Momen­tum Hari Raya Idu­lad­ha 1447 Hijriyah, Rabu (27/5/2026). War­ga di lingkun­gan Musala Al-Hidayah Tung­gul­sari, Tulun­ga­gung meng­hadirkan langkah ino­vatif ramah lingkun­gan dis­tribusi dag­ing kur­ban. Berbe­da dari tem­pat sek­i­tarnya, bungkus dag­ing kur­ban bukan memakai kan­tong plas­tik, melainkan memakai wadah besek bam­bu dan daun pohon jati.

Harun selaku war­ga setem­pat, men­je­laskan bah­wa peng­gu­naan besek sudah tujuh tahun ter­lak­sana. Tujuan­nya agar pem­ba­gian dag­ing kur­ban tidak hanya mem­bawa man­faat sosial, tetapi juga men­ja­ga lingkungan.

Ter­hi­tung sejak 2019, musala kami telah  meng­gu­nakan wadah besek bam­bu dan bungkus daun jati untuk dis­tribusi dag­ing kur­ban, itu men­ja­di komit­men yang war­ga sek­i­tar jaga bersama,” kata Harun kepa­da DIMeN­SI (27/5).

Ia menam­bahkan, awal mula peng­gu­naan besek bam­bu dan daun jati untuk dis­tribusi dag­ing kur­ban ia usulkan selepas mengiku­ti pawai bebas plas­tik pada tahun 2019. Kesadaran akan bahaya yang ditim­bulkan sam­pah plas­tik men­ja­di dasar usu­lan­nya, selan­jut­nya peman­faatan besek bam­bu dan daun jati juga turut ia utarakan pada war­ga lingkun­gan musala Al-Hidayah.

Saya men­gusulkan memakai besek bam­bu untuk men­gu­ran­gi peng­gu­naan sam­pah plas­tik pada hari Idu­lad­ha, sekali­gus upaya men­dorong pro­duk­tiv­i­tas usa­ha mikro kecil menen­gah pen­gra­jin besek bam­bu di lingkun­gan sek­i­tar,” jelasnya.

Selain itu, Harun men­je­laskan bah­wa daun jati memi­li­ki man­faat pent­ing. Menu­rut­nya, daun jati memi­li­ki kegu­naan untuk men­gu­ran­gi aro­ma amis sekali­gus meng­ham­bat per­tum­buhan bak­teri pada dag­ing kurban.

War­ga setem­pat menyam­but baik wacana terse­but, antu­sias war­ga ter­ja­ga hing­ga sekarang. Ada­pun jum­lah kur­ban pada tahun ini, satu ekor sapi dan dela­pan kambing.

Ket­ua Tak­mir Musala Al-Hidayah, Teguh Rid­wan, men­gakui ongkos yang harus dikelu­arkan untuk besek bam­bu juga daun jati memang lebih ting­gi dari kan­tong plas­tik, juga pada tahap pem­bungku­san ger­akan ini memer­lukan lebih banyak tena­ga dari­pa­da memakai kan­tong plastik.

Sebe­narnya secara har­ga memang lebih mahal dari­pa­da memakai plas­tik, juga tena­ga akan lebih banyak dibu­tuhkan di tahap pem­bungku­san, tetapi sete­lah kita menger­ti man­faat peng­gu­naan besek bam­bu dan daun jati, jus­tru kami den­gan para war­ga sek­i­tar semakin seman­gat untuk ger­akan ini” jelas Teguh kepa­da DIMeN­SI (27/5).

Ia berharap, semakin banyak masyarakat yang sadar akan pent­ingnya men­ja­ga lingkun­gan sek­i­tar. Hal terse­but bisa dim­u­lai den­gan langkah kecil men­gu­ran­gi peng­gu­naan kan­tong plas­tik dan peman­faatan wadah guna ulang sekalipun hanya pada momen iduladha.

Penulis: M Siro­jul M.
Reporter: Haidar, Siro­jul
Redak­tur: Sifana Sofia