Penjara Kata
Di bilik bambu, kuramalkan mantra kalbu Menjelang menuju di perasingan panjang Selalu ada sepi yang menyelimuti setiap hati Lemah sekali! ketika senja bergulir jadi kumpulan syair Banyak jiwa bobrok jadi rosok Yang besar makin kasar Yang kecil makin…
Untuk Munir
Aku tersesat di tengah-tengah ibu kota Membuka mata menatap bayangan cahaya yang hampir sirna Satu kedip mata, hilang begitu saja
Anak dan Pasal
Oleh mereka, ditetapkan hari untukku merdeka ada Hari Anak Nasional maupun Hari Anak Internasional Oleh mereka, ditetapkan undang-undang untuk melindungiku Namun, apakah adanya pasal sengaja untuk dilanggar?
Puisi Ummi
Memanas Hari mengudara dengan sangat panas Udara yang beredar terhirup begitu penuh kegeraman Di sana sini panas meranggaskan kesejukan pepohon yang tumbuh saja Manakah kesejukan akan ada? Nada-nada dan irama yang diiramakan saja juga melonglong setiap saat tiada henti
Secangkir Kopi Filosofi
Kubangan hitam pahit pekat dalam cangkir Mengisyaratkan timbunan filosofi Entah dari mana datangnya filosofi itu Dia datang begitu saja dalam kehampaan Membersit makna memikat dalam tiap hisap
Dosa dan Air Mata
Seseorang menuju ke arah selatan taman Kakinya terseok-seok sampai berdarah-darah
Ada Untuknya
Diluar tidak hujan namun mengapa di sini basah. Cuacanya pun sedang terang, namun kenapa di sini bergemuruh?