Sete­lah lima tahun bergan­ti men­ja­di Uni­ver­si­tas Islam Negeri (UIN). UIN Sayyid Ali Rah­mat­ul­lah Tulun­ga­gung (SATU) beru­paya mengem­bangkan lem­ba­ganya den­gan mem­bu­ka pro­gram stu­di (pro­di) umum. Upaya terse­but sudah dilakukan sejak 2025 den­gan mem­bu­ka pro­di Hukum Bis­nis hing­ga dis­usul keti­ga pro­di baru yang dibu­ka tahun ini, yakni  pro­di Infor­mati­ka, Sains Data, ser­ta Teknolo­gi Pan­gan dan Hasil Per­tan­ian. Pendaf­taran keti­ga pro­di baru mulai dibu­ka lewat jalur UMPTKIN yang diu­mumkan melalui Insta­gram @uin_satu.

Alasan men­ga­pa UIN SATU mem­bu­ka pro­di baru didasari oleh per­gant­ian dari Insti­tut ke uni­ver­si­tas. Hal ini mewu­jud­kan wewe­nang yang berlan­daskan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 ten­tang pen­didikan ting­gi pasal 59. Namun, kare­na UIN masih men­gelo­la pro­di-pro­di yang masih insti­tut seper­ti Tadris Fisi­ka, Tadris Kimia, Tadris Matem­ati­ka, dll. Abad Badruza­man selaku Wak­il Rek­tor Bidang Akademik dan Kelem­ba­gaan men­gatakan, guna pengem­ban­gan kelem­ba­gaan UIN diharuskan mem­bu­ka pro­di umum tersebut. 

Alasan lain­nya ialah, menarik siswa siswi SMA, STM, dan SMK untuk berku­li­ah di UIN SATU. Den­gan itu pihak kam­pus mem­bu­ka pro­di baru agar sesuai den­gan pendaf­tar yang ingin meneku­ni keil­muan umum.

kami berharap bahkan kami meyaki­ni ani­mo (keing­i­nan) lulu­san-lulu­san SLTA itu akan ting­gi ter­hadap pro­di-pro­di yang kami ajukan namanya” jelas Abad Badruzaman.

Alur UIN SATU dalam Men­ga­jukan Pro­di Umum 

Dalam rang­ka mere­al­isas­ikan ter­bit­nya pro­di baru, uni­ver­si­tas men­ga­jukan pro­pos­al pada aplikasi sia­ga yang biasa digu­nakan seba­gai pen­ga­juan pro­gram stu­di baru milik Kemen­tri­an Pen­didikan dan Kebu­dayaan. Pihak uni­ver­si­tas telah melakukan pem­ba­caan pada aplikasi sia­ga dan men­e­mukan pro­di umum yang bisa dia­jukan proposalnya. 

Awal­nya uni­ver­si­tas men­ga­jukan enam pro­di baru yang akan dire­al­isas­ikan; Infor­mati­ka, sains data, teknolo­gi pan­gan dan hasil per­tan­ian, ilmu keo­lahra­gaan, bis­nis dig­i­tal dan gizi. Namun, pro­pos­al yang dis­e­tu­jui hanya di tiga pro­di umum. Peno­lakan atas per­se­tu­juan terse­but menu­rut Abad Badruza­man dikare­nakan kurangnya per­syaratan yang harus dipenuhi, yakni kurangnya dosen pengam­pu dalam beber­a­pa pro­di tersebut.

Per­tim­ban­gan men­ge­nai pendaf­taran keti­ga pro­di umum dibu­ka saat UMPTKIN dise­babkan SK pendiri­an pro­di turun pada saat jalur SPAN sudah ter­lewat. Dalam mer­ilis pro­di umum ini UIN SATU mem­bu­ka kuo­ta pada UMPTKIN sebanyak 80 di seti­ap pro­gram stu­di baru. Infor­masi ini dise­bar melalui postin­gan insta­gram yang dirilis pada tang­gal 14 April 2026 di Insta­gram @uin_satu. 

Pen­em­patan Fakul­tas untuk Pro­di Baru

Pro­di Infor­mati­ka, Teknolo­gi Pan­gan dan Sains Data memi­li­ki dis­plin ilmu yang berbe­da den­gan pro­di-pro­di di fakul­tas-fakul­tas UIN SATU, yakni: FUAD, FTIK, FEBI, dan FASIH. Keti­dakadaan fakul­tas yang sesuai pada keti­ga pro­di terse­but mem­bu­at pihak UIN men­gelu­arkan kebijakan.

Abad Badruza­man men­je­laskan adanya per­syaratan dari Kemen­tri­an Pen­didikan Ting­gi untuk mem­bu­ka pro­di baru tan­pa harus mem­ban­gun fakul­tas ter­lebih dahu­lu. Den­gan itu, pihak UIN SATU mem­bu­at kebi­jakan den­gan meni­tip­kan pro­di ini pada fakul­tas yang sudah ada. Untuk pro­di infor­mati­ka bera­da pada fakul­tas FUAD sedan­gkan pro­di sains data ser­ta teknolo­gi pan­gan dan hasil per­tan­ian bera­da pada fakul­tas FTIK

Pen­em­patan keti­ga pro­di terse­but dalam fakul­tas FTIK atupun FUAD memi­li­ki alasan terkait. Menu­rut Abad Badruza­man, pada fakul­tas FUAD, pro­di infor­mati­ka ditem­patkan kare­na ada beber­a­pa pro­di seper­ti Komu­nikasi Penyiaran Islam dan Ilmu Per­pus­takaan Infor­masi Islam yang sedik­it bers­ing­gun­gan. Namun, pen­em­patan pro­di lain­nya di FTIK tidak dite­mukan alasan seper­ti hal­nya pro­di infor­mati­ka dan hanya sekedar agar ada yang mengelola. 

Walaupun pro­di terse­but tidak masuk pada fakul­tas yang sesuai, mata kuli­ah yang seharus­nya diwa­jibkan oleh fakul­tas terse­but tidak dima­sukkan pada pro­di baru. Mere­ka akan men­da­p­atkan mata kuli­ah wajib yang bersangku­tan pada prodinya. Namun, pada tingkat mata kuli­ah uni­ver­si­tas seper­ti stu­di alquran dan hadis, pen­didikan pan­casi­la dan anti korup­si, dll. tetap diwa­jibkan kare­na meru­pakan MKWK (Mata Kuli­ah Wajib Kurikulum). 

mata kuli­ah kefakul­tasan­nya bukan ke FTIK-kan dan ke FUAD-an, mata kuli­ah kefakul­tasan­nya adalah pada kita di kese­hatan, sains, dan teknolo­gi.” Ucap Abad

Kalau ke uni­ver­si­tasan sama, semua pro­di sama.  pen­didikan antiko­rup­si, pen­didikan Pan­casi­la. Kalau itu wajib semua pro­di.” tambahnya

Adanya pro­di baru ini men­u­ai tang­ga­pan dari maha­siswa. Ali Ardian­syah menekankan bah­wa pihak pen­gelo­la maupun dosen harus sigap men­gan­tisi­pasi poten­si kendala yang muncul. Menang­gapi kemu­ngk­i­nan yang ter­ja­di aki­bat adanya pro­di baru, Abad Badruz­za­man men­gu­payakan ada pen­gat­u­ran kem­bali kelas dan perge­ser­an jam kuliah. 

Kalau kelas ya nan­ti diatur ulang” jelas Abad Badruzzaman. 

Pen­da­p­at maha­siswa lain terkait den­gan pro­di baru ini, Fais berharap dibukanya pro­di baru dap­at menam­bah jen­jang pen­didikan di masyarakat men­ja­di lebih dekat pada zaman mod­ern. Adanya pro­di infor­mati­ka  dap­at mem­bu­ka pin­tu masuk bagi orang yang ingin bela­jar ten­tang kom­put­er cod­ing atau AI yang san­gat diper­lukan di zaman mod­ern saat ini.

Keber­hasi­lan UIN SATU mengem­bangkan lem­ba­ga lewat pro­gram stu­di umum, belum dike­tahui pasti. Mengin­gat pro­di Hukum Bis­nis tahun lalu hanya men­jar­ing 16 maha­siswa, mam­pukah tiga pro­di baru tahun ini menarik minat yang lebih besar?

Penulis: Olyvia Dwi
Reporter: Sania, Zahra

Redak­tur: Haidar