Akhir Bulan Berdarah
Satu Oktober Kebangkitan Indonesia Dari masa duka Darah di mana-mana Satu Oktober Wujud kebangkitan Indonesia Dari masa kelam Udara yang kacau balau
Tertampar Angin Rindu
Aura gelap begitu mencekam Udara dingin semakin menusuk tulang Sunyi sepi tanpa haluan Hanya deru nafas yang mengiang Daku kini tertampar angin rindu
Manusia Satu Karsa
Apakah kau tidak tahu Tuhanmu Maha Bisa? Apakah kau lupa Tuhanmu maha mahir menciptakan karya Apakah iya, Tuhanmu hanya menciptakan makhluk dengan satu rasa Apakah iya, Tuhanmu hanya mampu menciptakan mahkluk dengan satu karsa
Pangeran dari Desa Tetangga
Surya merangkak perlahan menuju singgasana Awan membentangkan jalannya Langit melapangkan tempatnya Burung mengalunkan deringnya
Ketidaksukaan yang Dibiasakan
Ketika fajar menampakkan diri, aku merias diri Ketika Surya berjalan meranjak, kertas kutulis dengan rancak Ketika sang panas lepas dari suatu ikat, aku pulang untuk berangkat Ketika gema takbirku menggema, aku mulai membasuh resah gulana Ketika itu rembulan…
Hari Puisi Sedunia di LPM DIMeNSI
Puisi bukanlah sekadar tulisan remeh tanpa magis dan perasaan. Yang begitu spontan dalam membacakan bait-bait puisi dengan rasa egois dan emosi. Namun, puisi merupakan sebuah apresiasi dalam menuangkan semua apa yang dirasakan seseorang dalam peristiwa yang telah terjadi…
Di Ujung Senja Tanah Papua
Nampak, kaki-kaki kecil melukis jejak pada butiran-butiran kristal putih pasir. Meluap panas pada suhu sejengkal tangan di atas tudung Menampik sengatnya, merekah merah pada wajah ibu pertiwi Mengayunkan rona senja, di setiap helai daun-daun yang gugur Menulis bahwa “Aku Bangga…
Chairil Berteriak, “Aku ini Binatang Jalang”
Judul : Aku Ini Binatang Jalang Penulis : Chairil Anwar Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tempat Terbit : Jakarta Tahun Terbit : 1986 Cetakan kedua 2015 Tebal Buku : 131 halaman Puisi pertama dalam buku “Aku Ini Binatang Jalang” Oktober…
Bela Saja
Tuhan mengabulkan secara elegan Begitu juga mengambil secara elegan Pantas, memang Tuhan tak perlu dibela Jika kita membela, kita mengkerdilkan-Nya “Tuhan tak perlu di bela” Begitu satiran Gus Dur Memang Tuhan maha segalanya Hingga Tuhan tak butuh siapa-siapa Dia telah…