Komisi Pemil­i­han Umum Maha­siswa (KPUM) Fakul­tas Tar­biyah dan Ilmu Kegu­ru­an (FTIK) telah melang­sungkan Pemil­i­han Umum Maha­siswa (Pemil­wa) FTIK pada 30 Desem­ber 2022. 

Berdasarkan Per­at­u­ran Maha­siswa No. 1 Tahun 2022, Pemil­wa FTIK bertu­juan untuk memil­ih Ket­ua dan Wak­il Ket­ua Lem­ba­ga Ekseku­tif yang ter­diri dari Dewan Ekseku­tif Maha­siswa (Dema‑F) dan Him­punan Maha­siswa Pro­gram Stu­di (HMPS) di tingkat Fakul­tas Tar­biyah dan Ilmu Kegu­ru­an dan Pro­gram Stu­di. Lalu, apa yang kiranya menarik untuk kita lihat bersama dalam penye­leng­garaan­nya pada akhir 2022 kemarin?

Ada satu hal yang meman­tik kera­ma­ian di ten­gah gelaran rangka­ian acara Pemil­wa FTIK 2022 kali ini. Yakni banyaknya jum­lah DPT (Data Pemil­ih Tetap) untuk pemil­i­han Ket­ua dan Wak­il Dema‑F. Berdasarkan hasil Sidang Istime­wa (SI) Sen­at Maha­siswa (Sema) FTIK yang ter­can­tum dalam Per­ma FTIK No. 1 Tahun 2022 ten­tang Per­at­u­ran Pemil­wa Pasal 14 ayat 1, dikatakan bah­wa jum­lah DPT untuk pemil­i­han Dema‑F adalah sebanyak 10 persen dari jum­lah maha­siswa aktif seti­ap juru­san. Selan­jut­nya per­at­u­ran di atas­nya, Perma‑U No. 1 Tahun 2022 ten­tang Per­at­u­ran Pemil­i­han Umum Maha­siswa pasal 4 ayat 4 menye­butkan bah­wa hak pil­ih seti­ap pro­gram stu­di adalah 10 persen.

Dilan­sir dari lam­pi­ran surat daf­tar pemil­ih tetap KPUM Uni­ver­si­tas, FTIK memi­li­ki 12 pro­gram stu­di den­gan jum­lah maha­siswa seba­gai berikut: PAI 1204, PBA 368, TBI 794, TMT 806, PGMI 992, PIAUD 365, MPI 526, TBIO 426, TIPS 493, TBIN 509, TFIS 240, dan TKIM 283.

Dari data terse­but bila kita hitung 10 persen den­gan cara pem­bu­la­tan ke atas untuk seti­ap pro­gram stu­di, maka kita akan men­da­p­atkan maha­siswa sejum­lah 706 den­gan rin­cian: PAI 121, PBA 37, TBI 80, TMT 81, PGMI 100, PIAUD 37, MPI 53, TBIO 43, TIPS 50, TBIN 51, TFIS 24, dan TKIM 29. Data yang coba saya hitung rupa­nya tidak selaras den­gan data yang tert­era dalam Kepu­tu­san Pemil­wa FTIK No. 5 Tahun 2022 ten­tang Peruba­han DPT Pemil­i­han Ket­ua dan Wak­il Ket­ua Dema FTIK 2022. Dimana pada Kepu­tu­san No. 5 Tahun 2022 terse­but dite­tap­kan bah­wa DPT pemil­i­han Ket­ua dan Wak­il Ket­ua Dema FTIK dalam penye­leng­garaan Pemil­wa FTIK 2022 sejum­lah 426 mahasiswa.

Jika KPUM FTIK memakai jum­lah DPT kurang dari 10 persen,  maka den­gan jelas disi­ni  KPUM FTIK tidak mengin­dahkan 2 per­at­u­ran yang ada di atas­nya, yaitu Per­ma FTIK dan Perma‑U. Dalam wawan­car­anya, Ket­ua KPUM FTIK menye­butkan bah­wa 10 persen adalah batas mak­si­mal. Pada­hal dalam per­at­u­ran apapun tidak dite­mukan kali­mat terse­but yang diny­atakan secara gamblang.

Dalam sebuah kesem­patan saya dap­at mewawan­car­ai Adit yang meru­pakan salah satu anggota dari Sema FTIK sekali­gus pre­sid­i­um III dalam Sidang Istime­wa pem­ben­tukan Per­ma FTIK No. 1 ten­tang Pemil­wa. Dalam wawan­car­anya Adit men­gatakan bah­wa sebe­narnya tidak diper­bolehkan jika DPT kurang dari 10 persen kare­na jelas berten­tan­gan den­gan Perma‑U dan Per­ma FTIK. Ia menam­bahkan dalam Sidang Istime­wa pun pihak Sema‑U sem­pat dihubun­gi untuk memas­tikan atu­ran men­ge­nai jum­lah DPT. Saat dihubun­gi, pihak Sema‑U men­gatakan bah­wa tidak diperke­nankan jika DPT sejum­lah kurang dari 10 persen dan jus­tru tidak apa-apa jika jum­lah DPT lebih dari 10 persen.

Bagus selaku Ket­ua KPUM FTIK menye­butkan dalam wawan­car­anya bah­wa untuk DPT yang tidak men­ca­pai 10 persen itu bukan­lah masalah. Bagus juga menam­bahkan bah­wa sebelum­nya ada niatan untuk DPT yang dipakai hanya 5 persen saja dari total maha­siswa aktif seti­ap pro­gram studi.

Melalui fenom­e­na ini, saya kira telah ter­ja­di penu­runan pema­haman men­ge­nai hier­ar­ki per­at­u­ran. Lalu apa gunanya Sidang Istime­wa yang di dalam­nya sudah men­gatur terkait jum­lah DPT jika pada akhirnya tidak digu­nakan? Per­ma FTIK sudah tepat dalam men­gatur jum­lah DPT sehing­ga tidak berten­tan­gan den­gan per­at­u­ran di atas­nya. Namun, dalam pelak­sanaan­nya KPUM FTIK tidak dap­at men­ca­pai tar­get DPT sebanyak 10 persen. 

Mau bagaimana lagi, ibarat nasi sudah men­ja­di bubur. Sudah ter­lan­jur. Hara­pan untuk Pemil­wa FTIK selan­jut­nya, semoga sis­tem pendaf­taran DPT semakin jelas dan infor­masi dap­at ter­sam­paikan den­gan baik. Tulisan ini saya tut­up den­gan sebuah kuti­pan dari seo­rang Man­tan Per­dana Menteri Bri­ta­nia Raya.

Semua orang mem­bu­at kesala­han, tapi hanya orang bijak yang bela­jar dari kesala­han mere­ka.” — Win­ston Churchill

Penulis: Annisa Nur Lut­fia
Edi­tor: Vidya