Apti dan Syaki, Singa dan Kelinci di Hari Pancasila
Kasur kamar lusuh dan penuh ingus. Baunya menyengat sampai bulu hidung merinding, tapi tidak untuk sang pemilik kasur, Apti. Beberapa serangga tak sanggup terbang atau berlayar di atas kasurnya, menjauh dengan jarak minimal satu meter. Jelas, Apti ketika tidur…
Cicak Buntung
edung putih. Serba putih dan teratur, rapi. Lantai mengkilat, perabot mewah, halaman luas, licin. Setidaknya itu yang kulihat dari balik jendela, yang nampak begitu indah. Aku merenung sendiri, melihat sekitar yang menjadikanku liyan. Ukuran jendela tempatku memelotot hampir…
Tumbal
okan menumpahkan susu di samping petilasan Mbah Sumede. Bibirnya komat-kamit laksana dukun. Dia berusaha merapalkan mantra hafalannya sepanjang minggu. “Biarkanlah saya menang,” katanya. “Jika pun benar, akan ada banyak sesembahan Eyang.” Mendengar permintaannya, Mawut memincingkan matanya yang kebas sebelah.…
Watu Murup
(Simo, Kedungwaru, Tulungagung) abut menggantung di gunung. Mentari mengintip di timur. Para lelaki mengangkat bahu ̶ berdecak kagum pada pemandangan itu ̶ lalu menyiangi sawah dengan kegembiraan. Telunjuk mereka menunjuk hamparan anugerah yang menyala di depan mata. Padi…
Melamunkan Cantik
ukmini ingin pulang. Suasana rumah yang jauh dari sempurna membuatnya sering rindu. Ada tiga anak kucing berumur tiga minggu mengisi ruang nano dipojokkan rindu. Bau khas kopi jahe tubruk yang disangrai penuh cinta ibu menambah pelik batinnya. Malam…