By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Puisi

Puisi

Buku adalah Candu 

Sesi­bak hala­man demi hala­man Menun­tun jemari tuk men­gayun syah­du Mem­bu­ka mata ‘tuk memetik kata demi kata Per­la­han mengisi coro­ng pengetahuan

Puisi

LENTERA 

Hidup bukan­lah apa den­gan apa yang dip­il­ih. Tetapi, hidup bermuara dalam masa kea­paan yang ter­pil­ih. Boleh saja angin mengisi esok­mu. Boleh saja sejuk mengisi lalu­mu. Cuman, tepat pada men­ga­pa kita ada di keber­adaan ini.

Puisi

Manusia Satu Karsa 

Apakah kau tidak tahu Tuhan­mu Maha Bisa? Apakah kau lupa Tuhan­mu maha mahir men­cip­takan karya Apakah iya, Tuhan­mu hanya men­cip­takan makhluk den­gan satu rasa Apakah iya,  Tuhan­mu hanya mam­pu men­cip­takan mahk­luk den­gan satu karsa

Puisi

Ketidaksukaan yang Dibiasakan 

Keti­ka fajar menam­pakkan diri, aku merias diri Keti­ka Surya ber­jalan mer­an­jak, ker­tas kutulis den­gan ran­cak Keti­ka sang panas lep­as dari suatu ikat, aku pulang untuk berangkat Keti­ka gema tak­birku mengge­ma, aku mulai mem­ba­suh resah gulana Keti­ka itu rembulan…

Puisi

Di Ujung Senja Tanah Papua 

Nam­pak, kaki-kaki kecil melukis jejak pada buti­ran-buti­ran kristal putih pasir. Melu­ap panas pada suhu sejengkal tan­gan di atas tudung Menampik sen­gat­nya, merekah mer­ah pada wajah ibu per­ti­wi Men­gayunkan rona sen­ja, di seti­ap helai daun-daun yang gugur Menulis bah­wa “Aku Bangga…

Puisi

Dimana Negeri Agraris? 

Malamku berpacu don­geng kan­cil men­curi men­timun Kakekku yang bungkuk bernarasi den­gan air liur yang ser­ing mun­crat ke lan­git-lan­git Katanya sawah-ladan­gnya luas, musim keti­ga men­timunnya besar-besar musim penghu­jan padinya pun demikian Tak hay­al jika kan­­cil-kan­­cil turun gunung