Atas asas peduli sesama, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung mengadakan kegiatan donasi peduli bencana Sumatera. Aksi penggalangan dana berlangsung di lingkup internal kampus mulai Rabu, 3 Desember hingga Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas kondisi Sumatera yang dinilai sangat memprihatinkan dan mengancam keberlanjutan hidup masyarakat.
Penggalangan diawali melalui unggahan bertajuk “Peduli Bencana Sumatera” di laman Instagram @dema_uinsatu, yang sekaligus menjadi sarana penyebaran informasi kepada civitas akademika. Bantuan yang dihimpun berupa uang dan barang. Donasi uang dapat diberikan melalui transaksi tunai maupun non-tunai, sementara donasi barang dikumpulkan di Gedung UKM yang berada di depan pintu belakang UIN SATU
Menurut Muhammad Ikhsanuddin selaku Ketua DEMA UIN SATU, kegiatan ini merupakan inisiatif bersama seluruh anggota DEMA setelah melihat kondisi sosial di Sumatera yang kian memprihatinkan. Ia menjelaskan bahwa DEMA sempat mewawancarai beberapa mahasiswa yang berada disana, khususnya mahasiswa UIN Medan dan IAIN Aceh. Dari keterangan tersebut, mereka mendapatkan gambaran bahwa situasi di sana sudah sangat sulit.
“Di situ menjadi inisiatif kita, untuk mendorong bahwa bagaimana kita sebagai kampus Islam Negeri itu juga mencerminkan Rahmatan Lil ‘Alamin; dan membantu sesama makhluk hidup,” ujar Ikhsanudin.
Penggalangan donasi dilakukan dengan dua cara: berkeliling dari kelas ke kelas untuk menghimpun dukungan langsung, serta mengajukan permohonan donasi kepada pihak rektorat sebagai bentuk partisipasi institusional. Selain itu, DEMA juga menyebarkan poster kegiatan melalui media sosial agar informasi dapat menjangkau lebih banyak pihak.
“Kalau mendonasi per hari ini, kita pakainya tetap di UIN, internal UIN ya,” terang Ikhsanudin. Namun ia menegaskan bahwa donatur dari luar kampus tetap diterima. “Kalau ada pamflet yang keluar dari UIN, terus ada yang scan barcode dan ikut menyumbang, kami tidak menolak,” lanjutnya.
Donasi yang masuk cukup beragam, mulai dari pakaian, obat-obatan, sembako, hingga uang tunai maupun non-tunai, sesuai daftar yang tercantum pada platform Instagram DEMA UIN SATU. Hingga saat ini, bantuan yang paling banyak diterima berupa pakaian sekitar 15 karung, uang sekitar 27 juta rupiah, serta beras sebanyak 5 kilogram.
Untuk pendistribusian, DEMA UIN SATU menggunakan dua jalur. Donasi uang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan program Kementerian Agama, sedangkan donasi berbentuk barang dikirimkan melalui Jalur Nugroho Ekakurir (JNE) melalui fasilitas pengiriman gratis menuju posko bencana di Sumatera.
Ikhsanudin menambahkan bahwa tidak seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan ke Sumatera. Sebagian akan diberikan kepada mahasiswa UIN SATU yang keluarganya menjadi korban bencana di daerah tersebut.
“Nanti sisa dari itu akan kita donasikan ke teman-teman yang kena dampak orang tuanya di sana. Karena mungkin kita belum bisa merasakan bahwa mahasiswa yang orang tuanya di sana itu tidak mendapatkan bantuan finansial untuk mereka yang ada di sini,” jelasnya.
DEMA