By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Cerpen

Cerpen

Amunisi Selain Kopi 

Kon­trakan rumah nenek sedang sepi. Hanya ada aku dan seperangkat alat kom­put­er di depanku. Di luar angin bertiup lumayan ken­cang, men­jadikan suasana agak horor. Dis­aat angin yang masuk melalui celah-celah ven­ti­lasi mem­be­lai lem­but kulitku, dis­i­t­u­lah rasa takut menghampiri.…

Cerpen

Gadis Yang Dibunuh Oleh Kata 

Ham­pir dua tahun, seti­ap hari men­je­lang mata­hari ter­bit hing­ga ter­be­nam. Aku meli­hat gadis itu selalu duduk sendiri­an di jem­bat­an kayu tepi hutan.  Posisi duduknya tak per­nah berubah. Kaki kanan menumpu kaki kiri, badan tegak den­gan telin­ga fokus mendengarkan…

Cerpen

Katsarida 

Ten­gah malam, keti­ka aku baru sele­sai mem­ba­ca Die Ver­wand­lung. Yevge­ny Mironov datang dalam wujud kecoak. Badan­nya menggeli­at keti­ka masuk celah pin­tu, bun­yi sayap­nya berisik menyak­i­ti telin­ga, sial­nya enam kaki pen­deknya ber­jalan terseok ke arahku. Serang­ga kemer­a­han  itu bisa…

Cerpen

Srikandi 

Namaku Srikan­di, itu saja. Aku hanyalah gadis kumal yang sedang menen­tang hidup. Aku ter­lahir di lingkun­gan yang sama sekali tak men­gang­gap pent­ing seko­lah. Sudah syukur tamat Seko­lah Dasar (SD), kare­na kebanyakan dari kami putus seko­lah di tahun ketiga.…

Cerpen

Mempertanyakan Keputusan Tuhan 

Sore itu, kala bumi sedang meni­tikkan air untuk kesekian kalinya. Seo­rang rema­ja di per­sim­pan­gan jalan sedang duduk man­is ter­me­nung meli­hat lalu lalang kendaraan di ten­gah kebisin­gan kota. Deni  namanya, rema­ja desa yang berjuang di ten­gah keras­nya kehidu­pan kota.…

Cerpen

Jingga dan Kenyataan 

Sen­ja, bagi seba­gian orang hanya diar­tikan seba­gai per­pin­da­han dari siang menu­ju malam. Namun, tidak untuk gadis bersurai pan­jang den­gan war­na cok­lat karamel yang men­dom­i­nasi itu. Baginya sen­ja memi­li­ki mak­na tersendiri dalam hidup, teruta­ma sejak 15 tahun yang lalu.…

Cerpen

Perempuan dan Ucap Tertancap 

Hidup­mu harus ter­li­hat seper­ti bun­ga snow­drop, yang selalu berta­han dari cekikan rasa din­gin di musim salju. Bun­ga yang ter­li­hat rapuh, namun berusa­ha untuk tetap ter­li­hat tegar. Hidup harus memi­li­ki hara­pan,” ucap wani­ta berjil­bab itu.

Cerpen

Semoga Badai Tidak Datang 

Berlari, lalu tangkap. Itu yang selalu aku lakukan bersamanya sebelum mata­hari ter­be­nam. Memang mele­lahkan, tetapi kami menikmatinya sam­bil menung­gu per­ahu Ayah untuk siap berla­yar. Seti­ap hari kami per­gi menangkap ikan bersama den­gan para nelayan. “Apa nan­ti malam kita menangkap banyak…

Cerpen

Amrita 

Buman­tara kian tengge­lam. Awang-awang nang terkun­ci mega lebih meningkatkan hawa cengk­er­am. Bersama cemeti dewa di belakang bongka­han muram. Lak­sana berse­dia mem­bu­mikan minu­man. Dan jujur saja, kelam sekadar men­jahili rembulan.