By using our website, you agree to the use of our cookies.

Kategori: Puisi

Puisi

Manuskrip Negeri; In Memorial Tragedi 98 

Manuskrip negeri telah mati­Di balik jeru­ji besiMaha­siswa gelar aksiMen­er­o­bos celah men­triOrasi sana-sini­Ditem­ba­­ki tubuh tan­pa dosa, pulang ting­gal namaBerko­bar­lah payung hitam di depan istanaLalu bagaimana bisa trage­di hilang dari sejarah negeri?

Puisi

Dilema Bumi 

Per­gant­ian masa menuduh ker­a­puhanRantai pro­duk­si ditak­lukkanBisakah orang-orang mema­ha­mi?Dap­atkah manu­sia menyadari?Hanya ada cemas yang bert­e­duh dalam senang mereka 

Puisi

Asa dan Juang Pesawah 

Ren­jana dan asa merekah di bumi desa Berse­limut kabut yang ter­sipu malu Berge­layut di ambang-ambang sawah nan per­mai Menyi­ratkan ker­aguan dari hara­pan akan kepastian

Puisi

Hilang 

Teduh di bawah rim­bun­nya pohon Kokoh berderet dan berdiri tegar Men­ga­hasilkan udara segar Sejuk angin men­er­pa kehidupan

Puisi

Pewarta; Lubang dan Kutu 

Ada yang mengabarkan pada ku semalam; Hujan bulan Juni tak lebih deras dari­pa­da penghu­jung Desem­ber Tak seper­ti romansa ceri­ta Tur­ki dan seo­rang Sufi; Satu lubang tam­bang adalah warisan Dan lubang tam­bang tak lebih baik dari seekor kutu Firaun