By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Sastra

Cerpen

Perempuan dan Ucap Tertancap 

Hidup­mu harus ter­li­hat seper­ti bun­ga snow­drop, yang selalu berta­han dari cekikan rasa din­gin di musim salju. Bun­ga yang ter­li­hat rapuh, namun berusa­ha untuk tetap ter­li­hat tegar. Hidup harus memi­li­ki hara­pan,” ucap wani­ta berjil­bab itu.

Puisi

Aku: Bagian Darimu 

Tadah Ruah Asmara Ada kerutan di ken­ing sujud­ku Yang ter­biasa bisu menung­gu Turun­nya tangis kepa­da malam Hilang akalku untuk rangkai kar­ti­ka Yang muncul dan berakhir merangkai kata ketika

Puisi

Harga Nyawa Tak Lagi Ada 

Aku meli­hat bayangku dari pin­tu kaca itu Tak ada lagi yang dap­at kugenggam, uang receh pun habis tak ter­sisa Utang kian menumpuk Kuper­taruhkan semua raga hing­ga ambruk Tut­up satu, buka yang baru

Puisi

Menggugat Suara Pesuruh 

Saat kere­sa­han berge­ma nyaring di sudut-sudut jalan menggel­e­gar bak nyanyian serentak Di balik kur­si berba­lut kulit hitam tia­da yang menden­gar Frekuen­si keti­dakper­caayan melin­tas batas melo­di yang dis­er­ahkan Seakan hilang tak sang­gup men­em­bus gen­dang telin­ga para pesu­ruh yang terhormat

Cerpen

Semoga Badai Tidak Datang 

Berlari, lalu tangkap. Itu yang selalu aku lakukan bersamanya sebelum mata­hari ter­be­nam. Memang mele­lahkan, tetapi kami menikmatinya sam­bil menung­gu per­ahu Ayah untuk siap berla­yar. Seti­ap hari kami per­gi menangkap ikan bersama den­gan para nelayan. “Apa nan­ti malam kita menangkap banyak…

Puisi

Sapardi Lupa Pernah Lahir 

Kehidu­panku bak ragu yang meng­gerutuDi antara sekat rin­ti­han hujan di bulan JuniKau men­genggam angan yang telah lama usaiKema­t­ian Sapar­di sung­guh berat bagi mere­ka yang ter­wak­ilkan kata-kata­­mu­­Tak ada kisah meny­er­amkan kecuali kata-kata mem­bu­at dia menetes