By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Sastra

Cerpen

Amrita 

Buman­tara kian tengge­lam. Awang-awang nang terkun­ci mega lebih meningkatkan hawa cengk­er­am. Bersama cemeti dewa di belakang bongka­han muram. Lak­sana berse­dia mem­bu­mikan minu­man. Dan jujur saja, kelam sekadar men­jahili rembulan.

Cerpen

Kebenaran dan Kebohongan 

Alk­isah, di suatu kam­pus yang hijau dan teduh. Yang aman, kon­dusif, tak per­nah kisruh. Mungkin kare­na war­ganya yang patuh atau memang tidak ada borok-borok kekuasaan yang tak per­nah dis­en­tuh.  Ter­da­p­at dua maha­siswa yang sudah men­ja­di saha­bat sedari maha­siswa baru. Namanya Kebenaran…

Cerpen

Hukum Rimba 

Pada suatu wak­tu, ter­ja­di per­si­dan­gan antara Alam den­gan Sapi­ens. Peng­gu­gat yang ter­diri atas Si Sapi­ens yang dik­laim Dar­win meru­pakan evo­lusi sem­pur­na dari nenek moyang mere­ka yaitu si Erec­tus dan ter­gu­gat dari raky­at Alam yang diwak­ili oleh Tuan Beringin,…

Puisi

Untuk Burung Merak 

1935, Tuhan cip­takan romansa jena­ma Ren­dra. Yang tum­buh elok rupa­nya, segar bugar tan­pa memar. Saat rema­ja, rupa-rupa ter­ma ia ter­ka den­gan sen­ga­ja. Hing­ga pada saat­nya, puak bahasa muntah dari laharnya. Pegari, puisi-puisi untuk Sunar­ti. Salah teka negara tak buat ia berdiam…

Puisi

Di Bawah Naungan Rembulan 

Ini adalah kisah ten­tang sebuah negeri den­gan cahya terang, menghem­buskan per­dama­ian di pen­ju­ru ufuk dan ruang. Negeri ini adalah malam, di bawah pur­na­ma yang sedang men­cari perad­u­an. Negeri ini adalah siang, di bawah terik surya yang meny­eringai tan­pa diskriminasi…

Puisi

Jerat Pahlawan Gelap 

Satu peri­s­ti­wa terukirAli­ran sun­­gai-sun­­gai tak lagi kikir­Bau anyir desir men­­galir­Darah-darah men­cu­rah pas­rah terser­ap tanahKelemp­ing dag­ing com­­pang-cam­p­ing tak bergem­ingRubuhRun­tuhMeng­gu­ruhLusuhSemua rataRataRataBer­sama dunia Malam, men­je­lang 1 Okto­ber 1965Usa­ha kude­ta telah ter­­ta­­ta­Jen­­dral-jen­­dral dije­galSebab aral yang diang­gap finalPengkhi­anatanKeke­ja­mandan sadisme lubang buaya Fajar muncul…