Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung beberapa kali mengalami perubahan rundown. Perubahan ini disebabkan tiga faktor utama yaitu pergantian jam materi, penambahan materidan perubahan konsep acara. Akibatnya beberapa Mahasiswa Baru mengalami sedikit kebingungan (27/08/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan selama dua hari yaitu 27–28 Agustus 2025. Selama acara berlangsung kegiatan berubah tidak lagi sesuai juklak/juknis yang di terima Mahasiswa Baru. Di dalam jumlah juknis pada hari pertama setelah ishoma ada dua materi, namun pada hari ‑H materi bertambah menjadi tiga materi. Hal tersebut menjadikan keresahan bagi mahasiswa baru.
Mahasiswa baru bernama Fajri merasa tidak diberitahu rundown terkait pergantian jam materi. Seharusnya kalau sesuai rundown hari pertama PBAK ada dua materi setelah ishoma, namun ternyata ada tambahan satu materi sebelum ishoma. “Buanyak sing ndak diberitahu, kemarin ndek rundown materine cuma dua setelah ishoma nah tapi kemarin sebelum ishoma ada satu, setelah ishoma ada dua,” ujarnya.
Setering Comitte (SC) Teknis memberi konfirmasi terkait perubahan jam materi itu disebabkan pemateri yang tidak bisa hadir pada hari kedua PBAK. Akhirnya setelah adanya koordinasi pemateri bisa mengisi pada hari pertama. “Materi pertama kemarin itu kan aslinya kan pagi hari ini. Cuma nggak bisa tuh pematerinya jadi akhirnya dipindah siang kemarin,” ujar Imam.
Diah, mahasiswa baru mengatakan rundown tidak sesuai dengan juknis dan tidak tepat waktu molor. “Jadwal berubah, jam nya ngga sesuai dengan dengan juklak juknis dengan yang di share panitia barusan, tidak tepat waktu molor gitu, tiba-tiba ngasih di grub kalau ada pergantian.”
Lanjut Hari kedua, Bisma yang menjadi ketua pelaksana menjelaskan ada dua hal yang menyebabkan perubahan rundown. Pertama, disebabkan adanya tambahan materi library user education dari perpustakaan secara mendadak. “Ada library user education, nah ini kemarin baru ada info mendadak dari pihak Perpus untuk dimasukkan ke acara PBAK Fakultas. Gimana lagi ya bisa enggak bisa kita harus membisakan,” ujar Bisma.
Perubahan kedua yakni disebabkan perubahan konsep parade. Bisma meneruskan penjelasan bahwa memang seharusnya konsep awal melakukan parade lalu lanjut orasi dari ketua lembaga. Berhubung waktu serta jalur berjalannya parade yang bersamaan dengan fakultas lain belum menemukan titik tengah akhirnya memilih untuk merubah konsep langsung orasi saja tidak perlu parade.
Respon mahasiswa baru menanggapi perubahan sangat beragam. Diah mengatakan capek berdiri saat orasi dan tidak semua orang juga suka menyanyi seperti itu. Sementara tanggapan untuk konsep acara lebih suka jika ada parade, namun konsep diganti juga tetap enak selagi tetap bersama-sama. “Tetap kebersamaan ya enaknya, tapi kalo nyanyi nggak semua orang suka, saya kalo lagu kaya gini nggak suka,” terangnya.
Ketua Pelaksana mengatakan bahwa perubahan penulisan dalam rundown soal parade sudah diganti dengan orasi, padahal saat ditanya masih banyak mahasiswa baru mengatakan waktunya saat itu adalah parade.
“Untuk rundown yang hari ini tulisannya orasi. Mohon maaf karena melihat maba-maba sekarang itu kan banyak yang kemarin itu informasi sudah disampaikan di grup tapi mereka katanya belum tahu. Bahkan kemarin besok paginya PBAK malamnya baru konfirmasi kalau dia belum dapat kelompok, belum masuk grup dan lain-lain. Jadi ya mohon maaf mungkin merekanya kurang menyimak grup.”
SC Teknis yang menjawab lelahnya mahasiswa baru saat orasi mengatakan bahwa berdiri adalah untuk menghormati ketua lembaga yang sedang orasi, jika merasa lelah juga telah disediakan tim Kesehatan dan boleh izin duduk dengan P/IP. “Ya kalau merasa kurang enak kan kita juga sudah menyediakan tim Kesehatan.”
Fajri berharap acara PBAK FTIK kedepannya agar lebih matang persiapannya, “kesiapan panitia harus matang lah,” ujarnya. Dilanjut Pina dan Anggi berharap agar lebih baik dalam menata rundown dan jangan terlalu mendadak, “harapannya mungkin panitia agar lebih baik lagi dalam menata rancangan itu. Terus kayak enggak dadakan jadwal-jadwalnya juga itu menata rancangannya itu kan penting ya. Kalau mulur dikit aja rundown yang awalnya itu kan bisa semuanya jadi rusak semua tatanan.”
Penulis: Nikmal Maula
Reporter: Aina, Ilma, Maula
Editor: Mustofa Ismail
PBAK