Dewan Ekseku­tif Maha­siswa (DEMA) meru­pakan organ­isasi ekseku­tif yang berfokus pada pelak­sanaan program/kegiatan kema­ha­siswaan. Hal ini sesuai den­gan Kepu­tu­san Direk­tur Jen­dral (Dir­jen) Pen­didikan Islam (Pendis) No. 3814 Tahun 2024 yang men­gatakan bah­wa sis­tem kepemimp­inan DEMA adalah presidensial/eksekutif yang diban­tu oleh kabi­net maha­siswa den­gan mengede­pankan prin­sip demokrasi dan keber­samaan dalam men­jalakan kegiatan mahasiswa.

Seper­ti badan ekseku­tif pada umum­nya, bila ditarik ke taraf nasion­al, Badan Ekseku­tif Negara Indone­sia adalah Pres­i­den dan Wakil­nya beser­ta para Menteri dalam suatu kabi­net. Di wilayah kam­pus, ter­ma­suk UIN Sayyid Ali Rah­mat­ul­lah (UIN SATU) Tulun­ga­gung, DEMA men­ja­di pio­ner uta­ma dalam meng­ger­akan maha­siswa melalui pro­gram-pro­gram ker­janya. Nyatanya, hal ini tidak sesuai den­gan latar belakang diben­tuknya DEMA yang berdasar pada Anggaran Dasar (AD) Organ­isasi Kema­ha­siswaan UIN SATU, yaitu maha­siswa seba­gai gen­erasi muda yang men­ja­di pan­du peruba­han bangsa dan agen peruba­han memer­lukan sebuah wadah organ­isasi kemahasiswaan.

Keti­dak­sesua­ian ini dipen­garuhi oleh beber­a­pa fak­tor, salah sat­un­ya adalah banyaknya pen­gu­rus Kabi­net Sakana­gara DEMA‑U yang hilang masa keang­gotaan­nya. Satu per­satu anggota mulai mengabaikan tang­gung­jawab­nya. Hal ini dibuk­tikan den­gan banyaknya anggota yang telah lulus dan sedik­it­nya pro­gram ker­ja yang terlaksana.

Fenom­e­na “Lep­as Tan­gan” anggota DEMA‑U ini mulai ter­ja­di di Semes­ter gan­jil 2024/2025.  Bahkan Gun­tur Risky Musto­fa selaku Wak­il DEMA‑U memil­ih wisu­da sebelum masa akhir jabatan­nya sele­sai. Ide­al­nya seo­rang pen­gu­rus harus memi­li­ki komit­men yang kuat hing­ga akhir masa jabatan, apala­gi Wak­il Ket­ua DEMA.

Pada Anggaran Rumah Tang­ga (ART) Organ­isasi Kema­ha­siswaan UIN SATU Tulun­ga­gung Pasal 3 Ayat 2 dit­uliskan bah­wa maha­siswa yang tidak aktif/sedang cuti tidak berhak mengiku­ti organ­isasi kema­hasi­waan, dan diperku­at lagi den­gan Pasal 5 Ayat 1 poin F bah­wa keang­gotaan organ­isasi kema­ha­siswaan berakhir kare­na “Telah Wisuda”.

Meli­hat fenom­e­na terse­but, ket­ua DEMA‑U, Muham­mad Ikhsanud­din jus­tru men­gang­gap hal ini adalah kepu­tu­san prib­a­di mas­ing-mas­ing. Ia juga menyayangkan hilangnya anggota yang lep­as dari tang­gung­jawab moralnya.

Menu­rut saya, per­soalan terse­but saya kem­ba­likan kepa­da prib­a­di wak­il saya. Hal ini kare­na, mau tidak mau, tang­gung­jawab per­ta­ma di lingkun­gan kam­pus adalah tang­gung­jawab akademik, kare­na itu yang pal­ing uta­ma. Jadi, saya meny­er­ahkan­nya kepa­da wak­il saya seba­gai bagian dari hak dan kewe­nan­gan yang dim­i­likinya. Namun demikian, hal yang dis­ayangkan adalah tang­gung­jawab moral nya.” Ujar Muham­mad Ikhsanud­din, Ket­ua DEMA‑U tahun 2025.

Meskipun demikian, hal ini tidak selaras den­gan Dir­jen Pendis No. 3814 Tahun 2024 ang mene­gaskan bah­wa penye­leng­garaan kegiatan kema­ha­siswaan harus mengede­pankan prin­sip demokrasi dan kebersamaan.

DAFTAR NAMA ANGGOTA DEWAN EKSEKUTIF MAHASISWA (DEMA) YANG TELAH LULUS DAN NON AKTIF UIN SATU PERIODE 2025

NamaSta­tus
Gun­tur Risky MustofaLulus
Aliyyu Bin­ti IslamiaLulus
Muham­mad Tsabiqul FikriLulus
Kres­na WirayudaLulus
M. Izzul HaqLulus
Daf­fa Aldessa AqilyatitoLulus
Fird­ho Maullana HadiLulus
Septya Addiniyah ArifLulus
Anisa Zakia RahmaLulus
Dawam Al AsrorLulus
Kharis­ma Novi­ta. SariLulus
Nail­hamu­diLulus
Muham­mad Akmal CandraLulus
Achmad Chaiz Mubarak MLulus
Abdur­rah­manLulus
Rif­ki Yan­uar TsabitLulus
Muham­mad Nizar HanafiLulus
Achmad Nas­rul­lohLulus
Febril­la Shendy KiranaLulus
Hel­mi Prabowo AliNon Aktif
M. Bahrul AlamNon Aktif
Ilma Amalia FitriaLulus
Ahmad Puji KurniawanLulus

Dimen­si menelusuri sta­tus keak­ti­fan selu­ruh anggota DEMA‑U lewat web­site PDDik­ti. Dari data awal anggota pen­gu­rus DEMA‑U yang berjum­lah 80, sebanyak 21 anggota dite­mukan telah lulus akademik dan 2 anggota dalam sta­tus non-aktif.

Sebanyak 23 anggota DEMA‑U seharus­nya tidak berhak men­ja­bat dalam organ­isasi kema­ha­siswaan dan wajib untuk di-reshuf­fle. Pada kegiatan annu­al report yang seleng­garakan oleh Sen­at Maha­siswa UIN SATU Tulun­ga­gung (SEMA‑U) (22/12), salah satu per­wak­i­lan DEMA‑U men­gatakan bah­wa DEMA‑U sudah melakukan tin­dakan reshuf­fle sebanyak 2 kali. Namun, hing­ga di penghu­jung akhir jabatan DEMA‑U tidak per­nah mem­berikan infor­masi apapun kepa­da pub­lik terkait reshuf­fle di akun media sosialnya.

Aufa (nama sama­ran), maha­siswa semes­ter 7 menang­gapi banyaknya anggota pen­gu­rus DEMA‑U yang telah lulus dan akhirnya di-reshuf­fle. menu­rut­nya, kon­disi terse­but cukup miris dan mem­pri­hatinkan, mengin­gat rekan-rekan yang telah memi­li­ki niat untuk bergabung dalam DEMA‑U jus­tru den­gan mudah melepaskan tang­gung­jawab yang telah diemban.

Tang­ga­pan saya prib­a­di untuk teman-teman DEMA U yang lebih memil­ih lulus ter­lebih dahu­lu cukup miris dan cukup pri­hatin. Kare­na, Kena­pa kok teman-teman yang sudah pun­ya niatan untuk bergabung den­gan DEMA U tapi segam­pang itu untuk melarikan diri dari tang­gung­jawab­nya.” Tutur Aufa

Dampak Hilangnya Masa Keanggotaan

Dari banyaknya anggota pen­gu­rus DEMA‑U yang telah lulus dan sudah di-reshuf­fle, Ikhsan men­gatakan pro­gram ker­ja yang dilakukan oleh DEMA‑U men­ja­di kurang mak­si­mal seper­ti kegiatan PBAK dikare­nakan keter­batasan komu­nikasi. Tak hanya itu, kon­disi terse­but juga men­gak­i­batkan banyaknya pro­gram ker­ja yang tidak terlaksana.

terse­but menun­jukan ter­da­p­at 31 pro­gram ker­ja di selu­ruh departe­men DEMA‑U yang dis­usun saat Rap­at Ker­ja (Rak­er). Namun, berdasarkan lem­bar per­tang­gung­jawa­ban (LPJ) DEMA U pada saat kegiatan annu­al report hanya ter­da­p­at 4 pro­gram ker­ja yang ter­lak­sana. Sehing­ga, apa­bi­la men­gacu pada LPJ DEMA‑U pada kegiatan annu­al report, ter­da­p­at 27 pro­gram ker­ja yang tidak terlaksana.

Selan­jut­nya, Kru Dimen­si juga melakukan pen­gelom­pokan pro­gram ker­ja DEMA‑U yang men­gacu pada banyaknya pro­gram ker­ja yang ter­lak­sana dan tidak ter­lak­sana hing­ga akhir masa kepengurusan.

Dit­in­jau dari ter­lak­sananya pro­gram ker­ja, seti­ap bidang memi­li­ki pro­gram ker­ja yang tidak ter­lak­sana dan hanya 4 pro­gram ker­ja dari 4 bidang yang ter­lak­sana. Yaitu, dari Bidang Pengem­ban­gan Organ­isasi Maha­siswa (Dalam Negeri), Pengem­ban­gan Sum­ber Daya Maha­siswa, Aga­ma, dan Pem­ber­dayaan Perempuan.

Bagaimana Maha­siswa Mere­spon Semua Ini?

Umar (bukan nama sebe­narnya) maha­siswa semes­ter 5 turut mere­spon terkait banyaknya pro­gram ker­ja yang tidak ter­lak­sana, Umar menye­butkan bah­wa ia seba­gai maha­siswa tidak merasakan dampak apapun dari pro­gram ker­ja yang dilak­sanakan oleh DEMA‑U.

Dan juga kalau dipan­dang di tahun ini pun saya seba­gai maha­siswa itu tidak merasakan dampak dari pro­ker-pro­ker yang sudah dijalankan oleh DEMA‑U.” Tutur Umar.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Amelia Dewi, Maha­siswa Semes­ter Satu. Ia men­gungkap­kan bah­wa sela­ma ini tidak menge­tahui bagaimana kin­er­ja DEMA‑U ber­jalan, bahkan ia menge­tahui soal pro­gram ker­ja yang dijalankan oleh DEMA‑U hanya sebatas Pen­ge­nalan Budaya Akademik dan Kema­ha­siswaan (PBAK) dan kegiatan sosial ser­ta kemahasiswaan.

Penulis: M. Dzul­farokhi
Olah Data: M. Kho­lil­ur Rid­lo
Edi­tor: Rokhim Musto­fa Ismail