­sion (FGD) dari 240 menit men­ja­di hanya 120 menit.

Berdasarkan petun­juk pelak­sanaan dan petun­juk tek­nis (juk­lak-juk­nis), sesi Focus Group Dis­cus­sion (FGD) sem­u­la dialokasikan sela­ma 240 menit, mulai pukul 08.00 hing­ga 12.00 WIB. Namun, demi men­gako­modasi agen­da kun­jun­gan terse­but, pani­tia memangkas durasi FGD men­ja­di 120 menit dan meng­gan­tikan­nya den­gan penyam­pa­ian materi oleh Dir­jen Pendis.

Peruba­han men­dadak ini memicu beragam tang­ga­pan dari para maha­siswa baru. Agharul Islam, maha­siswa baru pro­gram stu­di Komu­nikasi dan Penyiaran Islam yang per­nah berpen­gala­man di divisi acara, meny­atakan bah­wa peruba­han run­down terse­but tidak bisa dimak­lu­mi dan mengganggu. 

Kalau menu­rutku itu apakah tidak ada final­isasi run­down sebelum­nya? Kok sam­pai berubah sam­pai segi­t­un­ya,” ungkap Agharul.

Pan­dan­gan berbe­da dis­am­paikan oleh Kia Mei, maha­siswa baru pro­gram stu­di Tadris Bahasa Indone­sia. Mes­ki men­gakui peruba­han jad­w­al terasa men­dadak, ia men­gang­gap penye­sua­ian jam terse­but tidak men­ja­di masalah besar sela­ma sub­stan­si kegiatan tetap berjalan. 

Menu­rutku bisa dibi­lang peruba­han­nya memang men­dadak, tapi kalau mis­alkan untuk segi kegiatan tetap ber­jalan, sebe­narnya eng­gak ter­lalu ada masalah,” ungkapnya.

Menang­gapi hal terse­but, Roqi Wildana selaku Ket­ua Dewan Ekseku­tif Maha­siswa Uni­ver­si­tas men­je­laskan bah­wa peruba­han jad­w­al kegiatan  meru­pakan instruk­si dari rek­tor terkait kun­jun­gan Dir­jen Pendis yang dis­am­paikan secara men­dadak. Aki­bat­nya, run­down yang sudah diran­cang berubah.

Kare­na adanya ara­han dari Pak Rek­tor adanya Dir­jen Pendis yang ke sini. Jadinya ya mendadak,”tuturnya.

Roqi juga menyam­paikan meskipun peruba­han terse­but men­ja­di hal yang menge­jutkan bagi maha­siswa baru, adanya peruba­han run­down ini bukan­lah suatu masalah yang mengkhawatirkan bagi eksis­ten­si man­faat PBAK. Kare­na, kun­jun­gan Dir­jen Pendis dalam kegiatan PBAK untuk menyam­paikan materi terkait pen­guatan nalar kri­tis maha­siswa. Materi terse­but ten­tu sejalan den­gan fungsi FGD yang sebelum­nya dilaksanakan.

Sebe­narnya hal terse­but tetap masuk akal kare­na hari ini FGD, sedan­gkan Dir­jen Pendis juga mem­berikan materi men­ge­nai pen­guatan terkait nalar kri­tis maha­siswa,” pungkas Roqi.

Penulis: Tsa­nia Khoirun­nisa’
Reporter: Din­da, Zahra, Achsin
Redak­tur: Sifana Sofia