Tanamkan nilai anti korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Anti-Coruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026. Berkolaborasi dengan Komunitas Film Ponorogo Indie (KOFPIPONOROGO) dan Berkah Berkharisma Kolektif, acara ini dilaksanakan di Angkringan Ruins, Sambirobyong, Sumbergempol, Tulungagung pada 30 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Tulungagung melalui kampanye antikorupsi berbasis film.
Film yang diputar merupakan karya yang masuk pada nominasi ACFFEST, antara lain:
1. Jimpitan, karya sutradara Wiwid Septiyardi.
2. Ati, karya sutradara Arfiyan Dewa.
3. Digas, karya sutradara Ilham Khairuddin Fathony.
4. Jebakan P, Jebakan P!, karya sutradara Ari Nurwahyudi.
5. Super Kipli, karya sutradara Ginanjar Teguh Iman.
6. Babak Final, karya sutradara Dhisga Amandatya.
Selain pemutaran film acara diisi kegiatan diskusi, dengan mendatangkan dua pemantik yakni Susilo dari tim Pusat Aksi Jawa Timur untuk Perlindungan Anak dan Kelompok Rentan (Paksi JatimPAK) dan Luciano Paganini yang merupakan Filmaker asal Tulungagung. Dalam pemaparannya, Susilo menyebutkan bahwa pemutaran film ini dapat menginduksikan nilai intregitas, serta memberikan pengalaman baru dan kesadaran masyarakat.
“Dengan melihat film, kita bisa mendapatkan pengalaman atau efek kognitif, kemudian ada efek-efek afektifnya juga” jelas Susilo.
Menambahkan ungkapan Susilo, Luciano sedikit menyinggung mengenai fungsi strategis film sebagai alat edukasi masyarakat. Ia diantaranya juga membahas beberapa tips membuat karya di era sekarang. Menurutnya karya yang tidak dibuar satir ataupun komedi sering kali disalah artikan oleh perorangan.
“Sebenarnya kalau di zaman sekarang kita bisa lakukan dengan cara satir. Bikin konten-konten yang satir dan tidak menggurui. Apalagi zaman sekarang itu Gen Z itu enggak mau saja menggurui, dan emang harus dibikin satir atau dibikin komedi,” ungkap Luciano.
Tak ketinggalan, Kehadiran Kepala Desa Sambirobyong juga turut mengapresiasi digelarnya acara ini. Dalam sambutannya, ia berharap pemutaran film ini dapat mengampanyekan antikorupsi di lingkungan masyarakat.
“Sekali lagi mudah-mudahan Ini bermanfaat bagi kita semua untuk mengurangi korupsi baik di tingkat desa, tingkat kecamatan, atau kabupaten juga di tingkat keluarga,” ujar Kepala Desa.
Di samping sebagai edukasi mengenai kampanye anti korupsi, dalam wawancara kami dengan Muhammad Jati Pangayoman sebagai ketua pelaksana acara, Movie Day juga dimaksudkan untuk memperat tali silaturahmi antarkolektif yang ada di Tulungagung.
“Saya juga berharap sebetulnya adanya sinergitas antara komunitas film sih. Kayak paling enggak saling kenal lah antara komunitas ini. Luwih wangun, luwih gayeng sama teman-teman komunitas yang lain,” ucap Jati.
Di sela-sela serangkaian acaranya, tak lupa semboyan “JUMAT BERSEPEDA KK” turut digaungkan. Semboyan yang dikampanyekan oleh Paksi JatimPAK tersebut selaras dengan tujuan diadakannya kegiatan ini. Diambil dari sembilan nilai antikorupsi KPK yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, serta Kerja Keras.
Acara Movie Day 2026 ini berlangsung semarak, ditandai kehadiran audiens yang sangat beragam, mulai dari aliansi mahasiswa, komunitas seni, hingga segenap elemen masyarakat sipil. Antusiasme para peserta yang memadati Angkringan Ruins adalah bukti terealisasinya event ini.
Penulis: M. Kholilur Ridlo
Reporter: Sania
Redaktur: Sifana Sofia
Dok. LPM Dimensi
ACFFEST 2026 Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film">