Ketidaksukaan yang Dibiasakan
Ketika fajar menampakkan diri, aku merias diri Ketika Surya berjalan meranjak, kertas kutulis dengan rancak Ketika sang panas lepas dari suatu ikat, aku pulang untuk berangkat Ketika gema takbirku menggema, aku mulai membasuh resah gulana Ketika itu rembulan…
Di Ujung Senja Tanah Papua
Nampak, kaki-kaki kecil melukis jejak pada butiran-butiran kristal putih pasir. Meluap panas pada suhu sejengkal tangan di atas tudung Menampik sengatnya, merekah merah pada wajah ibu pertiwi Mengayunkan rona senja, di setiap helai daun-daun yang gugur Menulis bahwa “Aku Bangga…
Dimana Negeri Agraris?
Malamku berpacu dongeng kancil mencuri mentimun Kakekku yang bungkuk bernarasi dengan air liur yang sering muncrat ke langit-langit Katanya sawah-ladangnya luas, musim ketiga mentimunnya besar-besar musim penghujan padinya pun demikian Tak hayal jika kancil-kancil turun gunung
Harapan pada Sebuah Nama
Semenjak hari itu, aku membenci buku. Jilidan berlembar kertas membuatku kehilangan eloknya semesta. Pandanganku membaur bersama kabut dan embun pagi hari. Saat itulah aku menyadari aku akan mati. Aku buta huruf tatkala tulisan Bu Muyas bak Font Calibri…
Khayalan yang menua dan mati di ujung cerita
Perempuan renta yang duduk di depan pintu sebuah minimarket di Jalan Kamboja kini berusaha meninggalan tempatnya. Langkah kakinya yang gemetar dipaksanya berdiri. Ia seperti sebatang randu lapuk yang memaksa dirinya tetap tegak sekalipun penebang kayu berusaha menebasnya, digunakan…
Manifesto Cup-cake
Loyang-loyang konglomerasi hampir penuh. Tepung terigu, tepung beras, telur, gula pasir, mentega, dan bahan lain telah tercampur rata. Mixer baru itu berhasil, melumatkan kegelisahan orang-orang atas ketidakadilan yang terjadi. Lelehan coklat juga membuat pikiran mereka teralihkan lebih cepat, melupakan kekecewaan di…
Penggenggam Surga
Dia yang menggenggam surga Tersenyum kecut menyungging kepuasan palsu Dan kala fajar merekah.… Bergegas menunggui tungku Beranjak dari mimpi tuk siapkan suguhan saban pagi Dia yang menggenggam surga, terlihat kurus Tersirat sebuah jerit yang tak terucap mulus Darinya.… Meski cikal…
Pembantu
Sarapan kali ini tidak terasa nikmat. Sebab adikku yang memasak. Mungkin ini adalah kali pertama ia memasuki dapur. Membuat kami sekeluarga menjadi kelinci percobaan masakannya yang hancur. Dagingnya dipotong besar-besar, alot dan keras. Bumbunya apalagi, terlalu banyak saos.