Setiap memulai ajaran baru, seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) mengadakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Agenda ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa baru untuk mengenal nilai-nilai dan budaya akademik kampusnya. Oleh karena itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung sedang mempersiapkan acara penting tersebut. Kepungan persoalan dan beban tanggung jawab tentang keberlangsungan acara PBAK memunculkan pertanyaan: tindakan apa saja yang dipersiapkan untuk menyambut mahasiswa baru pada tahun ini?
Menurut Surat keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2939 Tahun 2024, PBAK merupakan serangkaian kegiatan pengenalan nilai-nilai dan budaya akademik kampus yang diselenggarakan pada setiap awal ajaran baru. Agenda PBAK menjadi wahana awal antar mahasiswa baru untuk saling mengenal, menjalin komunikasi, dan memperoleh pahaman awal iklim kampus. Dalam sisi perspektif akademik, PBAK membantu mahasiswa baru memahami struktur dan sistem akademik kampusnya, meliputi penjelasan tentang kurikulum, metode perkuliahan, sistem penilaian, hingga kegiatan akademik serta layanan akademik yang tersedia. Melalui PBAK pula, mahasiswa baru diperkenalkan berbagai organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampus.
Berdasarkan hal-hal tersebut, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, menetapkan norma, panduan komprehensif dan kebijakan operasional yang tertuang dalam petunjuk teknis PBAK. Di dalam petunjuk teknis tersebut dijelaskan bahwa panitia adalah penyelenggara PBAK yang terdiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa yang ditetapkan oleh Rektor atau Ketua. Dalam hal ini, menurut Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 3814 tahun 2024 tentang petunjuk teknis organisasi kemahasiswaan pada perguruan tinggi keagamaan islam, dijelaskan bahwa Dewan Eksekutif Mahasiswa yang selanjutnya disebut DEMA adalah organisasi eksekutif mahasiswa yang bertugas untuk melaksanakan program atau kegiatan kemahasiswaan yang berkedudukan di tingkat Universitas. Sehingga, berdasarkan keputusan tersebut, Dema tentu memiliki andil besar dalam pelaksanaan PBAK yang merupakan salah satu kegiatan kemahasiswaan.
Berdasarkan pengamatan tahun lalu, didapati beberapa poin yang harus menjadi titik perbaikan panitia dalam melaksanakan PBAK tahun ini. Sebagai bentuk perbaikan tersebut, panitia memastikan perencanaan PBAK tahun ini disusun dengan lebih matang. Untuk memperoleh informasi terkait persiapan acara PBAK UIN SATU, DIMeNSI mewawancarai Roqi Wildana selaku ketua Dema, pada Jum’at (14/8) di Kedai Sekawan, Boyolangu, Tulungagung. Dalam wawancara tersebut, Roqi berusaha menjawab pertanyaan-pertanyan tentang agenda PBAK, persiapan acara pada tahun ini, serta melaksanakan hasil evaluasi PBAK tahun kemarin dengan solusi kritis yang akan dilakukan pada tahun ini.
- Sebenarnya apa urgensi PBAK?
Sangat penting, soalnya di PBAK itu tempat pengenalan untuk mahasiswa baru. Mulai dari budaya kampusnya hingga menyangkut antropologi kampus. Terus juga sebagai langkah membangun nalar kritis mahasiswa, dengan adanya materi-materi pada PBAK dan dilanjut diskusi pada Forum Group Discussion. Jadi perubahan dari pelajar ke mahasiswa ini terdapat perbedaan.
- Tantangan PBAK 2026
Tantangan tahun ini terletak pada efisiensi. Salah satu imbas efisiensi, yaitu tidak ada videotron saat hari pertama dan kedua PBAK yang seharusnya merupakan contoh implementasi dari tema teknologi. Selanjutnya, supaya teman-teman mahasiswa baru tidak merasa pengap karena tempatnya di dalam tenda, kami juga ajukan AC ataupun kipas angin. Namun, masih belum kunjung disetujui. jadi, tantangan utamanya cuma itu, efisiensi.
- Bagaimana akses kesehatan untuk para mahasiswa baru ketika acara berlangsung?
Kita, pastinya ada tim dari kesehatan KSR. Selain itu, ada ambulans untuk mobilisasi kalau memang benar-benar urgent. Terus, kita juga sudah berkomunikasi dengan pihak satu klinik. Dan kalau satu klinik belum bisa mengatasi, maka akan dirujuk ke rumah sakit. Untuk posko kesehatan, perkiraan kita akan menyiapkan dua pos, yaitu di parkiran depan Ma’had dan juga di parkiran depan gedung Pascasarjana karena kedua tempat itu sudah teduh.
- Bagaimana akses parkiran mahasiswa baru saat PBAK?
Seperti PBAK tahun kemarin, untuk parkiran peserta tetap di luar kampus. hal ini secara tidak langsung juga memberi peluang masyarakat untuk mengelola area parkir. Hitungannya untuk tambah-tambah penghasilan mereka. Kan yang diharapkan dari masyarakat apa? Pastinya adanya kampus ini bisa berdampak, salah satunya itu.
- Berbeda dari tahun kemarin, tempat berlangsungnya PBAK 2026 berada di area Gedung Pascasarjana. Bagaimana pematangan panitia dalam memilih tempat tersebut?
Sebenarnya untuk pertama kali, terkait tempat kita diarahkan oleh Pak Rektor di belakang kantor ma’had. Tapi kan kembali lagi ke keputusan kita, melihat ke kapasitas tempatnya. Karena per hari ini kami juga belum tahu jumlah pasti mahasiswa baru. Sebelumnya teman-teman panitia sudah mengukur lokasi berkali-kali, kira-kira cukup atau tidak. Jika diukur pada posisi duduk, per orang itu 80 cm. Nah, awalnya kan kalau kita tempatkan di belakang ma’had putra saja kelihatannya tidak cukup setelah diukur. Sebagai antisipasi, area selatan ma’had putra juga dibersihkan untuk tambahan lahan.
Penulis: Zahra, Dinda
Reporter: Achsin, Sania
Redaktur: M. Sirojul
PBAK 2026">